BPS Badan Pusat Statistik mencatat besar pengeluaran untuk rokok dan tembakau di Kota Probolinggo tahun 2024 sebesar 77198 rupiah per kapita per bulan. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 8.4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan selisih pengeluaran turun 7117.1 rupiah. Pengeluaran rokok dan tembakau ini menyumbang sekitar 23.8 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa di Kota Probolinggo, yang mencapai 324415 rupiah.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Kalimantan Selatan 2015 - 2024)
Dari data historis tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran rokok dan tembakau di Kota Probolinggo menunjukkan fluktuasi yang jelas. Tahun 2019, pengeluaran sedikit turun sebesar 5.2 persen dari tahun 2018, lalu naik sebesar 31.6 persen pada tahun 2020 menjadi pengeluaran tertinggi selama periode tersebut. Tahun 2021, pengeluaran sedikit turun sebesar 11.3 persen, kemudian stabil dengan peningkatan sedikit sebesar 0.1 persen pada tahun 2022, naik lagi sebesar 9.9 persen pada tahun 2023, dan kembali turun sebesar 8.4 persen pada tahun 2024.
Dibandingkan dengan rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024), pengeluaran rokok dan tembakau di Kota Probolinggo mencapai rata-rata 79406 rupiah per kapita per bulan. Angka ini lebih rendah dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024) yang sebesar 80059 rupiah, menunjukkan adanya penurunan sedikit dalam tren rata-rata selama lima tahun terakhir.
Dalam perbandingan se-provinsi Jawa Timur, Kota Probolinggo menempati rank ke-36 untuk pengeluaran rokok dan tembakau tahun 2024. Wilayah dengan pengeluaran tertinggi di provinsi ini adalah Kabupaten Gresik dengan 168530 rupiah per kapita per bulan, yang mengalami peningkatan sedikit sebesar 0.8 persen dari tahun sebelumnya. Selanjutnya adalah Kabupaten Sumenep dengan 163113 rupiah (penurunan 10.7 persen), Kabupaten Sidoarjo dengan 159821 rupiah (naik 4.4 persen), Kota Surabaya dengan 151959 rupiah (turun 6.6 persen), dan Kabupaten Mojokerto dengan 146484 rupiah (turun 6.8 persen).
Kota Surabaya
BPS Badan Pusat Statistik mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kota Surabaya tahun 2024 sebesar 1541006 rupiah, menempati rank ke-1 se-kabupaten/kota di provinsi Jawa Timur. Pertumbuhan pengeluaran ini sebesar 34 persen dari tahun sebelumnya, yang jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pengeluaran makanan sebesar 29.6 persen. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kota Surabaya tahun 2024 sebesar 2602451 rupiah, yang sedikit turun sebesar 2.3 persen dari tahun sebelumnya, namun tetap menjadi rank ke-1 di provinsi Jawa Timur.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di DI Yogyakarta 2018 - 2024)
Kota Malang
BPS Badan Pusat Statistik mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kota Malang tahun 2024 sebesar 1216228 rupiah, menempati rank ke-2 se-kabupaten/kota di provinsi Jawa Timur. Pertumbuhan pengeluaran ini sebesar 4.5 persen dari tahun sebelumnya, yang lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pengeluaran makanan sebesar 3.3 persen. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kota Malang tahun 2024 sebesar 1954918 rupiah, turun sebesar 10.8 persen dari tahun sebelumnya dan menempati rank ke-4 di provinsi.
Kabupaten Gresik
BPS Badan Pusat Statistik mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Gresik tahun 2024 sebesar 927469 rupiah, menempati rank ke-6 se-kabupaten/kota di provinsi Jawa Timur. Pertumbuhan pengeluaran ini sebesar 32.5 persen dari tahun sebelumnya, yang jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pengeluaran makanan sebesar 26 persen. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kabupaten Gresik tahun 2024 sebesar 1819164 rupiah, turun sedikit sebesar 2.1 persen dari tahun sebelumnya dan menempati rank ke-5 di provinsi.
Kota Batu
BPS Badan Pusat Statistik mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kota Batu tahun 2024 sebesar 968150 rupiah, menempati rank ke-5 se-kabupaten/kota di provinsi Jawa Timur. Pertumbuhan pengeluaran ini sebesar 28.9 persen dari tahun sebelumnya, yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pengeluaran makanan sebesar 14.2 persen. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kota Batu tahun 2024 sebesar 1735827 rupiah, turun sedikit sebesar 2.8 persen dari tahun sebelumnya dan menempati rank ke-6 di provinsi.