Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir pada tahun 2024 mencapai 138264 Rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 4,8 persen dibandingkan tahun 2023 yang tercatat sebesar 145254 Rupiah. Sepanjang periode 2018 hingga 2024, pengeluaran kategori ini tercatat mengalami pergerakan naik selama enam tahun berturut-turut sebelum akhirnya mencatat penurunan pada tahun terakhir.
(Baca: Statistik Jumlah Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas dengan Status Pekerjaan Bekerja di Perdesaan dan Perkotaan Periode 2013-2025)
Catatan historis menunjukkan pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di wilayah ini mencatat pengeluaran tertinggi pada tahun 2023. Pada tahun 2022 tercatat kenaikan sebesar 12,8 persen yang menjadi kenaikan terbesar sepanjang periode pengamatan. Sebelumnya pada tahun 2021 hanya tercatat kenaikan sedikit sebesar 0,5 persen, menjadikan tahun tersebut sebagai periode dengan pergerakan nilai paling lambat sebelum terjadinya penurunan pada 2024.
Untuk kategori pengeluaran aneka barang dan jasa, wilayah ini menempati urutan ke 16 dari 17 kabupaten dan kota di seluruh Provinsi Sumatera Selatan. Posisi ini tidak berubah dibandingkan urutan tahun sebelumnya. Secara nasional, wilayah ini menempati urutan ke 485 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia, sedangkan secara regional pulau Sumatera menempati urutan ke 152.
Berdasarkan data perbandingan antar wilayah pada tahun 2024, Kota Palembang mencatat pengeluaran aneka barang dan jasa tertinggi seprovinsi dengan nilai 357048 Rupiah dan pertumbuhan positif 8 persen. Disusul Kabupaten Banyuasin dengan nilai 223788 Rupiah, Kota Lubuk Linggau 216356 Rupiah, Kota Prabumulih 215232 Rupiah dan Kabupaten Lahat sebesar 209159 Rupiah. Dari lima wilayah teratas tersebut, tiga wilayah mencatat penurunan nilai pada tahun 2024.
Pengeluaran Makanan Per Kapita
(Baca: 5,2% Penduduk di Kabupaten Bengkayang Beragama Budha)
Badan Pusat Statistik menunjukkan pengeluaran per kapita per bulan untuk kategori makanan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir tahun 2024 mencapai 574424 Rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 12,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempati urutan ke 15 dari 17 kabupaten kota di Sumatera Selatan. Kenaikan pada kategori makanan ini terjadi hampir di seluruh wilayah provinsi, dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 14 persen pada tahun yang sama. Nilai pengeluaran makanan di wilayah ini tercatat 41 persen lebih rendah dibandingkan nilai Kota Palembang sebagai wilayah dengan pengeluaran makanan tertinggi seprovinsi.
Pengeluaran Bukan Makanan Per Kapita
Kategori pengeluaran bukan makanan di wilayah ini tercatat sebesar 385647 Rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 7,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempati urutan terakhir atau ke 17 seprovinsi. Meskipun terjadi kenaikan, pertumbuhan nilai di wilayah ini masih berada di bawah rata-rata pertumbuhan provinsi yang mencapai 9,2 persen untuk kategori yang sama. Selisih nilai dengan wilayah teratas mencapai lebih dari 120 persen jika dibandingkan dengan Kota Palembang.
Pengeluaran Total Masyarakat
Total pengeluaran per kapita per bulan gabungan makanan dan bukan makanan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir tahun 2024 tercatat sebesar 960071 Rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 3,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan tetap menempati urutan ke 16 dari seluruh kabupaten kota di Sumatera Selatan. Hanya satu wilayah di bawahnya yaitu Kabupaten Empat Lawang yang juga mencatat penurunan lebih besar pada tahun yang sama. Nilai total pengeluaran ini hampir 43 persen lebih rendah dibandingkan rata-rata pengeluaran total masyarakat di Kota Palembang.
Detail Komponen Pengeluaran Pendukung
Data pendukung menunjukkan rata-rata pengeluaran untuk sabun mandi mencapai 42517 Rupiah per kapita per bulan, pengeluaran untuk makanan jadi sebesar 118704 Rupiah, rokok dan tembakau 117880 Rupiah, perawatan pribadi 28853 Rupiah serta kecantikan sebesar 20504 Rupiah. Seluruh komponen ini menjadi bagian dari kategori aneka barang dan jasa yang dicatat oleh badan statistik setiap tahunnya. Penurunan pada kategori aneka barang dan jasa tahun 2024 terjadi bersamaan dengan penurunan pengeluaran total masyarakat di wilayah ini.