Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk sabun mandi di Kabupaten Padang Lawas Utara pada tahun 2024 mencapai 59353 rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 5 persen dibandingkan tahun 2023 yang tercatat sebesar 56549 rupiah per kapita per bulan. Selama periode 2018 hingga 2024, pengeluaran untuk kebutuhan ini tidak pernah mengalami penurunan, dengan peningkatan terjadi setiap tahun secara berkelanjutan.
(Baca: Nilai Tertinggi Jalur Prestasi Masuk ke SMA1 Kota Depok | 2025)
Sepanjang tujuh tahun pencatatan, kenaikan tertinggi pengeluaran sabun mandi di wilayah ini terjadi pada tahun 2023 dengan peningkatan sebesar 11,5 persen dari tahun sebelumnya. Sedangkan peningkatan terendah tercatat pada tahun 2019 dengan kenaikan sedikit sebesar 0,6 persen. Rata-rata pertumbuhan tahunan selama lima tahun terakhir mencapai 5,4 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata tiga tahun terakhir yang sebesar 4,9 persen.
Pengeluaran untuk sabun mandi ini menyumbang sekitar 31,3 persen dari total pengeluaran perawatan warga, 5,2 persen dari pengeluaran barang dan jasa umum, serta setara dengan 36,7 persen pengeluaran untuk kebutuhan kecantikan. Jika dibandingkan dengan pengeluaran rokok dan tembakau, nilai pengeluaran sabun mandi hanya mencapai 36,7 persen dari total pengeluaran untuk kategori tersebut.
Berdasarkan peringkat se-provinsi Sumatera Utara, Kabupaten Padang Lawas Utara berada di urutan ke 11 dari total 33 kabupaten dan kota untuk kategori pengeluaran sabun mandi tahun 2024. Peringkat ini naik satu posisi dibandingkan tahun sebelumnya. Lima wilayah dengan pengeluaran sabun mandi tertinggi di provinsi ini secara berurutan adalah Kabupaten Karo, Kota Binjai, Kabupaten Toba Samosir, Kota Medan dan Kabupaten Samosir.
Kabupaten Karo
Kabupaten Karo menempati urutan pertama pengeluaran sabun mandi se-provinsi Sumatera Utara dengan nilai 95752 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 7 persen dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, Kabupaten Karo juga menempati urutan ke 13 untuk total pengeluaran bukan makanan, dengan nilai 527956 rupiah per kapita per bulan dan pertumbuhan sebesar 14,5 persen pada tahun 2024. Nilai pengeluaran sabun mandi di wilayah ini hampir 1,6 kali lipat dibandingkan nilai pengeluaran di Kabupaten Padang Lawas Utara.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau Kab. Kayong Utara | 2024)
Kota Binjai
Kota Binjai menempati urutan kedua pengeluaran sabun mandi se-provinsi dengan nilai 88392 rupiah per kapita per bulan tahun 2024. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan paling tinggi untuk kategori ini di seluruh Sumatera Utara, yaitu sebesar 41,6 persen dibandingkan tahun 2023. Untuk total pengeluaran bukan makanan, Kota Binjai berada di urutan ke 3 dengan nilai 737849 rupiah per kapita per bulan, dan mengalami pertumbuhan sebesar 27,5 persen pada tahun terakhir. Pertumbuhan yang tinggi ini menjadikan Kota Binjai sebagai salah satu wilayah dengan peningkatan konsumsi rumah tangga tercepat di provinsi ini.
Kabupaten Toba Samosir
Kabupaten Toba Samosir berada di urutan ketiga pengeluaran sabun mandi dengan nilai 81236 rupiah per kapita per bulan tahun 2024. Wilayah ini mengalami pertumbuhan sebesar 14,4 persen untuk kategori ini dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk total pengeluaran bukan makanan, Kabupaten Toba Samosir menempati urutan ke 5 dengan nilai 677585 rupiah per kapita per bulan, dan mencatatkan pertumbuhan sebesar 28,7 persen pada tahun 2024. Pertumbuhan konsumsi di wilayah ini secara konsisten berada di atas rata-rata provinsi untuk hampir semua kategori kebutuhan rumah tangga.
Kota Medan
Kota Medan sebagai ibu kota provinsi menempati urutan ke empat pengeluaran sabun mandi dengan nilai 81047 rupiah per kapita per bulan tahun 2024. Wilayah ini menjadi satu-satunya wilayah 10 besar yang mengalami penurunan untuk kategori ini, yaitu sebesar 6,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun demikian, Kota Medan tetap menempati urutan pertama untuk total pengeluaran bukan makanan dengan nilai 1078461 rupiah per kapita per bulan, atau hampir 2,5 kali lipat nilai pengeluaran bukan makanan di Kabupaten Padang Lawas Utara.