PDB

Neraca Perdagangan Indonesia April 2026

1
Agus Dwi Darmawan 03/06/2026 10:38 WIB
Image Loader
Memuat...
Neraca Perdagangan Indonesia Jan 2002 - Apr 2026
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Badan Pusat Statistik mencatat neraca perdagangan Indonesia April 2026 mencatatkan surplus sebesar US$ 89 juta. Angka ini mengalami kontraksi 97,32 persen secara bulanan dibandingkan surplus Maret 2026 yang mencapai US$ 3,32 miliar. Secara tahunan dibanding April 2025, surplus neraca perdagangan juga mengalami penurunan sebesar 43,89 persen.

(Baca: Pertumbuhan Ekonomi Tahunan Periode 2013-2024)

Badan Pusat Statistik mencatat nilai surplus ini merupakan posisi terendah sejak April 2019 yang pernah mencatatkan defisit turun US$ 2,33 miliar. Sementara rekor surplus tertinggi sepanjang sejarah data neraca perdagangan Indonesia tercatat pada April 2022 dengan nilai US$ 7,58 miliar, atau sekitar 85 kali lipat lebih besar dibanding surplus April 2026.

Badan Pusat Statistik mencatat selama 12 bulan terakhir, neraca perdagangan Indonesia menunjukkan pergerakan yang sangat fluktuatif. Penurunan terbesar terjadi pada April 2026 dengan kontraksi 97,32 persen secara bulanan, sementara lonjakan terbesar tercatat pada Maret 2026 saat surplus melonjak 160,82 persen didorong penurunan impor sebesar 8,08 persen pada bulan tersebut. Sepanjang periode ini nilai ekspor bergerak pada rentang US$ 22,16 miliar hingga US$ 26,35 miliar.

Badan Pusat Statistik mencatat akumulasi neraca perdagangan Januari hingga April 2026 mencatatkan surplus total sebesar US$ 5,64 miliar. Pada periode tahun berjalan ini, surplus tertinggi tercatat pada Maret 2026 dengan nilai US$ 3,32 miliar, atau menyumbang hampir 60 persen dari total surplus empat bulan pertama tahun 2026. Total ekspor akumulasi mencapai US$ 92,15 miliar, sementara total impor tercatat US$ 61,30 miliar untuk tiga bulan pertama.

(Baca: Jumlah Perceraian di Sumatera Selatan Periode 2019-2024)

Badan Pusat Statistik mencatat pada April 2026 ekspor non-migas tumbuh 13,66 persen secara bulanan dan 23,36 persen secara tahunan menjadi US$ 24,15 miliar, menjadi satu-satunya penopang positif neraca. Sebaliknya ekspor migas sedikit turun 9,81 persen secara bulanan menjadi US$ 1,16 miliar. Akumulasi Januari-April 2026, ekspor non-migas mendominasi 95,22 persen dari total ekspor nasional.

Badan Pusat Statistik mencatat tekanan terbesar neraca berasal dari defisit sektor migas yang menembus rekor terendah sepanjang sejarah pada April 2026 dengan nilai -US$ 3,44 miliar. Defisit migas ini membesar 82,32 persen secara bulanan, menyerap hampir seluruh surplus non-migas yang sebesar US$ 3,53 miliar pada bulan yang sama. Lonjakan impor migas sebesar 58,74 persen pada Maret 2026 menjadi pemicu utama memburuknya posisi neraca migas.

Secara keseluruhan, posisi neraca perdagangan Indonesia saat ini bertahan di wilayah surplus hanya berkat kinerja ekspor non-migas yang terus tumbuh, sementara beban defisit migas semakin membesar dari bulan ke bulan. Jika laju pembesaran defisit migas tidak ditekan, ada risiko neraca perdagangan akan masuk wilayah defisit pada bulan-bulan berikutnya tahun 2026.

Data Pasar

Macro update by
03 June 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
PDB ADHK (Q1) 3.447,70 -0.77
Nilai Tukar USDIDR 18 +0.44
Neraca perdagangan (Apr) 89,10 -97.32
Ekspor Migas (Apr) 1,16 -9.81
Impor Migas (Mar) 3,17 +58.74
Ekspor (Apr) 25,30 +12.32
Impor (Mar) 19,21 -8.08
Kunjungan Wisman (Mar) 1,09 -6.17
Inflasi yoy (Mei) 3,08% +0.66
Inflasi mom (Mei) 0,28% +0.15
Persentase kemiskinan (Des) 7,50% -0.75
NTP (Apr) 112,29 +0.43

Data Populer

Loading...