Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kota Palembang pada tahun 2025 sebesar 259336 rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sedikit sebesar 0,5 persen dibandingkan tahun 2024. Pada tahun sebelumnya, pengeluaran kategori ini tercatat sebesar 260575 rupiah per kapita per bulan.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di DI Yogyakarta 2025)
Nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi ini menyumbang 65,9 persen dari rata-rata total pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa masyarakat Kota Palembang. Nilai ini juga lebih besar dibandingkan pengeluaran per kapita untuk kategori kecantikan, perawatan pribadi, sabun mandi, maupun rokok dan tembakau yang tercatat secara terpisah dalam data survei.
Selama kurun waktu 8 tahun sejak 2018, pengeluaran kategori ini mengalami pergerakan naik turun. Pencatatan pengeluaran tertinggi terjadi pada tahun 2023 dengan nilai 265042 rupiah per kapita per bulan. Sementara pencatatan terendah terjadi pada tahun 2019 dengan nilai 203761 rupiah per kapita. Terlihat selama dua tahun terakhir yakni 2024 dan 2025 terjadi penurunan sedikit secara berturut-turut.
Berdasarkan data perbandingan seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Selatan, Kota Palembang menempati urutan pertama untuk nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2025. Posisi ini tetap sama dibandingkan pencatatan tahun sebelumnya. Di urutan kedua terdapat Kabupaten Ogan Ilir dengan nilai 205789 rupiah, diikuti Kota Lubuk Linggau di urutan ketiga sebesar 203963 rupiah, Kabupaten Lahat urutan keempat dan Kabupaten Musi Banyuasin di urutan kelima.
Kota Lubuk Linggau
Kota Lubuk Linggau mencatat total pengeluaran per kapita gabungan makanan dan bukan makanan sebesar 1488386 rupiah per bulan pada tahun 2025, menjadikannya wilayah dengan nilai total pengeluaran tertinggi di seluruh Sumatera Selatan. Wilayah ini mengalami kenaikan sebesar 13,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk kategori pengeluaran makanan saja, Kota Lubuk Linggau menempati urutan keenam seprovinsi dengan nilai 705437 rupiah per kapita per bulan.
(Baca: PDRB ADHB per Kapita Kota Manado Rp.124,43 Juta Data per 2025)
Kabupaten Musi Banyuasin
Kabupaten Musi Banyuasin tercatat memiliki pengeluaran per kapita kategori makanan sebesar 799146 rupiah per bulan dan menempati urutan pertama untuk kategori ini di seluruh Sumatera Selatan tahun 2025. Meskipun demikian, total pengeluaran gabungan makanan dan bukan makanan wilayah ini mengalami penurunan sebesar 13,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga turun dari urutan pertama menjadi urutan kedua untuk kategori total pengeluaran seprovinsi.
Kabupaten Ogan Ilir
Kabupaten Ogan Ilir mencatat pertumbuhan pengeluaran makanan dan minuman jadi sebesar 21,2 persen pada tahun 2025, menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi di provinsi ini. Nilai pengeluaran kategori makanan di wilayah ini tercatat sebesar 728029 rupiah per kapita per bulan dan menempati urutan ketiga seprovinsi. Sementara untuk total pengeluaran gabungan, wilayah ini menempati urutan kesebelas dari seluruh 17 kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.
Kota Prabumulih
Kota Prabumulih tercatat memiliki total pengeluaran gabungan makanan dan bukan makanan sebesar 1269211 rupiah per kapita per bulan tahun 2025 dan menempati urutan keempat seprovinsi. Wilayah ini mengalami penurunan sedikit sebesar 1,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk kategori pengeluaran makanan saja, Kota Prabumulih menempati urutan kedua belas seprovinsi dengan nilai 640906 rupiah per kapita per bulan.