Pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Sleman pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp374.933 per kapita per bulan.
Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas, angka ini menunjukkan penurunan sebesar 20.8% dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun demikian, angka ini masih lebih tinggi dibandingkan pengeluaran pada tahun 2018 hingga 2020.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Sabun Mandi Kab. Manokwari Selatan | 2023)
Secara historis, pengeluaran tertinggi untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Sleman terjadi pada tahun 2023 yaitu sebesar Rp473.166 per kapita per bulan. Pertumbuhan pengeluaran yang signifikan terjadi pada tahun 2021, dengan peningkatan sebesar 37.2% dibandingkan tahun 2020.
Jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di DI Yogyakarta pada tahun 2024, Kabupaten Sleman berada di peringkat ke-2 untuk pengeluaran aneka barang dan jasa setelah Kota Yogyakarta. Untuk tahun 2024, Kota Yogyakarta memiliki nilai pengeluaran sebesar Rp412.839, Kabupaten Bantul sebesar Rp315.362, Kabupaten Gunung Kidul sebesar Rp188.384, dan Kabupaten Kulonprogo sebesar Rp187.891. Pertumbuhan pengeluaran Kabupaten Gunung Kidul tercatat positif sebesar 14.5%, sementara kabupaten/kota lainnya mengalami penurunan.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan perbandingan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kabupaten Sleman pada tahun 2024 adalah Rp2.181.910, mengalami penurunan sebesar 15% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, pengeluaran untuk makanan tercatat sebesar Rp884.007 dan pengeluaran untuk bukan makanan sebesar Rp1.297.903.
(Baca: Angka Partisipasi Murni Periode 2013-2025)
Kota Yogyakarta
Di Kota Yogyakarta, pengeluaran rata-rata per kapita sebulan untuk makanan mencapai Rp833.785 pada tahun 2024, dengan pertumbuhan 19.2% dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan mencapai Rp2.248.256, namun hanya tumbuh tipis 0.2%. Rata-rata pengeluaran bukan makanan mencapai Rp1.414.471. Kota Yogyakarta menempati peringkat pertama se-DI Yogyakarta untuk kategori ini, meski pertumbuhannya relatif kecil.
Kabupaten Sleman
Kabupaten Sleman menunjukkan dinamika berbeda dengan pengeluaran rata-rata per kapita sebulan untuk makanan mencapai Rp884.007 pada tahun 2024, mengalami pertumbuhan sebesar 18.9%. Namun, total pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan justru mengalami penurunan sebesar 15% menjadi Rp2.181.910. Rata-rata pengeluaran bukan makanan mencapai Rp1.297.903. Meski demikian, Sleman tetap berada di peringkat kedua se-DI Yogyakarta untuk total pengeluaran tersebut.
Kabupaten Bantul
Pengeluaran rata-rata per kapita sebulan untuk makanan di Kabupaten Bantul mencapai Rp753.854 pada tahun 2024, menunjukkan pertumbuhan sebesar 18.6%. Total pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan mengalami penurunan sebesar 15.6% menjadi Rp1.730.550. Rata-rata pengeluaran bukan makanan mencapai Rp976.696. Bantul berada di peringkat ketiga se-DI Yogyakarta dalam hal total pengeluaran per kapita.
Kabupaten Kulonprogo
Kabupaten Kulonprogo mencatatkan pengeluaran rata-rata per kapita sebulan untuk makanan sebesar Rp535.501 pada tahun 2024, tumbuh sebesar 8.6%. Total pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan mengalami penurunan sebesar 13.9% menjadi Rp1.152.289. Rata-rata pengeluaran bukan makanan mencapai Rp616.788. Kulonprogo berada di peringkat keempat se-DI Yogyakarta dalam hal total pengeluaran per kapita.