Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk perawatan kulit di Kabupaten Deli Serdang pada tahun 2024 mencapai 48548 rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sedikit sebesar 1,2 persen dibandingkan tahun 2023 yang tercatat sebesar 47962 rupiah per kapita per bulan. Dalam periode tujuh tahun terakhir sejak 2018, tercatat pergerakan nilai pengeluaran ini pernah mencapai pengeluaran tertinggi pada tahun 2022 sebesar 60629 rupiah.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Deiyai | 2010 - 2025)
Dari catatan historis sejak 2018, pengeluaran perawatan kulit wilayah ini pernah mengalami penurunan sebesar 14,2 persen pada tahun 2019, kemudian naik secara bertahap selama tiga tahun berturut-turut hingga mencapai nilai tertinggi pada tahun 2022. Setelah tahun 2022, tercatat penurunan sebesar 20,9 persen pada tahun 2023, sebelum akhirnya kembali naik sedikit pada tahun 2024. Selama periode lima tahun terakhir, rata-rata pengeluaran perawatan kulit di wilayah ini berada pada angka 48892 rupiah per kapita per bulan.
Nilai pengeluaran perawatan kulit tahun 2024 ini setara dengan 17,6 persen dari total pengeluaran kecantikan per kapita, 8,8 persen dari pengeluaran aneka barang jasa, dan 26,3 persen dari pengeluaran sabun mandi bulanan masyarakat. Sementara itu jika dibandingkan dengan pengeluaran makanan jadi, nilai pengeluaran perawatan kulit hanya mencapai 26,3 persen dari nilai pengeluaran makanan jadi per kapita setiap bulannya.
Untuk posisi peringkat se-provinsi Sumatera Utara, Kabupaten Deli Serdang berada di urutan 14 dari total 33 kabupaten dan kota yang ada. Peringkat ini berada di bawah Kabupaten Batu Bara, Kabupaten Labuhan Batu, dan Kabupaten Pakpak Bharat. Sementara secara nasional, wilayah ini menempati urutan 299 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia, dan urutan 73 dari seluruh wilayah di pulau Sumatera.
Terdapat lima wilayah dengan nilai pengeluaran perawatan kulit tertinggi di Sumatera Utara pada tahun 2024 yaitu Kabupaten Toba Samosir dengan 90690 rupiah, Kota Medan 81969 rupiah, Kota Binjai 78699 rupiah, Kota Tebing Tinggi 68541 rupiah, dan Kota Pematang Siantar 65956 rupiah. Dari wilayah tersebut, Kabupaten Toba Samosir mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 93,4 persen, sementara Kota Medan justru mengalami penurunan sebesar 32,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kota Medan
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Kecantikan Kota Sukabumi | 2024)
Sebagai wilayah dengan pengeluaran total tertinggi di Sumatera Utara, Kota Medan mencatat pengeluaran per kapita bulanan bukan makanan sebesar 1230852 rupiah pada tahun 2024, mengalami penurunan sedikit sebesar 4,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini menempati peringkat pertama seluruh kabupaten kota di provinsi ini untuk kategori pengeluaran bukan makanan. Sementara untuk pengeluaran total makanan dan bukan makanan, Kota Medan juga masih menempati urutan pertama dengan nilai 2180581 rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Toba Samosir
Kabupaten Toba Samosir mencatat pertumbuhan pengeluaran bukan makanan sebesar 31,5 persen pada tahun 2024 menjadi 858521 rupiah per kapita per bulan, menjadikan wilayah ini naik ke peringkat ketiga se-provinsi. Untuk kategori pengeluaran makanan, wilayah ini berada di urutan ketiga dengan nilai 951351 rupiah, dengan perubahan nilai yang hampir stagnan hanya mengalami penurunan 0,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengeluaran masyarakat wilayah ini saat ini menempati urutan kedua seluruh Sumatera Utara.
Kota Tebing Tinggi
Kota Tebing Tinggi mencatat pengeluaran bukan makanan sebesar 903822 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024, mengalami kenaikan sebesar 20,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menempati urutan kedua se-provinsi. Untuk total pengeluaran makanan dan bukan makanan, wilayah ini juga berada di urutan ketiga dengan nilai 1794227 rupiah, dengan pertumbuhan mencapai 15,3 persen. Wilayah ini juga mencatat pengeluaran perawatan kulit urutan keempat tertinggi di seluruh Sumatera Utara.
Kabupaten Deli Serdang
Untuk kategori pengeluaran bukan makanan, Kabupaten Deli Serdang menempati urutan kedelapan se-provinsi Sumatera Utara dengan nilai 676567 rupiah per kapita per bulan, mengalami kenaikan sebesar 5,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara untuk total pengeluaran makanan dan bukan makanan, wilayah ini berada di urutan kesebelas dengan nilai 1426160 rupiah, dengan pertumbuhan 5,4 persen. Angka pertumbuhan ini berada di atas rata-rata pertumbuhan pengeluaran masyarakat provinsi Sumatera Utara pada tahun yang sama.