Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita bulanan masyarakat Kota Sukabumi untuk kebutuhan kecantikan pada tahun 2024 mencapai 75365 rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 17,7 persen dibandingkan tahun 2023 yang mencatatkan nilai pengeluaran tertinggi sepanjang periode data sejak 2018, yaitu sebesar 91607 rupiah per kapita per bulan. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Sabun Mandi Kab. Lamongan | 2024)
Sepanjang tujuh tahun periode pengamatan sejak 2018, pengeluaran kecantikan Kota Sukabumi mencatatkan kenaikan beruntun selama tiga tahun berturut-turut setelah penurunan sedikit pada tahun 2020. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2023 dengan persentase penambahan 63,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Setelah pencapaian nilai tertinggi tersebut, terjadi penurunan pada tahun 2024. Rata-rata pengeluaran kecantikan lima tahun terakhir berada di angka 62018 rupiah per kapita, sehingga nilai tahun 2024 masih berada di atas rata-rata periode tersebut.
Pengeluaran untuk kecantikan tahun 2024 menempati porsi sebesar 20,1 persen dari total pengeluaran perawatan warga, 11,2 persen dari pengeluaran aneka barang jasa, dan 22,2 persen dari pengeluaran rokok dan tembakau masyarakat Kota Sukabumi. Jika dibandingkan dengan pengeluaran makanan jadi, nilai pengeluaran kecantikan per kapita hanya mencapai 22,2 persen dari total belanja makanan jadi bulanan warga. Nilai ini juga 4,6 persen lebih rendah dibandingkan rata-rata pengeluaran sabun mandi warga.
Pada tingkat provinsi Jawa Barat, Kota Sukabumi menempati urutan kedua tertinggi untuk pengeluaran kecantikan per kapita tahun 2024. Hanya Kota Bekasi yang mencatatkan nilai lebih tinggi, yaitu sebesar 99662 rupiah per kapita per bulan dengan pertumbuhan sebesar 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Urutan selanjutnya di bawah Kota Sukabumi ditempati oleh Kota Cimahi, Kota Depok dan Kota Bandung. Secara nasional, Kota Sukabumi menempati urutan ke 18 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia untuk kategori ini.
Anomali terjadi pada tahun 2023 dimana pengeluaran kecantikan melonjak lebih dari 60 persen dalam satu tahun, sebelum akhirnya turun kembali pada tahun 2024. Sepanjang enam tahun sebelum 2023, fluktuasi pertumbuhan pengeluaran kecantikan hanya berada pada rentang minus 1,9 persen hingga 23 persen per tahun. Lonjakan pada tahun 2023 menjadi satu-satunya pertumbuhan di atas 30 persen sepanjang periode data yang tersedia.
Kota Bekasi
(Baca: Pengeluaran per Kapita Kabupaten Teluk Bintuni 2025: Kenaikan Jadi Rp2,56 Juta per Bulan)
Kota Bekasi secara konsisten menempati peringkat pertama seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Barat untuk seluruh kategori pengeluaran per kapita. Total pengeluaran per kapita bulanan gabungan makanan dan bukan makanan pada wilayah ini mencapai 3345253 rupiah pada tahun 2024, dengan pertumbuhan sebesar 16,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk pengeluaran bukan makanan saja, wilayah ini mencatatkan nilai 2052412 rupiah dengan pertumbuhan 18,3 persen, menjadi satu-satunya wilayah di provinsi ini yang mencatatkan pertumbuhan di atas 15 persen untuk kedua kategori tersebut.
Kota Depok
Berada di urutan kedua seluruh Jawa Barat untuk total pengeluaran per kapita, Kota Depok mencatatkan total belanja bulanan warga sebesar 3021242 rupiah pada tahun 2024. Wilayah ini mengalami pertumbuhan total pengeluaran sebesar 10,9 persen, dengan pertumbuhan pengeluaran bukan makanan mencapai 12,1 persen. Untuk kategori pengeluaran kecantikan, Kota Depok menempati urutan keempat di provinsi dengan nilai 65777 rupiah per kapita, dan mengalami penurunan sedikit sebesar 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kota Bandung
Kota Bandung menduduki urutan ketiga untuk total pengeluaran per kapita se-Jawa Barat pada tahun 2024, dengan nilai total belanja gabungan makanan dan bukan makanan mencapai 2636944 rupiah. Wilayah ini mencatatkan penurunan sedikit untuk total pengeluaran sebesar 4,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan pengeluaran bukan makanan juga mengalami penurunan sebesar 7 persen. Untuk kategori pengeluaran kecantikan, Kota Bandung berada di urutan kelima provinsi dengan nilai 65579 rupiah per kapita per bulan.
Kota Cimahi
Kota Cimahi menempati urutan kelima untuk total pengeluaran per kapita seluruh Jawa Barat tahun 2024, dengan nilai total belanja warga mencapai 2371364 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan yang sangat stabil untuk hampir seluruh kategori pengeluaran, dengan pertumbuhan total pengeluaran hanya 0,9 persen dan pertumbuhan pengeluaran bukan makanan sebesar 0,5 persen. Untuk pengeluaran kecantikan, wilayah ini berada di urutan ketiga seprovinsi dengan nilai 71954 rupiah dan mengalami kenaikan sebesar 8,2 persen dibandingkan tahun 2023.