Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk sabun mandi di Kabupaten Lamongan pada tahun 2024 tercatat sebesar 55445 Rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 13,6 persen dibandingkan tahun 2023, dengan selisih pengurangan mencapai 8728,5 Rupiah per orang setiap bulannya. Sebelumnya pada tahun 2023, pengeluaran untuk kebutuhan ini mencatatkan nilai tertinggi sepanjang periode pengamatan 2018 sampai 2024.
(Baca: PDB Menurut Daya Beli di Burundi 2024)
Sepanjang tujuh tahun pengamatan, pengeluaran sabun mandi masyarakat Lamongan mengalami pergerakan naik turun. Pada tahun 2019 tercatat kenaikan sebesar 10,3 persen, kemudian sedikit turun pada tahun 2020. Setelah tahun 2020, nilai pengeluaran terus naik secara bertahap sampai mencapai angka tertinggi pada tahun 2023, sebelum akhirnya turun cukup besar pada tahun 2024.
Nilai pengeluaran sabun mandi tahun 2024 setara dengan 84,1 persen dari total pengeluaran kecantikan warga, 84,1 persen dari pengeluaran perawatan, serta 40,8 persen dari pengeluaran rokok dan tembakau per kapita setiap bulan. Dibandingkan total pengeluaran aneka barang dan jasa, pengeluaran untuk sabun mandi menyumbang sekitar 20,2 persen dari seluruh pengeluaran kategori tersebut.
Berdasarkan peringkat seprovinsi Jawa Timur, Kabupaten Lamongan menempati urutan ke 19 dari 38 kabupaten dan kota untuk kategori pengeluaran sabun mandi tahun 2024. Lima wilayah dengan pengeluaran sabun mandi tertinggi di provinsi ini secara berurutan adalah Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kota Malang, Kota Madiun dan Kabupaten Sumenep. Kota Surabaya mencatatkan pengeluaran 103566 Rupiah per kapita per bulan, atau hampir dua kali lipat nilai pengeluaran di Lamongan.
Untuk pengeluaran non makanan secara keseluruhan, Kabupaten Lamongan menempati urutan ke 15 se Jawa Timur pada tahun 2024 dengan nilai total 657594 Rupiah per kapita per bulan. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 6,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peringkat ini lebih tinggi empat peringkat dibandingkan peringkat pengeluaran sabun mandi untuk wilayah yang sama.
Kota Surabaya
(Baca: Pengeluaran Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah di Kabupaten Bangka Barat Naik 2,54%)
Kota Surabaya secara konsisten menempati urutan pertama seluruh kabupaten kota di Jawa Timur untuk seluruh kategori pengeluaran. Pada tahun 2024, total pengeluaran per kapita mencapai 2834267 Rupiah per bulan, dengan pengeluaran makanan sebesar 1138167 Rupiah dan pengeluaran non makanan sebesar 1696100 Rupiah. Pengeluaran sabun mandi di wilayah ini juga tertinggi sebesar 103566 Rupiah, dengan pertumbuhan naik 3,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadikannya satu dari sedikit wilayah yang mencatatkan kenaikan untuk kategori ini pada tahun 2024.
Kabupaten Sidoarjo
Kabupaten Sidoarjo menempati urutan kedua seprovinsi untuk total pengeluaran per kapita dengan nilai 2134188 Rupiah per bulan pada tahun 2024. Wilayah ini mencatatkan pengeluaran sabun mandi sebesar 93493 Rupiah per kapita, mengalami sedikit turun sebesar 4,2 persen dibandingkan tahun 2023. Untuk kategori pengeluaran makanan, Sidoarjo berada di urutan ketiga, sedangkan untuk pengeluaran non makanan menempati urutan keempat se Jawa Timur.
Kota Malang
Kota Malang mencatatkan total pengeluaran per kapita sebesar 2199652 Rupiah per bulan pada tahun 2024, menempati urutan ketiga seluruh wilayah di Jawa Timur. Pengeluaran sabun mandi di kota ini tercatat 83157 Rupiah per kapita, dengan pertumbuhan sedikit naik sebesar 0,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk kategori pengeluaran non makanan, Kota Malang berada di urutan kedua, hanya berada di bawah Kota Surabaya.
Kabupaten Sampang
Kabupaten Sampang menjadi wilayah dengan pengeluaran terendah untuk kategori sabun mandi di Jawa Timur tahun 2024 dengan nilai hanya 32132 Rupiah per kapita per bulan. Total pengeluaran masyarakat wilayah ini tercatat 881233 Rupiah per kapita per bulan, menempati urutan terakhir seprovinsi. Wilayah ini juga mencatatkan penurunan pengeluaran sabun mandi sebesar 8,4 persen dibandingkan tahun 2023.