Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Pegunungan Arfak mencapai Rp101.872 per kapita per bulan pada tahun 2024.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka ini meningkat 14,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran ini menempatkan Kabupaten Pegunungan Arfak pada peringkat ke-7 di antara kabupaten/kota se-Provinsi Papua Barat dan peringkat ke-462 secara nasional.
(Baca: Inflasi Bulanan Periode 2024-2025)
Bila dibandingkan dengan total pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang dan jasa yang mencapai Rp211.873, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi ini mengambil porsi sekitar 48%. Pengeluaran ini lebih besar dibandingkan pengeluaran untuk kecantikan (Rp12.088) dan perawatan (Rp48.033), namun lebih kecil dibandingkan pengeluaran untuk rokok dan tembakau (Rp61.747) serta sabun mandi (Rp74.410).
Secara historis, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Pegunungan Arfak mengalami fluktuasi. Tahun 2019 sempat terjadi penurunan sebesar 22,1%, namun kemudian melonjak tajam sebesar 76% pada tahun 2020. Setelah itu, pertumbuhan cenderung stabil di angka belasan persen. Tahun 2023, pengeluaran mencapai Rp88.992 per kapita per bulan, dan tahun 2024 mengalami kenaikan menjadi Rp101.872. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2020, menunjukkan adanya perubahan pola konsumsi masyarakat.
Dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Provinsi Papua Barat, Kabupaten Manokwari Selatan mencatat pengeluaran tertinggi untuk makanan dan minuman jadi pada tahun 2024, yaitu Rp214.215 per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 32%. Kabupaten Manokwari berada di urutan kedua dengan Rp213.790 dan pertumbuhan 8,1%. Kabupaten Teluk Bintuni berada di urutan ketiga dengan Rp177.685, namun mengalami penurunan sebesar 13,2%. Kabupaten Kaimana mencatat pengeluaran sebesar Rp172.307 dengan pertumbuhan 4,8%. Sementara itu, Kabupaten Fak Fak mencatat pengeluaran sebesar Rp136.302 dan penurunan 1,8%.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di DI Yogyakarta 2015 - 2024)
Kabupaten Manokwari
BPS mencatat pengeluaran rata-rata per kapita sebulan bukan makanan di Kabupaten Manokwari mengalami peningkatan yang signifikan. Dari Rp776.209,1 pada tahun sebelumnya menjadi Rp927.024 pada tahun 2024, menunjukkan pertumbuhan sebesar 19,4%. Pertumbuhan ini menempatkan Kabupaten Manokwari pada peringkat pertama di antara kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat dalam hal pengeluaran bukan makanan.
Kabupaten Teluk Bintuni
Pengeluaran rata-rata per kapita sebulan untuk makanan di Kabupaten Teluk Bintuni menunjukkan nilai tertinggi dibandingkan kabupaten lain di Papua Barat. Tahun 2024, angkanya mencapai Rp948.827, tumbuh 8,6% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp874.034,46. Posisi ini menempatkan Teluk Bintuni sebagai yang pertama di provinsi tersebut dalam kategori pengeluaran makanan.
Kabupaten Manokwari Selatan
Pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kabupaten Manokwari Selatan mengalami penurunan sebesar 13,4%. Data BPS menunjukkan penurunan dari Rp2.059.120 menjadi Rp1.782.389. Meski demikian, Manokwari Selatan tetap menduduki peringkat ketiga di antara kabupaten/kota se-Provinsi Papua Barat.
Kabupaten Kaimana
Kabupaten Kaimana menunjukkan peningkatan dalam pengeluaran rata-rata per kapita sebulan bukan makanan. Data dari BPS menunjukkan bahwa pengeluaran meningkat sebesar 12,9% dari Rp714.902,65 pada tahun sebelumnya menjadi Rp807.424 pada tahun 2024. Peningkatan ini menempatkan Kaimana pada peringkat keempat di antara kabupaten/kota di Provinsi Papua Barat.