Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk perawatan kulit di Kota Bukit Tinggi tahun 2024 mencapai 62113 rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 10,3 persen dibandingkan tahun 2023 yang tercatat sebesar 56303 rupiah. Selisih peningkatan pengeluaran per kapita selama satu tahun terakhir mencapai 5810,4 rupiah untuk setiap warga. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.
(Baca: Indeks FAO: Harga Pangan Maret 2026 Naik)
Nilai pengeluaran perawatan kulit ini setara dengan 18,6 persen dari total pengeluaran untuk aneka barang jasa, 86,9 persen dari pengeluaran kategori kecantikan, dan 18 persen dari pengeluaran untuk sabun mandi per kapita per bulan. Jika dibandingkan dengan pengeluaran makanan jadi, nilai pengeluaran perawatan kulit hanya mencapai 18 persen dari total pengeluaran makanan jadi warga Kota Bukit Tinggi.
Selama periode tujuh tahun terakhir sejak 2018, pengeluaran perawatan kulit di Kota Bukit Tinggi mengalami pergerakan naik turun. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2022 dengan peningkatan 30 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran tertinggi juga tercatat pada tahun 2022 sebesar 72043 rupiah per kapita. Penurunan terbesar terjadi pada tahun 2023 dengan penurunan 21,8 persen sebelum akhirnya kembali naik pada tahun 2024.
Berdasarkan peringkat seprovinsi Sumatera Barat, Kota Bukit Tinggi menempati urutan ke 7 dari 19 kabupaten dan kota untuk kategori pengeluaran perawatan kulit tahun 2024. Enam wilayah yang mencatatkan pengeluaran lebih tinggi berturut turut adalah Kabupaten Tanah Datar, Kota Padang Panjang, Kota Payakumbuh, Kota Padang, Kota Sawahlunto dan Kota Pariaman. Secara nasional, Kota Bukit Tinggi berada pada peringkat 195 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia.
Kota Padang
Badan Pusat Statistik mencatat Kota Padang menempati urutan pertama pengeluaran bukan makanan per kapita sebulan di Sumatera Barat tahun 2024 dengan nilai mencapai 1192648 rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan 10,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk pengeluaran total makanan dan bukan makanan, wilayah ini menempati urutan kedua seprovinsi dengan total 2194947 rupiah per kapita per bulan, setelah hanya dikalahkan oleh Kota Padang Panjang.
(Baca: Statistik Populasi Sapi Potong Jantan yang Bisa Dipotong Periode 2013-2025)
Kota Padang Panjang
Badan Pusat Statistik mencatat Kota Padang Panjang menjadi wilayah dengan pengeluaran total makanan dan bukan makanan tertinggi di Sumatera Barat tahun 2024 dengan nilai mencapai 2435196 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini juga mencatatkan pertumbuhan pengeluaran makanan tertinggi sebesar 51 persen selama satu tahun terakhir, serta menempati urutan kedua untuk kategori pengeluaran bukan makanan seprovinsi.
Kota Bukit Tinggi
Badan Pusat Statistik mencatat Kota Bukit Tinggi secara konsisten menempati urutan ketiga untuk seluruh kategori pengeluaran utama di Sumatera Barat tahun 2024. Wilayah ini berada pada urutan ketiga untuk pengeluaran bukan makanan, pengeluaran total makanan dan bukan makanan, serta pengeluaran makanan per kapita. Pertumbuhan pengeluaran bukan makanan di wilayah ini mencapai 21,1 persen, menjadi pertumbuhan tertinggi diantara seluruh kota dan kabupaten di provinsi Sumatera Barat.
Kota Payakumbuh
Badan Pusat Statistik mencatat Kota Payakumbuh menempati urutan keempat untuk seluruh kategori pengeluaran utama di Sumatera Barat tahun 2024. Berbeda dengan tiga wilayah teratas, Kota Payakumbuh mencatatkan penurunan sedikit untuk pengeluaran bukan makanan sebesar 2,9 persen dan penurunan sedikit untuk pengeluaran total makanan dan bukan makanan sebesar 2,7 persen selama satu tahun terakhir. Wilayah ini juga menempati urutan ketiga untuk pengeluaran perawatan kulit seprovinsi.