Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran perawatan kulit per kapita sebulan di Kabupaten Karang Asem pada tahun 2024 sebesar 30974 rupiah, mengalami penurunan 17,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 37386 rupiah. Pengeluaran ini sedikit di atas rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk kecantikan di wilayah tersebut yang sebesar 25423 rupiah, dan hanya menyumbang sebagian kecil dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa yang sebesar 135256 rupiah.
Dari tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran perawatan kulit di Kabupaten Karang Asem menunjukkan fluktuasi yang jelas. Pada tahun 2018, pengeluaran sebesar 24912 rupiah, lalu sedikit turun menjadi 23827 rupiah pada 2019. Tahun 2020 terjadi kenaikan 18,8 persen menjadi 28304 rupiah, sebelum sedikit turun menjadi 25097 rupiah pada 2021. Tahun 2022 pengeluaran naik 6,8 persen menjadi 26797 rupiah, kemudian mencapai pengeluaran tertinggi pada 2023 sebesar 37386 rupiah dengan kenaikan 39,5 persen, sebelum turun kembali pada 2024.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Aneka Barang dan Jasa Kab. Minahasa Utara | 2024)
Kabupaten Karang Asem menempati peringkat ke-9 di antara 9 kabupaten/kota di provinsi Bali untuk pengeluaran perawatan kulit tahun 2024. Dibandingkan dengan lima kabupaten/kota teratas, pengeluarannya jauh lebih rendah: Kota Denpasar (peringkat 1, 143765 rupiah, naik 23 persen), Kabupaten Badung (peringkat 2, 135907 rupiah, naik 34,1 persen), Kabupaten Tabanan (peringkat 3, 83606 rupiah, sedikit turun 3,4 persen), Kabupaten Gianyar (peringkat 4, 77552 rupiah, sedikit turun 2,2 persen), dan Kabupaten Bangli (peringkat 5, 63002 rupiah, turun 12,7 persen). Penurunan pengeluaran perawatan kulit di Karang Asem adalah yang terbesar di antara kelima wilayah tersebut.
Dibandingkan dengan kategori pengeluaran lain di Kabupaten Karang Asem, pengeluaran perawatan kulit lebih rendah daripada sabun mandi (43064 rupiah), makanan jadi (126541 rupiah), dan rokok serta tembakau (79244 rupiah). Hal ini menunjukkan bahwa pengeluaran perawatan kulit masih menjadi prioritas kedua bagi masyarakat dibandingkan barang-barang pokok dan konsumsi lain yang dianggap lebih penting.
Kota Denpasar
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kota Denpasar tahun 2024 sebesar 1639727 rupiah, naik 31,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini menempati peringkat 1 di provinsi Bali untuk kategori ini. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan sebesar 2621625 rupiah, naik 5,3 persen, sedangkan pengeluaran makanan sebesar 981898 rupiah, naik 34,4 persen dan menempati peringkat 2 di Bali. Pertumbuhan pengeluaran bukan makanan yang tinggi mencerminkan peningkatan daya beli masyarakat untuk barang dan jasa non-esensial termasuk perawatan kulit.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Sulawesi Selatan 2018 - 2024)
Kabupaten Badung
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kabupaten Badung tahun 2024 sebesar 1502940 rupiah, naik 45,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menempati peringkat 2 di Bali. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan sebesar 2584651 rupiah, naik 10,2 persen, sedangkan pengeluaran makanan sebesar 1081710 rupiah, naik 52,9 persen dan menempati peringkat 1 di provinsi. Pertumbuhan pengeluaran perawatan kulit sebesar 34,1 persen sejalan dengan pertumbuhan pengeluaran makanan dan bukan makanan yang tinggi, menunjukkan kekuatan daya beli masyarakat yang kuat.
Kabupaten Gianyar
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kabupaten Gianyar tahun 2024 sebesar 1127702 rupiah, naik 3,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menempati peringkat 3 di Bali. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan sebesar 1940086 rupiah, turun 10 persen, sedangkan pengeluaran makanan sebesar 812384 rupiah, naik 27,1 persen dan menempati peringkat 3 di provinsi. Pengeluaran perawatan kulit sedikit turun 2,2 persen, yang sesuai dengan penurunan pengeluaran total, menunjukkan masyarakat lebih berhati-hati dalam mengeluarkan uang untuk barang non-esensial.
Kabupaten Karang Asem
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kabupaten Karang Asem tahun 2024 sebesar 482269 rupiah, naik 16,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menempati peringkat 9 di Bali. Pengeluaran total makanan dan bukan makanan sebesar 968084 rupiah, turun 10,2 persen, sedangkan pengeluaran makanan sebesar 485815 rupiah, naik 17,3 persen dan menempati peringkat 9 di provinsi. Pengeluaran perawatan kulit turun 17,2 persen, yang lebih tajam daripada penurunan pengeluaran total, menunjukkan masyarakat lebih memprioritaskan pengeluaran makanan daripada perawatan kulit pada tahun 2024.