Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk perawatan kulit di Kota Semarang pada tahun 2024 mencapai 95594 rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 28,8 persen dibandingkan tahun 2023 yang hanya tercatat 74227 rupiah per kapita per bulan. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.
(Baca: Update 2025: PDRB ADHB per Kapita Kabupaten Klungkung Rp.57,2 Juta)
Sepanjang periode 2018 sampai 2024, pengeluaran perawatan kulit di Kota Semarang mengalami pergerakan naik turun. Pada tahun 2018 tercatat 113198 rupiah, kemudian turun pada tahun 2019 menjadi 65868 rupiah. Setelah itu nilai naik secara bertahap sampai mencapai pengeluaran tertinggi pada tahun 2022 sebesar 123645 rupiah, sebelum kembali turun pada tahun 2023.
Besar pengeluaran perawatan kulit Kota Semarang tahun 2024 setara dengan 21,7 persen dari total pengeluaran aneka barang jasa per kapita. Nilai ini juga lebih tinggi 28 persen dibandingkan rata-rata pengeluaran kecantikan secara umum, dan berada sedikit di bawah pengeluaran untuk sabun mandi per kapita bulanan. Untuk perbandingan, pengeluaran ini sekitar seperempat dari pengeluaran masyarakat untuk rokok dan tembakau setiap bulan.
Berdasarkan data perbandingan seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang menempati urutan pertama untuk kategori pengeluaran perawatan kulit tahun 2024. Di urutan kedua terdapat Kota Magelang dengan nilai 95520 rupiah, disusul Kota Surakarta 88833 rupiah, Kota Tegal 83543 rupiah dan Kota Salatiga 79995 rupiah. Secara nasional, Kota Semarang berada di urutan 57 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia.
Kota Salatiga
Kota Salatiga mencatat total pengeluaran per kapita per bulan gabungan makanan dan bukan makanan mencapai 2426481 rupiah pada tahun 2024, menjadikannya wilayah dengan pengeluaran per kapita tertinggi se Jawa Tengah. Untuk kategori bukan makanan, wilayah ini juga menempati urutan pertama dengan nilai 1543192 rupiah, mengalami kenaikan sedikit sebesar 3,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran perawatan kulit di wilayah ini berada di urutan kelima seprovinsi dengan pertumbuhan 16,2 persen tahun 2024.
Kota Magelang
(Baca: Harga Makanan, Minuman dan Tembakau di Kota Surakarta Bulan Juni Turun 0,13%)
Kota Magelang menjadi wilayah kedua dengan pengeluaran per kapita bukan makanan tertinggi di Jawa Tengah tahun 2024 dengan nilai 1102304 rupiah, mengalami kenaikan 14,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk pengeluaran perawatan kulit, wilayah ini hampir menyamai Kota Semarang dengan nilai 95520 rupiah, hanya berbeda 74 rupiah saja. Wilayah ini menempati urutan kedua seprovinsi untuk kategori pengeluaran perawatan kulit, naik satu peringkat dari tahun sebelumnya.
Kota Surakarta
Kota Surakarta mencatat pengeluaran per kapita bulanan untuk makanan sebesar 830514 rupiah, menempati urutan kedua se Jawa Tengah tahun 2024. Untuk kategori perawatan kulit, wilayah ini mencatat nilai 88833 rupiah dengan pertumbuhan 29,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi diantara kota besar di provinsi ini. Secara total pengeluaran gabungan, Kota Surakarta tetap berada di urutan kedua seprovinsi.
Kota Tegal
Kota Tegal mencatat penurunan pengeluaran per kapita gabungan makanan dan bukan makanan sebesar 16 persen pada tahun 2024, menjadi satu-satunya kota besar di Jawa Tengah yang mengalami penurunan signifikan tahun ini. Meskipun demikian, pengeluaran perawatan kulit di wilayah ini masih mencapai 83543 rupiah dan menempati urutan keempat seprovinsi. Wilayah ini juga mencatat penurunan sebesar 8,6 persen untuk kategori pengeluaran perawatan kulit dibandingkan tahun 2023.
Sepanjang lima tahun terakhir, rata-rata pengeluaran perawatan kulit Kota Semarang berada di angka 92067 rupiah per kapita per bulan. Nilai tahun 2024 sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata lima tahun tersebut. Sementara untuk rata-rata tiga tahun terakhir, nilai tahun 2024 juga mencatat angka yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata periode 2021 sampai 2023.
Catatan anomali terlihat pada tahun 2022 dimana pengeluaran perawatan kulit Kota Semarang melonjak sangat tinggi mencapai 42,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sebelum kemudian turun 40 persen pada tahun 2023. Pergerakan turun sedalam itu tidak pernah terjadi pada periode lain dalam tujuh tahun data yang tercatat. Setelah penurunan tahun 2023, nilai kembali naik hampir 29 persen pada tahun 2024.