Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk kebutuhan kecantikan di Kota Surakarta pada tahun 2025 mencapai 50013 Rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 33,2 persen dibandingkan tahun 2024. Angka ini menjadi pengeluaran tertinggi yang tercatat selama seri data tahun 2018 hingga 2025 untuk wilayah tersebut.
(Baca: Persentase Pengangguran 2025 di Kabupaten Subang 6,8 Persen)
Selama periode 8 tahun pencatatan, pengeluaran kecantikan di Kota Surakarta menunjukkan pergerakan naik turun yang jelas. Pada tahun 2020 sempat mencatat kenaikan 15 persen, kemudian turun selama dua tahun berturut-turut hingga tahun 2022. Tahun 2023 kembali naik sedikit, lalu turun pada tahun 2024 sebelum akhirnya mencatat lonjakan tertinggi pada tahun 2025.
Jika dibandingkan dengan total pengeluaran per kapita, anggaran untuk kecantikan hanya menyumbang sekitar 11,6 persen dari total pengeluaran perawatan, 52 persen dari pengeluaran sabun mandi, dan hanya sekitar 9,3 persen dari total pengeluaran aneka barang dan jasa per kapita per bulan. Nilai ini juga masih lebih kecil dibandingkan pengeluaran untuk rokok dan tembakau yang mencapai rata-rata 98701 Rupiah per kapita per bulan.
Berdasarkan peringkat se-provinsi Jawa Tengah, Kota Surakarta berada di urutan ke 6 untuk kategori pengeluaran kecantikan tahun 2025. Lima wilayah yang berada di atasnya secara berurutan adalah Kota Salatiga, Kota Semarang, Kota Magelang, Kabupaten Semarang dan Kabupaten Sukoharjo. Secara nasional, Kota Surakarta menempati urutan 141 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia, dan urutan 42 di seluruh wilayah pulau Jawa.
Kondisi Pengeluaran Makanan Wilayah Sekitar
(Baca: Harga Aluminium Turun Menjadi US$3.246 per Ton per Jumat, 14 Agustus 2026)
Badan Pusat Statistik juga mencatat untuk kategori pengeluaran makanan per kapita per bulan, pola di Kota Surakarta sejajar dengan wilayah sekitarnya. Sebagai perbandingan Kota Semarang mencatat pengeluaran makanan terbesar se-Jawa Tengah dengan nilai 1002809 Rupiah pada tahun 2025, tumbuh sedikit 1,7 persen dari tahun sebelumnya. Sementara itu Kota Salatiga berada di urutan kedua dengan nilai 895945 Rupiah, diikuti Kota Tegal pada urutan ketiga dengan nilai 808317 Rupiah.
Pengeluaran Bukan Makanan
Untuk kategori pengeluaran bukan makanan, Kota Surakarta berada di luar 5 besar wilayah dengan pengeluaran tertinggi di Jawa Tengah. Kota Semarang kembali memimpin dengan nilai 1548642 Rupiah per kapita per bulan pada tahun 2025, tumbuh 4 persen dari tahun sebelumnya. Kota Salatiga hampir tidak mengalami perubahan nilai pada tahun ini, hanya tumbuh 0 persen dan tetap berada di urutan kedua provinsi. Kota Magelang justru mengalami penurunan sebesar 3,8 persen untuk kategori ini.
Total Pengeluaran Keseluruhan
Apabila digabungkan total pengeluaran makanan dan bukan makanan, Kota Semarang tetap menjadi wilayah dengan daya beli tertinggi se-Jawa Tengah dengan total 2551451 Rupiah per kapita per bulan tahun 2025. Nilai ini tumbuh sedikit 3,1 persen dari tahun sebelumnya. Kota Salatiga berada di urutan kedua dengan nilai hampir sama yaitu 2439521 Rupiah, hanya tumbuh 0,5 persen. Semua wilayah 10 besar provinsi untuk total pengeluaran tidak mengalami perubahan peringkat secara signifikan pada tahun ini.