Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Bengkulu Utara pada tahun 2025 tercatat sebesar 177.943 rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 16,5 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebelumnya mencapai 213.149 rupiah per kapita per bulan. Sepanjang periode data 2018 hingga 2025, tercatat pengeluaran tertinggi pada tahun 2024, sedangkan pengeluaran terendah tercatat pada tahun 2022 dengan nilai hanya 143.200 rupiah per kapita per bulan.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Sumatera Utara 2025)
Sepanjang delapan tahun periode pencatatan, nilai pengeluaran untuk kategori ini mengalami pergerakan naik turun secara signifikan. Pada tahun 2018 dimulai dengan nilai 162.000 rupiah, kemudian sedikit turun pada dua tahun berturut-turut, lalu naik 6,2 persen pada tahun 2021. Terjadi penurunan besar sebesar 16 persen pada tahun 2022, sebelum kembali naik 42,7 persen pada tahun 2023 dan sedikit naik lagi pada tahun 2024 sebelum akhirnya turun drastis pada tahun 2025.
Berdasarkan data perbandingan seprovinsi Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Utara menempati urutan ke 8 dari 10 kabupaten dan kota untuk kategori pengeluaran aneka barang dan jasa tahun 2025. Di atasnya berturut-turut terdapat Kota Bengkulu dengan nilai 433.291 rupiah, Kabupaten Bengkulu Selatan 286.922 rupiah, Kabupaten Kaur 233.572 rupiah, Kabupaten Kepahiang 220.140 rupiah, serta Kabupaten Mukomuko 214.805 rupiah. Posisi peringkat ini tidak berubah dibandingkan posisi pada tahun sebelumnya.
Untuk kategori pengeluaran total masyarakat per kapita per bulan, Kabupaten Bengkulu Utara juga menempati urutan ke 8 seprovinsi Bengkulu pada tahun 2025 dengan nilai total 1.306.007 rupiah. Nilai pengeluaran aneka barang dan jasa menyumbang sekitar 13,6 persen dari total pengeluaran seluruh masyarakat di wilayah ini. Sementara itu pengeluaran untuk makanan tercatat sebesar 727.705 rupiah dan pengeluaran bukan makanan tercatat sebesar 578.303 rupiah per kapita per bulan.
Kota Bengkulu
Kota Bengkulu secara konsisten menempati urutan pertama di seluruh wilayah provinsi Bengkulu untuk seluruh kategori pengeluaran masyarakat. Pada tahun 2025, total pengeluaran per kapita per bulan mencapai 2.517.137 rupiah, dengan pengeluaran makanan sebesar 985.040 rupiah dan pengeluaran bukan makanan mencapai 1.532.097 rupiah. Wilayah ini mengalami kenaikan total pengeluaran sebesar 8,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi satu-satunya wilayah yang mengalami kenaikan di atas 8 persen untuk kategori total pengeluaran.
(Baca: Statistik Nilai Ekspor Menurut Kelompok Barang Makanan Minuman Minuman Keras dan Tembakau Periode 2019-2025)
Kabupaten Mukomuko
Kabupaten Mukomuko menempati urutan kedua seprovinsi untuk total pengeluaran masyarakat, meskipun mengalami penurunan sebesar 4 persen pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengeluaran per kapita per bulan di wilayah ini tercatat sebesar 1.658.110 rupiah, dengan pengeluaran makanan mencapai 819.134 rupiah dan pengeluaran bukan makanan sebesar 838.976 rupiah. Khusus untuk kategori aneka barang dan jasa, wilayah ini menempati urutan kelima dengan nilai 214.805 rupiah.
Kabupaten Kepahiang
Kabupaten Kepahiang mencatatkan pertumbuhan pengeluaran masyarakat paling tinggi di seluruh provinsi Bengkulu pada tahun 2025. Total pengeluaran masyarakat naik sebesar 21,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, membawa wilayah ini naik tiga peringkat menjadi urutan ketiga seprovinsi. Pada tahun 2025 total pengeluaran per kapita per bulan mencapai 1.513.950 rupiah, dengan pengeluaran makanan sebesar 766.426 rupiah dan pengeluaran bukan makanan mencapai 747.524 rupiah.
Kabupaten Bengkulu Selatan
Kabupaten Bengkulu Selatan menempati urutan keempat seprovinsi untuk total pengeluaran masyarakat tahun 2025 dengan nilai 1.433.155 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini mengalami kenaikan total pengeluaran sebesar 6,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pengeluaran makanan tercatat 696.574 rupiah dan pengeluaran bukan makanan mencapai 736.581 rupiah. Khusus kategori aneka barang dan jasa, wilayah ini mengalami kenaikan sangat besar sebesar 62,1 persen sehingga menempati urutan kedua seprovinsi.