Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Landak mencapai 149008 rupiah pada tahun 2024. Nilai ini turun sebesar 19,7 persen dibandingkan tahun 2023 yang sebelumnya tercatat 185660 rupiah per kapita per bulan. Sepanjang periode 2018 hingga 2024, terjadi pergerakan nilai yang naik turun, dengan catatan pengeluaran tertinggi terjadi pada tahun 2023.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Kep. Bangka Belitung 2025)
Nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi ini menyumbang 10,4 persen dari total pengeluaran per kapita sebulan masyarakat Kabupaten Landak yang mencapai 1428589 rupiah pada tahun yang sama. Jika dibandingkan posisi tahun 2021, nilai pengeluaran kategori ini masih tercatat lebih tinggi sebesar 35,6 persen. Selama lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan tahunan kategori ini mencapai 7,1 persen.
Berdasarkan data perbandingan se-provinsi Kalimantan Barat, Kabupaten Landak menempati urutan ke 13 dari 14 kabupaten dan kota untuk kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2024. Posisi ini tidak berubah dibandingkan urutan pada tahun sebelumnya. Di tingkat nasional, kabupaten ini menempati urutan ke 370 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia untuk kategori yang sama.
Tercatat hanya tiga kabupaten kota di Kalimantan Barat yang mengalami penurunan pengeluaran makanan dan minuman jadi lebih dalam dibandingkan Kabupaten Landak pada tahun 2024. Kota Singkawang mencatat penurunan sebesar 3,7 persen, Kabupaten Ketapang turun 10,1 persen dan Kabupaten Melawi mencatat penurunan sebesar 13,7 persen. Sementara itu Kabupaten Sekadau mencatat kenaikan tertinggi sebesar 31,7 persen pada periode yang sama.
Kota Pontianak
Kota Pontianak secara konsisten menempati urutan pertama seluruh wilayah Kalimantan Barat untuk hampir seluruh kategori pengeluaran masyarakat. Pada tahun 2024, total pengeluaran per kapita per bulan di wilayah ini mencapai 2270782 rupiah, dengan pengeluaran makanan dan minuman jadi tercatat 326038 rupiah. Nilai ini naik sebesar 12,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadikan Kota Pontianak sebagai satu-satunya wilayah perkotaan yang tetap mencatat kenaikan positif untuk kategori ini pada tahun 2024.
(Baca: Nilai Tertinggi Jalur Prestasi Masuk ke SMA NEGERI 10 DEPOK | 2025)
Kabupaten Sambas
Kabupaten Sambas menempati urutan kedua provinsi untuk pengeluaran makanan dan minuman jadi dengan nilai 285566 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024. Wilayah ini mencatat kenaikan sebesar 22,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, merupakan kenaikan terbesar kedua di seluruh Kalimantan Barat setelah Kabupaten Sekadau. Total pengeluaran masyarakat per kapita di Kabupaten Sambas mencapai 1301904 rupiah, dengan posisi urutan ke 12 untuk kategori total pengeluaran seluruh wilayah.
Kota Singkawang
Kota Singkawang mencatat pengeluaran makanan dan minuman jadi sebesar 228733 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024. Nilai ini turun sedikit sebesar 3,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, namun tetap menempati urutan ketiga di seluruh provinsi. Total pengeluaran per kapita wilayah ini mencapai 1711527 rupiah, menempati urutan kedua Kalimantan Barat untuk kategori total pengeluaran masyarakat seluruh kategori.
Kabupaten Sekadau
Kabupaten Sekadau mencatat kinerja tertinggi untuk pertumbuhan pengeluaran makanan dan minuman jadi se-Kalimantan Barat pada tahun 2024, dengan kenaikan sebesar 31,7 persen menjadi 189417 rupiah per kapita per bulan. Posisi wilayah ini naik dari urutan ke 11 menjadi urutan ke 4 pada tahun ini, melampaui enam kabupaten lain yang sebelumnya berada di atasnya. Total pengeluaran per kapita di kabupaten ini juga naik sebesar 21,8 persen, menjadi pertumbuhan tertinggi seluruh provinsi untuk tahun 2024.