Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran masyarakat Kabupaten Blora untuk perawatan kulit tahun 2024 sebesar 41155 rupiah per kapita per bulan. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 16,8 persen dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 49455 rupiah per kapita per bulan. Pengeluaran ini menyumbang sekitar 23 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa sebesar 179069 rupiah di wilayah tersebut.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Makanan dan Minuman Jadi Kab. Gayo Lues | 2024)
Sejak tahun 2018, pengeluaran perawatan kulit masyarakat Blora mengalami fluktuasi yang jelas. Tahun 2018, pengeluaran masih berada di level 24164 rupiah per kapita per bulan, lalu naik sebesar 35,8 persen menjadi 32803 rupiah pada tahun 2019. Tahun 2020, pengeluaran kembali naik sebesar 26,9 persen menjadi 41619 rupiah, sebelum menurun sebesar 14,3 persen menjadi 35651 rupiah pada tahun 2021. Tahun 2022 menjadi tahun dengan pengeluaran tertinggi sebesar 50820 rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 42,5 persen dari tahun sebelumnya.
Dibandingkan dengan kategori pengeluaran lain, pengeluaran perawatan kulit Blora tahun 2024 sedikit lebih tinggi dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk kecantikan sebesar 38098 rupiah. Namun, pengeluaran ini jauh lebih rendah dibandingkan pengeluaran untuk makanan jadi sebesar 239413 rupiah, rokok dan tembakau sebesar 135311 rupiah, serta sabun mandi sebesar 47490 rupiah. Selisih pengeluaran perawatan kulit tahun 2024 dengan tahun 2023 mencapai minus 8299,5 rupiah per kapita per bulan.
Untuk perbandingan wilayah, Kabupaten Blora menempati peringkat ke-28 dari 35 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah untuk pengeluaran perawatan kulit tahun 2024. Di tingkat nasional, wilayah ini berada di peringkat ke-388, dan di Pulau Jawa berada di peringkat ke-93. Wilayah dengan pengeluaran perawatan kulit tertinggi di Jawa Tengah tahun 2024 adalah Kota Semarang sebesar 95594 rupiah per kapita per bulan dengan pertumbuhan sebesar 28,8 persen, diikuti Kota Magelang sebesar 95520 rupiah dengan pertumbuhan 9,4 persen, Kota Surakarta sebesar 88833 rupiah dengan pertumbuhan 29,4 persen, Kota Tegal sebesar 83543 rupiah dengan penurunan 8,6 persen, dan Kota Salatiga sebesar 79995 rupiah dengan pertumbuhan 16,2 persen.
(Baca: Total Pinjaman Rupiah Periode 2013-2024)
Rata-Rata Pengeluaran per Kapita Sebulan Bukan Makanan
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk barang dan jasa bukan makanan di Kabupaten Blora tahun 2024 sebesar 545848 rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 21,2 persen dari tahun 2023 yang mencapai 450234,78 rupiah. Wilayah ini menempati peringkat ke-21 dari 35 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah untuk kategori ini. Dibandingkan dengan Kota Semarang yang berada di peringkat pertama dengan pengeluaran sebesar 1322997 rupiah, pengeluaran Blora masih jauh lebih rendah. Namun, pertumbuhan pengeluaran bukan makanan Blora tahun 2024 lebih tinggi dari pertumbuhan Kota Magelang sebesar 1,8 persen dan Kota Surakarta sebesar minus 3,7 persen.
Rata-Rata Pengeluaran per Kapita Sebulan Makanan dan Bukan Makanan
Rata-rata pengeluaran total per kapita sebulan (makanan dan bukan makanan) di Kabupaten Blora tahun 2024 sebesar 1180281 rupiah, dengan penurunan sebesar 2,3 persen dari tahun 2023 yang mencapai 1207808 rupiah. Wilayah ini menempati peringkat ke-24 dari 35 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah untuk kategori ini. Kota Semarang masih menjadi wilayah dengan pengeluaran tertinggi di Jawa Tengah sebesar 2237782 rupiah dengan pertumbuhan 14,3 persen, sedangkan Kabupaten Wonosobo berada di peringkat terakhir sebesar 980037 rupiah dengan penurunan 14,9 persen.
Rata-Rata Pengeluaran per Kapita Sebulan Untuk Makanan
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kabupaten Blora tahun 2024 sebesar 634433 rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 12,7 persen dari tahun 2023 yang mencapai 562969,45 rupiah. Wilayah ini menempati peringkat ke-21 dari 35 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah untuk kategori ini. Kota Semarang memiliki pengeluaran makanan tertinggi di Jawa Tengah sebesar 914785 rupiah dengan pertumbuhan 14,7 persen, sedangkan Kabupaten Wonosobo berada di peringkat terakhir sebesar 535488 rupiah dengan pertumbuhan 0,1 persen. Pengeluaran makanan Blora tahun 2024 sedikit lebih tinggi dari pengeluaran Kabupaten Boyolali sebesar 601052 rupiah dan Kabupaten Jepara sebesar 594828 rupiah.