Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang dan jasa di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada tahun 2024 mencapai 332.460 rupiah. Nilai ini menunjukkan penurunan sebesar 15.2% dibanding tahun sebelumnya, dengan selisih pengeluaran turun 59.565 rupiah dari tahun 2023. Komponen pengeluaran terbesar dalam kategori ini adalah makanan jadi dengan rata-rata 241.256 rupiah per kapita sebulan, diikuti oleh rokok dan tembakau sebesar 143.939 rupiah per kapita sebulan.
(Baca: Persentase Pengangguran 2024 di Kabupaten Tojo Una Una 2,47%)
Selama tujuh tahun dari 2018 hingga 2024, pengeluaran per kapita Kota Sorong untuk aneka barang dan jasa mengalami fluktuasi yang cukup signifikan. Pada tahun 2019, pengeluaran naik sebesar 20.2% menjadi 364.312 rupiah, sebelum turun drastis sebesar 25.5% pada tahun 2020 menjadi 271.578 rupiah. Tahun 2021 melihat kenaikan sebesar 35.6% menjadi 368.159 rupiah, lalu sedikit turun sebesar 12.3% pada 2022, naik lagi sebesar 21.4% pada 2023, dan akhirnya turun sebesar 15.2% pada 2024. pengeluaran tertinggi terjadi pada tahun 2023 sebesar 392.025 rupiah, sedangkan terendahnya pada tahun 2020.
BPS mencatat bahwa pada tahun 2024, Kota Sorong menempati peringkat ketiga dalam pengeluaran aneka barang dan jasa di provinsi Papua Barat Daya, di belakang Kabupaten Maybrat dan Kabupaten Sorong. Kabupaten Maybrat memiliki pengeluaran tertinggi sebesar 444.395 rupiah per kapita sebulan dengan pertumbuhan sebesar 2.4% dibanding tahun sebelumnya. Kabupaten Sorong berada di peringkat kedua dengan pengeluaran 373.346 rupiah, yang sedikit turun sebesar 8.5% dari tahun 2023. Sementara itu, Kabupaten Tambrauw berada di peringkat keempat dengan pengeluaran 237.600 rupiah, yang naik sebesar 4.1% dibanding tahun sebelumnya.
Data pendukung dari BPS menunjukkan bahwa komponen lain dalam pengeluaran aneka barang dan jasa Kota Sorong termasuk sabun mandi dengan rata-rata 96.322 rupiah per kapita sebulan, perawatan sebesar 85.081 rupiah, dan kecantikan sebesar 56.695 rupiah. Rata-rata pengeluaran selama tiga tahun terakhir (2022-2024) adalah 349.179 rupiah per kapita sebulan, yang lebih tinggi dibanding rata-rata lima tahun terakhir (2019-2023) sebesar 344.021 rupiah. Namun, penurunan pada tahun 2024 membuat nilai ini lebih rendah dibanding rata-rata tiga tahun tersebut.
Rata-rata pengeluaran aneka barang dan jasa Kota Sorong selama lima tahun terakhir menunjukkan pola yang tidak stabil, dengan kenaikan dan penurunan yang terjadi setiap tahunnya. Peningkatan tertinggi terjadi pada tahun 2021 sebesar 35.6%, sedangkan penurunan tertinggi terjadi pada tahun 2020 sebesar 25.5%. Fluktuasi ini menunjukkan bahwa pengeluaran masyarakat Kota Sorong untuk aneka barang dan jasa dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi lokal dan perubahan kebutuhan masyarakat.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Mamuju Utara Menurut Sektor pada 2024)
Kabupaten Maybrat
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa Kabupaten Maybrat menempati peringkat pertama dalam berbagai kategori pengeluaran masyarakat di provinsi Papua Barat Daya pada tahun 2024. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di kabupaten ini mencapai 1.160.975 rupiah, naik sebesar 44.1% dibanding tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk bukan makanan juga naik sebesar 13.6% menjadi 1.058.541 rupiah per kapita sebulan. Namun, total pengeluaran makanan dan bukan makanan sedikit turun sebesar 14.1% menjadi 2.219.517 rupiah per kapita sebulan, meskipun masih menjadi pengeluaran tertinggi di provinsi ini. Peningkatan yang signifikan dalam pengeluaran makanan menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan pengeluaran non makanan di kabupaten ini selama tahun 2024.
Kota Sorong
Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa Kota Sorong menempati peringkat kedua dalam rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di provinsi Papua Barat Daya pada tahun 2024, dengan nilai sebesar 887.276 rupiah yang sedikit turun sebesar 0.2% dibanding tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan di kota ini mencapai 809.463 rupiah per kapita sebulan, naik sebesar 11.7% dari tahun 2023. Total pengeluaran makanan dan bukan makanan turun sebesar 9.1% menjadi 1.696.739 rupiah per kapita sebulan. Meskipun terjadi penurunan dalam total pengeluaran, peningkatan pengeluaran makanan menunjukkan bahwa masyarakat Kota Sorong masih mengalokasikan sebagian besar pendapatan untuk kebutuhan pangan selama tahun 2024.
Kabupaten Sorong
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa Kabupaten Sorong menempati peringkat ketiga dalam rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di provinsi Papua Barat Daya pada tahun 2024, dengan nilai sebesar 828.994 rupiah yang naik sebesar 19.9% dibanding tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan di kabupaten ini mencapai 821.696 rupiah per kapita sebulan, naik sebesar 12.7% dari tahun 2023. Total pengeluaran makanan dan bukan makanan turun sebesar 16.7% menjadi 1.650.691 rupiah per kapita sebulan. Peningkatan yang signifikan dalam pengeluaran non makanan menunjukkan bahwa masyarakat Kabupaten Sorong mulai mengalokasikan lebih banyak pendapatan untuk kebutuhan selain pangan selama tahun 2024, meskipun total pengeluarannya mengalami penurunan.
Kabupaten Tambrauw
Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa Kabupaten Tambrauw menempati peringkat keempat dalam berbagai kategori pengeluaran masyarakat di provinsi Papua Barat Daya pada tahun 2024. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di kabupaten ini mencapai 484.456 rupiah, naik sebesar 27.6% dibanding tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan mencapai 688.089 rupiah per kapita sebulan, naik sebesar 18.9% dari tahun 2023. Total pengeluaran makanan dan bukan makanan turun sebesar 30% menjadi 1.172.545 rupiah per kapita sebulan. Meskipun total pengeluarannya turun secara signifikan, pertumbuhan pengeluaran makanan dan non makanan yang cukup tinggi menunjukkan bahwa masyarakat Kabupaten Tambrauw masih memiliki daya beli yang cukup untuk kebutuhan dasar selama tahun 2024.