Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk perawatan kulit di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan pada tahun 2024 mencapai 146888 rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 27,8 persen dibandingkan tahun 2023, dengan selisih tambahan pengeluaran sebesar 31945 rupiah per orang setiap bulannya. Posisi pengeluaran ini menempatkan Kabupaten Boven Digoel pada urutan pertama seluruh kabupaten dan kota di lingkungan Provinsi Papua Selatan, urutan kedua se-Pulau Papua, serta urutan kedelapan secara nasional seluruh kabupaten kota di Indonesia.
(Baca: Cuaca Sorong Hari Ini, 07 September 2026: Hujan Ringan dengan Suhu 24-30 °C)
Jika dibandingkan pos pengeluaran lain masyarakat, pengeluaran perawatan kulit ini setara dengan 52,6 persen dari rata-rata pengeluaran sabun mandi, 5,7 kali lipat dari rata-rata pengeluaran kecantikan umum, serta 120,8 persen dari rata-rata pengeluaran makanan jadi per kapita per bulan. Nilai pengeluaran perawatan kulit juga menyumbang 25,5 persen dari total pengeluaran aneka barang jasa masyarakat wilayah ini setiap bulannya.
Data historis sejak tahun 2018 menunjukkan pergerakan pengeluaran perawatan kulit di wilayah ini mengalami dua periode penurunan berturut-turut setelah tahun 2019. Pada tahun 2019 pengeluaran mencapai 82885 rupiah, kemudian sedikit turun 1,4 persen pada tahun 2020, kembali sedikit turun 9,4 persen pada 2021 dan sedikit turun 5,9 persen pada 2022. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2023 dengan penambahan 64,9 persen dari tahun sebelumnya, sebelum kembali naik 27,8 persen pada tahun 2024 menjadi nilai pengeluaran tertinggi sepanjang periode data.
Untuk lingkungan Provinsi Papua Selatan, terdapat tiga kabupaten lain yang menjadi pembanding. Kabupaten Mappi mencatat pengeluaran perawatan kulit 2024 sebesar 113872 rupiah dengan kenaikan hanya 0,8 persen dari tahun sebelumnya. Kabupaten Merauke berada di urutan ketiga dengan nilai 109852 rupiah dan kenaikan 16,6 persen. Sementara Kabupaten Asmat berada di urutan terakhir dengan nilai 76028 rupiah dan kenaikan 11,9 persen. Peringkat seluruh kabupaten ini tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kabupaten Merauke
Badan Pusat Statistik mencatat total pengeluaran per kapita bulanan gabungan makanan dan bukan makanan di Kabupaten Merauke mencapai 2307978 rupiah pada tahun 2024, naik 18,5 persen dari tahun sebelumnya dan menempati peringkat pertama tertinggi di seluruh Provinsi Papua Selatan. Pengeluaran makanan saja di wilayah ini mencapai 1067179 rupiah per kapita per bulan, naik 20,5 persen. Nilai total pengeluaran ini hampir dua kali lipat dibandingkan nilai pengeluaran total Kabupaten Mappi yang berada di urutan paling bawah.
(Baca: PDRB ADHB per Kapita Kabupaten Pidie Jaya Rp.29,75 Juta Data per 2025)
Kabupaten Boven Digoel
Kabupaten Boven Digoel menempati peringkat kedua untuk total pengeluaran per kapita bulanan di Provinsi Papua Selatan dengan nilai total 1341639 rupiah pada tahun 2024. Nilai ini mengalami sedikit penurunan sebesar 0,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun pos pengeluaran makanan justru naik sebesar 11 persen. Penurunan ini terjadi pada pos pengeluaran bukan makanan yang turun sebesar 13,3 persen, meskipun nilai pengeluaran perawatan kulit justru mencatat kenaikan tertinggi dibandingkan seluruh kabupaten lain di provinsi ini.
Kabupaten Asmat
Total pengeluaran per kapita bulanan gabungan makanan dan bukan makanan di Kabupaten Asmat mencapai 1215027 rupiah pada tahun 2024, naik 6 persen dari tahun sebelumnya dan menempati peringkat ketiga di Provinsi Papua Selatan. Pengeluaran makanan di wilayah ini mencapai 703926 rupiah per kapita per bulan, naik 7,6 persen, sementara pengeluaran bukan makanan naik sedikit sebesar 3,9 persen. Nilai pengeluaran perawatan kulit di wilayah ini masih menjadi yang terendah dibandingkan tiga kabupaten lainnya, dengan pertumbuhan yang juga masih di bawah rata-rata provinsi.
Kabupaten Mappi
Kabupaten Mappi menempati peringkat keempat untuk total pengeluaran per kapita bulanan di Provinsi Papua Selatan dengan nilai total 1128222 rupiah pada tahun 2024, naik 12,2 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan di wilayah ini mencapai 629132 rupiah per kapita per bulan, naik 9,2 persen, sementara pengeluaran bukan makanan naik 16,2 persen. Meskipun mengalami kenaikan cukup tinggi untuk total pengeluaran, pertumbuhan pengeluaran perawatan kulit di wilayah ini hanya tercatat 0,8 persen, menjadi pertumbuhan paling rendah di seluruh provinsi pada tahun 2024.