Rupiah BI JISDOR Menguat Tipis Meski Masih di Radar 18 Ribu (Kamis, 16 Juli 2026)
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) dari Bank Indonesia (BI) menunjukkan, nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah tercatat sebesar Rp18.041 pada penutupan perdagangan Kamis (16/7/2026).
Nilainya menguat tipis 0,12% dari perdagangan hari sebelumnya yang sebesar Rp18.064 per US$. Penguatan telah terjadi selama tiga hari beruntun, seperti terlihat pada grafik.
Melansir Katadata, pergerakan kurs rupiah pada hari ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor eksternal, antara lain data inflasi produsen Amerika Serikat yang menunjukkan pelemahan tekanan harga.
Dalam analisis pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, pada Kamis (16/7/2026), indeks harga produsen (producer price index/PPI) AS secara tak terduga turun 0,3% pada Juni, lebih rendah dari ekspektasi pasar yang memperkirakan tidak ada perubahan secara bulanan.
Menurut Ibrahim, kondisi itu memperkuat keyakinan pelaku pasar bahwa tekanan inflasi di AS mulai mereda sehingga mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat.
Dari dalam negeri, pemerintah tengah menyiapkan berbagai langkah fiskal dan kebijakan pasar guna mengendalikan inflasi, khususnya dari komponen pangan bergejolak (volatile food) serta meningkatnya biaya produksi industri.
Upaya tersebut difokuskan untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus mengantisipasi dampak kenaikan harga kemasan yang turut memengaruhi harga produk makanan.
Selain itu, sentimen positif juga datang dari BI yang menyatakan independensinya tetap mendapat pengakuan dari lembaga pemeringkat internasional.
Hal tersebut tercermin dalam laporan terbaru S&P Global Ratings yang masih memberikan kepercayaan terhadap independensi bank sentral Indonesia.
“Alhasil, otoritas moneter bisa mengambil kebijakan yang positif bagi ekonomi Indonesia. Bank Indonesia terus berkomitmen untuk memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran dalam memperkuat stabilitas dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” katanya.
(Baca Katadata oleh Nuzulia Nur: Rupiah Ditutup Menguat, Sentimen Inflasi AS Reda Diimbangi Ketegangan Timur Tengah)
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Jun) | 3,34% | +0.26 | |
| Inflasi mom (Jun) | 0,44% | +0.16 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 18.059 | +0.08 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Ekspor Migas (Mei) | 758,10 | -34.38 | |
| Neraca perdagangan (Mei) | -1,61 | -1,907.18 | |
| Impor Migas (Mei) | 4,51 | -1.82 | |
| Ekspor (Mei) | 23,20 | -8.30 | |
| Impor (Mei) | 24,81 | -1.59 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jun) | 114,65 | +0.76 |