Rupiah BI JISDOR Melemah di Level Rp17.753 per Dolar AS (Rabu, 17 Juni 2026)
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) dari Bank Indonesia (BI) menunjukkan, nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah tercatat sebesar Rp17.753 pada penutupan perdagangan Rabu (17/6/2026).
Nilai ini melemah 0,19% dari penutupan perdagangan pada Senin (15/6/2026) yang sebesar Rp17.719. Level rupiah pada Senin lalu pun menjadi yang terkuat sejak awal Juni 2026.
Melansir Katadata, kurs rupiah loyo di tengah sikap pelaku pasar yang menanti keputusan kebijakan moneter bank sentral AS maupun BI.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, sentimen pasar dipengaruhi menguatnya indeks dolar AS yang didorong optimisme terhadap peluang tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran guna mengakhiri konflik di Timur Tengah.
Kesepakatan tersebut mencakup perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari dan membuka peluang bagi Iran untuk kembali mengekspor minyak.
(Baca: Ini Kekhawatiran Publik di Tengah Pelemahan Nilai Tukar Rupiah)
“Presiden AS Donald Trump mengatakan, kesepakatan itu akan mengesampingkan senjata nuklir untuk Teheran dan seorang pejabat AS mengatakan kesepakatan itu akan memungkinkan Iran untuk menjual minyak setelah penandatanganan,” kata Ibrahim.
Meski demikian, pasar masih dibayangi ketidakpastian mengenai keberlanjutan gencatan senjata tersebut. Sejumlah insiden keamanan di kawasan, termasuk serangan pesawat nirawak di Lebanon selatan, menunjukkan situasi geopolitik masih rentan.
Dari dalam negeri, perhatian investor juga tertuju pada pelaksanaan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berlangsung pada 17-18 Juni 2026. RDG kali ini menjadi sorotan setelah BI secara mengejutkan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50% melalui RDG mingguan pekan lalu.
BI sebelumnya telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin dalam RDG bulanan. Menurut Ibrahim, langkah agresif BI tersebut menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang sempat mengalami tekanan cukup besar terhadap dolar AS dalam beberapa bulan terakhir.
(Baca Katadata oleh Nuzulia Nur: Rupiah Loyo ke 17.762 per US$, Investor Tunggu Sinyal The Fed dan Keputusan BI)
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Mei) | 3,08% | +0.66 | |
| Inflasi mom (Mei) | 0,28% | +0.15 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 18 | +0.25 | |
| Neraca perdagangan (Apr) | 89,10 | -97.32 | |
| Ekspor Migas (Apr) | 1,16 | -9.81 | |
| Impor Migas (Apr) | 4,60 | +45.09 | |
| Ekspor (Apr) | 25,30 | +12.32 | |
| Impor (Apr) | 25,21 | +31.28 | |
| Kunjungan Wisman (Apr) | 1,25 | +14.75 | |
| NTP (Mei) | 113,79 | +1.34 |