Menurut laporan World Gold Council, permintaan emas global pada 2025 mencapai 5.002,3 ton, tumbuh 1% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Permintaan ini berasal dari sektor pembuatan perhiasan, teknologi, investasi, bank sentral dan institusi lainnya, serta transaksi luar bursa (over-the-counter/OTC) dan lainnya.
Kenaikan tersebut didorong permintaan di sektor investasi yang mencapai 2.175,3 ton, atau melonjak 84% (yoy).
“Motif safe-haven dan diversifikasi menjadi tema konsisten yang mendorong minat investasi sepanjang tahun, di samping motivasi yang didorong oleh pergerakan harga itu sendiri,” tulis World Gold Council.
Sementara, volume permintaan emas dari sektor pembuatan perhiasan sebanyak 1.638 ton, anjlok 19% (yoy).
Menurut World Gold Council, penurunan volume permintaan perhiasan sudah diperkirakan sepenuhnya di tengah kondisi harga emas yang terus menerus mencetak rekor tertinggi.
“Namun, sentimen terhadap perhiasan emas tetap sangat positif, terbukti dari nilai permintaan global yang naik 18% ke rekor US$172 miliar,” jelasnya.
Adapun pembelian emas oleh bank sentral dan institusi lainnya sebanyak 863,3 ton, anjlok 21% (yoy). Namun, World Gold Council mengatakan, angka ini tetap tinggi secara historis.
(Baca: Bank Sentral AS Kantongi Cadangan Emas Terbesar Dunia pada Q3 2025)
Di sektor teknologi, permintaan emas global pada 2025 sebanyak 322,8 ton atau turun 1% (yoy). Sekalipun berkurang, permintaan ini cukup stabil.
“Permintaan di sektor teknologi terpantau stabil meskipun terjadi gangguan di ruang elektronik konsumen, yang didukung oleh pertumbuhan berkelanjutan dalam aplikasi terkait kecerdasan buatan (AI),” ucapnya.
Adapun permintaan emas global di sektor OTC dan lainnya sebanyak 2,9 ton, longsor hingga 99% (yoy).
(Baca: Harga Emas Cenderung Turun dalam 16 Hari Perang AS-Israel vs Iran)