IHSG Melemah Usai BI Tahan Suku Bunga Acuan (Rabu, 22 April 2026)
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,24% ke level 7.541,61 pada penutupan perdagangan Rabu (22/4/2026).
Pelemahan terjadi setelah Bank Indonesia (BI) mengumumkan suku bunga acuan BI-Rate ditahan di level 4,75%, suku bunga deposit facility tetap 3,75%, dan lending facility tetap 5,50%.
"Keputusan ini masih konsisten dengan upaya meningkatkan efektivitas strategi penyesuaian struktur suku bunga instrumen operasi moneter dalam memperkuat stabilisasi rupiah dari dampak memburuknya kondisi perekonomian global akibat perang di Timur Tengah," kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam konferensi pers, dilansir dari Katadata.co.id.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tiga sektor terkoreksi hari ini. Sektor barang baku turun paling dalam 0,68%, disusul sektor energi yang turun 0,16% dan sektor properti turun 0,03%.
Sementara delapan sektor lainnya menguat, sektor transportasi memimpin dengan kenaikan 4,76%, diikuti barang konsumen non-primer yang naik 1,21% dan sektor industri naik 1,14%.
Menurut data RTI Business, frekuensi perdagangan saham dalam negeri hari ini 2,95 juta kali transaksi, total saham berpindah tangan 49,44 miliar lembar, dan nilai transaksi mencapai Rp18,15 triliun.
Sebanyak 440 saham ditutup naik hari ini, lalu 240 saham turun, dan 141 saham stagnan.
Emiten top loser hari ini adalah KICI yang anjlok 14,91%, diikuti DEFI dan LCKM yang masing-masing terkoreksi 14,60% dan 10,26%.
Di sisi lain, emiten berkode COAL menjadi top gainer setelah menguat 33,96%, diikuti KOTA yang naik 29,52% dan BDMN yang menguat 25%.
Bursa kawasan Asia sore ini ditutup variatif. Indeks Nikkei naik 0,40% ke 59.585,86; indeks Hang Seng turun 1,22% ke 26.163,24; indeks Shanghai naik 0,52% ke 4.106,26; dan indeks Strait Times turun 0,24% ke 5.002,72.
(Baca: IHSG Kembali Ditutup Melemah 0,46% (Selasa, 21 April 2026))