PT Kimia Farma Tbk (KAEF) membukukan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp334,95 miliar pada 2025.
Kerugian bersih ini menyusut 60,23% dibanding tahun sebelumnya (year-on-year/yoy), dengan tekor yang mencapai Rp842,27 miliar.
Meskipun begitu, pendapatan bersih KAEF justru turun 7,20% (yoy) menjadi Rp9,22 triliun pada 2025.
Hal tersebut dipengaruhi penjualan lokal yang turun 7,79% (yoy) menjadi Rp9,03 triliun, sedangkan penjualan luar negeri tumbuh 34,80% (yoy) menjadi Rp185,82 miliar.
Adapun beban pokok penjualan emiten BUMN ini tertekan 11,90% (yoy) menjadi Rp6,15 triliun.
Sampai akhir 2025, Kimia Farma memiliki total aset sebesar Rp14,18 triliun. Nilainya turun 4,99% dari tahun sebelumnya (yoy).
(Baca: PDRB ADHB Sektor Industri Kimia, Farmasi dan Obat Tradisional Periode 2013-2024)