PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) membukukan laba yang dapat diatribusikan ke entitas induk sebesar US$137,70 juta pada 2025.
Perolehan tersebut anjlok 14,20% secara tahunan (year-on-year/yoy), di mana laba bersih PGEO pada 2024 sebesar US$160,49 juta.
Laba PGEO turun meski pendapatannya pada 2025 naik 6,29% (yoy) menjadi US$432,73 juta.
Pendapatan mereka ditopang penjualan uap dan listrik kepada PT PLN Indonesia Power dan PLN yang totalnya mencapai US$415,42 juta, naik 6,37% (yoy).
Pendapatan PGEO dari tunjangan produksi pihak ketiga juga naik 4,32% (yoy) menjadi US$17,31 juta.
Namun, beban pokoknya membengkak 19,76% (yoy) menjadi US$199,66 juta.
Per 31 Desember 2025, PGEO mencatatkan aset sebesar US$3,03 miliar, tumbuh 1,23% (yoy).
Asetnya terdiri atas liabilitas yang naik 0,02% (yoy) menjadi US$988,89 juta, serta ekuitas yang tumbuh 1,83% (yoy) menjadi US$2,05 miliar.
(Baca: Laba Emiten Happy Hapsoro BUVA Meroket 1.073% pada 2025)