PT Bank Jago Tbk (ARTO) menutup tahun dengan kinerja positif. Pada 2025, bank digital ini membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp276,23 miliar.
Capaian ini melonjak 115% dibanding tahun 2024 (year-on-year/yoy).
Kenaikan laba sejalan dengan pendapatan bunga dan syariah bersih ARTO yang tumbuh 59% (yoy) menjadi Rp2,47 triliun pada 2025.
(Baca: Bangkit dari Rugi, Superbank Cetak Laba Rp99,68 Miliar pada 2025)
Direktur Utama Bank Jago Arief Harris mengatakan, pertumbuhan perseroan didorong oleh peningkatan jumlah nasabah dan dana pihak ketiga (DPK).
Hingga akhir 2025, total nasabah Bank Jago mencapai 18,2 juta, termasuk 14,2 juta nasabah funding pengguna aplikasi Jago dan Jago Syariah.
Sedangkan dari sisi himpunan dana bank, DPK Bank Jago sampai 2025 mencapai Rp25,9 triliun atau tumbuh 38% (yoy).
"Kami melihat hubungan yang kuat antara pertumbuhan nasabah dan peningkatan DPK. Ini mencerminkan nasabah semakin banyak dan percaya untuk memanfaatkan produk dan layanan Bank Jago sebagai bagian dari pengelolaan keuangan mereka," kata Arief dalam siaran pers (12/3/2026).
ARTO memiliki aset senilai Rp36,51 triliun pada akhir 2025, naik 28% dibanding akhir 2024.
(Baca: Laba dan Pendapatan Allo Bank (BBHI) Meningkat pada 2025)