IHSG Menguat setelah Kebijakan Tarif Trump Dibatalkan (Senin, 23 Februari 2026)

1
Nabilah Muhamad 23/02/2026 18:25 WIB
Image Loader
Memuat...
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 24 Februari 2025-23 Februari 2026
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 1,50% ke level 8.396,08 pada penutupan perdagangan Senin (23/2/2026).

Menurut Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, penguatan indeks dipengaruhi optimisme pelaku pasar terhadap membaiknya iklim perdagangan global, setelah Mahkamah Agung (MA) Amerika Serikat (AS) membatalkan kebijakan tarif perdagangan Presiden AS Donald Trump.

"Keputusan MA tersebut tentunya akan memberikan sebuah harapan dan perbaikan iklim perdagangan global," kata Nico, dilansir Antara (23/2/2026).

Namun, Nico menilai pelaku pasar akan tetap mencermati kebijakan lanjutan Trump, yang berencana menaikkan tarif perdagangan global dari 10% menjadi 15%.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh atau 11 sektor saham menguat hari ini. Sektor barang baku memimpin dengan kenaikan hingga 3,31%, diikuti sektor transportasi dan sektor industri yang masing-masing naik 3,09% dan 1,73%.

Menurut data RTI Business, frekuensi perdagangan saham dalam negeri hari ini mencapai 3,04 juta kali transaksi. Total saham berpindah tangan mencapai 49,61 miliar lembar dengan nilai total transaksi Rp24,17 triliun.

Sebanyak 468 saham ditutup menguat hari ini, lalu 206 saham melemah, dan 142 saham stagnan.

Emiten top gainer hari ini adalah DIVA yang terbang 34,72%, diikuti YELO dan MEGA yang masing-masing menguat 27% dan 24,77%.

Di sisi lain, emiten berkode INDS menjadi top loser setelah ambruk 14,75%, disusul HILL yang turun 13,79% dan SOTS terkoreksi 10,88%. 

Bursa kawasan Asia sore ini ditutup bervariasi. Indeks Nikkei turun 1,12% ke 56.852,70; indeks Hang Seng naik 2,53% ke 27.081,91; indeks Shanghai turun 1,26% ke 4.082,07; dan indeks Strait Times naik 0,47% ke 5.041,33.

(Baca: IHSG Ditutup Melemah Lagi (Jumat, 20 Februari 2026))

Editor : Adi Ahdiat

Data Populer

Loading...