IHSG Anjlok 2%, Terpengaruh Sentimen Peringkat Utang Indonesia (Jumat, 6 Februari 2026)

1
Nabilah Muhamad 06/02/2026 18:50 WIB
Image Loader
Memuat...
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 6 Februari 2025-6 Februari 2026
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 2,08% ke level 7.935,26 pada penutupan perdagangan Jumat (6/2/2026).

Menurut Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, penurunan IHSG hari ini dipengaruhi kebijakan lembaga pemeringkat kredit global, Moody's, yang baru saja menurunkan outlook peringkat utang Indonesia.

"Sentimen negatif berasal dari penurunan outlook peringkat utang pemerintah Indonesia yang menjadi negatif, meskipun peringkat utang tetap stabil di level Baa2 (investment grade),kata Ratna Lim, dilansir dari Antara (6/2/2026).

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, 10 dari 11 sektor saham terkoreksi hari ini. Sektor barang konsumen non-primer turun paling dalam hingga 5,11%, diikuti sektor industri dan sektor energi yang masing-masing jatuh 4,51% dan 3,25%.

Sementara hanya ada satu sektor saham yang menguat, yaitu sektor transportasi yang naik 0,53%.

Menurut data RTI Business, frekuensi perdagangan saham dalam negeri hari ini 2,25 juta kali transaksi, total saham berpindah tangan 35,58 miliar lembar, dan nilai transaksi mencapai Rp19,71 triliun.

Sebanyak 646 saham ditutup melemah hari ini, lalu 107 saham menguat, dan 68 saham stagnan.

Emiten berkode PADI menjadi top loser setelah anjlok 15%, diikuti PIPA yang melemah 14,94% dan ARKO yang ambles 14,93%.

Sementara emiten top gainer hari ini adalah NZIA yang terbang 34,78%, diikuti ELPI dan LION yang masing-masing naik 24,82% dan 24,49%.

Sejalan dengan IHSG, mayoritas bursa kawasan Asia sore ini parkir di zona merah. Indeks Hang Seng turun 1,21% ke 26.559,95; indeks Shanghai turun 0,25% ke 4.065,58; indeks Strait Times turun 0,83% ke 4.934,41; sedangkan indeks Nikkei naik 0,81% ke 54.253,68.

(Baca: IHSG Ditutup Melemah Usai Rilis Pertumbuhan Ekonomi (Kamis, 5 Februari 2026))

Editor : Adi Ahdiat
Data Stories Terkini
Databoks Premium
Databoks Premium
Databoks Premium

Data Populer

Loading...