Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur kembali erupsi pada Sabtu (3/2/2024) pukul 14.19 WITA. Dalam sepekan terakhir, Gunung Ili Lewotolok sudah erupsi 3 kali.
Melansir informasi letusan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, tinggi kolom abu teramati mencapai 500 meter di atas puncak (1.923 meter di atas permukaan laut).
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur dan tenggara. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 35,5 milimeter dan durasi 40 detik.
(Baca: Gunung Ili Lewotolok Erupsi pada Kamis Siang, Tingkat Aktivitas di Level Waspada)
Menurut laporan aktivitas gunung api MAGMA Indonesia, tingkat aktivitas Gunung Ili Lewotolok di Level II (Waspada). Pengamatan kegempaan pada 3 Februari 2024 pukul 00.00-23.59 WITA menunjukkan terjadi 65 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 22,8-37,4 milimeter dan lama gempa 23-103 detik.
Kemudian, 123 kali gempa hembusan dengan amplitudo 1,6-26,1 milimeter dan lama gempa 22-110 detik serta 6 kali harmonik dengan amplitudo 2,1-9,7 milimeter dan lama gempa 63-202 detik.
PVMBG menghimbau masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok, dan masyarakat Desa Lamawolo, Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dan awan panas dari bagian timur puncak/ kawah Gunung Ili Lewotolok.
Selama tahun 2024, MAGMA Indonesia telah merekam 147 letusan/erupsi gunung api di seluruh Indonesia. Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur paling banyak erupsi (53 kali letusan) sedangkan Gunung Ili Lewotolok erupsi 8 kali.
(Baca: 10 Daerah dengan Udara Sore Hari Paling Bersih di Indonesia (Kamis, 1 Februari 2024))