2 dari 6 Provinsi Prioritas Penanganan Karhutla Nihil Hotspot (22 September 2026)
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Menurut Kementerian Kehutanan (Kemenhut), dua dari enam provinsi prioritas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terpantau nihil titik panas atau hotspot per Selasa (22/9/2026).
Adapun titik panas yang didata adalah hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence), merujuk Sistem Informasi Pemantauan Kebakaran Hutan (SiPongi).
Enam provinsi yang termasuk prioritas penanganan karhutla adalah Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Jambi, dan Riau.
Dari enam provinsi ini, Jambi dan Riau terpantau tidak memiliki titik hotspot high confidence pada Selasa (22/9/2026).
"Kalimantan Tengah masih menjadi wilayah dengan jumlah hotspot high confidence tertinggi di antara enam provinsi prioritas," kata Kemenhut dalam siaran pers, Rabu (23/9/2026).
Berikut titik hotspot di enam provinsi prioritas penanganan karhutla, merujuk SiPongi Kemenhut yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20 pada 22 September 2026 pukul 21.20 WIB:
- Kalimantan Tengah: 643 titik, meningkat dari 228 titik;
- Kalimantan Selatan: 68 titik, turun dari 71 titik;
- Kalimantan Barat: 50 titik, meningkat dari 36 titik;
- Sumatera Selatan: 17 titik, turun dari 23 titik;
- Jambi: 0 titik, turun dari 2 titik; dan
- Riau: 0 titik, tetap nihil.
Kemenhut menjelaskan, hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit dan tidak dapat langsung disamakan dengan satu kejadian kebakaran atau luas area yang terbakar.
"Satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi sebagai beberapa hotspot, sehingga seluruh indikasi tetap harus diverifikasi melalui groundcheck dan kondisi aktual di lapangan," kata Kemenhut.
(Baca: Update Korban Karhutla: 347 Luka-luka dan 4 Meninggal (9 September 2026))
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Agu) | 3,19% | +0.31 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.879 | +0.40 | |
| PDB ADHK (Q2) | 3.576,20 | +3.73 | |
| Neraca perdagangan (Jul) | 121,90 | -127.06 | |
| Ekspor Migas (Jul) | 787,60 | -26.07 | |
| Impor Migas (Jul) | 3,77 | -17.33 | |
| Ekspor (Jul) | 26,22 | +2.98 | |
| Impor (Jul) | 26,09 | +0.72 | |
| Kunjungan Wisman (Jul) | 1,53 | +9.99 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |