Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas bukan angkatan kerja di Provinsi Sulawesi Utara pada semester akhir Februari 2026 mencapai 787.597 jiwa. Nilai ini merupakan rekor tertinggi sepanjang catatan historis data sejak Februari 2008, mengalami kenaikan sebesar 92.403 jiwa atau 13,29 persen dibandingkan semester sebelumnya. Selama 37 periode pencatatan semesteran, data menunjukkan tren naik secara umum dengan fluktuasi naik turun secara periodik, dimana jumlah periode kenaikan sama dengan periode penurunan masing-masing 18 kali, tanpa ada periode stagnan.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Riau 2025)
Berdasarkan catatan historis, rata-rata pertumbuhan 3 semester terakhir mencapai 3,68 persen, angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 semester terakhir yang hanya 1,30 persen. Artinya pertumbuhan jumlah bukan angkatan kerja di wilayah ini mengalami akselerasi signifikan pada tiga semester terbaru. Pencapaian rekor terendah tercatat pada Februari 2012 dengan jumlah 564.736 jiwa, sementara lonjakan kenaikan tertinggi sepanjang sejarah terjadi pada semester terakhir ini.
Pada periode semester Februari 2026, Sulawesi Utara menempati peringkat ke-2 di wilayah Pulau Sulawesi, dan berada di peringkat 20 secara nasional. Selama 5 semester terakhir, peringkat wilayah ini secara nasional hanya bergerak stabil di kisaran peringkat 20 sampai 22, dengan kecenderungan membaik pada semester terakhir. Nilai akhir ini juga berada di atas rata-rata nilai seluruh periode historis yang tercatat sebesar 672.636 jiwa.
Jambi
Provinsi Jambi menempati peringkat tertinggi diantara daftar perbandingan dengan nilai semester terakhir 977.597 jiwa penduduk bukan angkatan kerja. Wilayah pulau Sumatera ini mengalami pertumbuhan 9,25 persen pada periode terakhir, dengan selisih penambahan 82.781 jiwa dibandingkan semester sebelumnya. Secara nasional Jambi menempati peringkat 17 se-Indonesia, merupakan nilai tertinggi pada daftar perbandingan yang disajikan pada periode pencatatan yang sama.
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Timur tercatat memiliki nilai 952.003 jiwa penduduk bukan angkatan kerja pada semester yang sama. Wilayah ini mengalami penurunan sedikit sebesar 4,84 persen atau berkurang 48.417 jiwa dibandingkan periode sebelumnya. Berada di peringkat 2 untuk wilayah Nusa Tenggara dan Bali, serta menempati urutan 18 secara nasional, nilai ini masih berada di atas angka Sulawesi Utara secara absolut.
Bali
(Baca: Inflasi Kota Kendari Agustus 2026: Kelompok Transportasi Tercatat Tertinggi)
Provinsi Bali mencatat 904.137 jiwa penduduk usia 15 tahun ke atas bukan bagian dari angkatan kerja pada semester Februari 2026. Wilayah ini mencatat pertumbuhan 12,34 persen, menjadi wilayah dengan kenaikan tertinggi kedua setelah Sulawesi Utara dalam daftar perbandingan. Berada di peringkat 3 wilayah Nusa Tenggara dan Bali, serta urutan 19 secara nasional, penambahan penduduk bukan angkatan kerja disini mencapai 99.338 jiwa dalam satu semester.
DI Yogyakarta
DI Yogyakarta tercatat memiliki 780.125 jiwa penduduk bukan angkatan kerja pada periode pencatatan terakhir. Wilayah Jawa ini hanya mengalami pertumbuhan sedikit sebesar 1,27 persen atau bertambah 9.813 jiwa dibandingkan semester sebelumnya. Menempati peringkat 6 di wilayah Pulau Jawa dan urutan 21 nasional, nilainya sedikit berada tepat di bawah nilai Sulawesi Utara pada periode yang sama.
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tengah mencatat 694.974 jiwa penduduk bukan angkatan kerja pada semester Februari 2026. Wilayah Pulau Sulawesi ini mengalami pertumbuhan 7,10 persen dengan penambahan 46.055 jiwa dibandingkan periode sebelumnya. Menempati peringkat 3 di wilayah Pulau Sulawesi, berada satu peringkat dibawah Sulawesi Utara, secara nasional wilayah ini menempati urutan 22 se-Indonesia.
Kalimantan Tengah
Kalimantan Tengah tercatat memiliki 669.618 jiwa penduduk bukan angkatan kerja pada periode terakhir. Wilayah Pulau Kalimantan ini mengalami penurunan sedikit sebesar 1,81 persen atau berkurang 12.338 jiwa dibandingkan semester sebelumnya. Menempati peringkat 4 di wilayah Kalimantan dan urutan 23 secara nasional, menjadi wilayah dengan nilai terendah dalam daftar perbandingan yang disajikan.