Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kota Probolinggo tahun 2025 sebesar 5,69 persen. Angka ini turun sebesar 0,49 persen dari tahun sebelumnya yang tercatat 6,18 persen, dengan penurunan pertumbuhan sebesar 7,93 persen. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini tercatat 14.110 jiwa, menurun sebanyak 1.130 jiwa dari tahun sebelumnya.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Mahakam Hulu | 2015 - 2025)
Sepanjang periode data 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan Kota Probolinggo pernah mencapai nilai tertinggi sebesar 23,29 persen pada tahun 2008. Nilai terendah tercatat pada tahun 2025 ini yaitu 5,69 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan terbesar naik terjadi pada 2008 sebesar 43,85 persen, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada tahun 2012 sebesar 38,44 persen.
Secara nasional, Kota Probolinggo menempati urutan 401 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia untuk indikator persentase kemiskinan tahun 2025. Urutan ini terus bergeser turun sejak tahun 2019, dimana sebelumnya pada tahun 2008 wilayah ini masih menempati urutan 99 nasional. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir sebesar 6,11 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 6,44 persen.
Perbandingan Dengan Wilayah Serumpun Di Jawa Timur
Dari 6 wilayah Jawa Timur dengan nilai persentase kemiskinan berdekatan, Kota Probolinggo memiliki penurunan persentase kemiskinan lebih besar dibanding Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Sidoarjo. Hanya Kota Madiun dan Kota Mojokerto yang mencatat penurunan persentase kemiskinan lebih besar dari wilayah ini.
Kabupaten Banyuwangi
Berada di urutan 374 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 6,13 persen dengan penurunan sebesar 6,27 persen tahun terakhir. Jumlah penduduk mencapai 1.633.334 jiwa dengan garis kemiskinan sebesar 485,01 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 67,08 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan sebesar 8,05 persen.
Kota Kediri
(Baca: Pengeluaran Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya di Maumere Bulan Agustus Naik 0,34%)
Urutan 380 nasional menjadi posisi persentase kemiskinan wilayah ini dengan nilai tercatat 6,04 persen. Penurunan angka kemiskinan berjalan sebesar 7,22 persen pada periode terakhir. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 648,51 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita mencapai 581,56 juta rupiah per tahun yang menempati urutan 5 tertinggi seluruh Indonesia.
Kota Madiun
Menempati urutan 478 nasional, persentase kemiskinan tercatat 3,89 persen dengan penurunan sebesar 11,19 persen. Angka penurunan ini menjadi yang terbesar dibanding seluruh wilayah dalam daftar perbandingan. Garis kemiskinan wilayah ini sebesar 666,07 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita tercatat 98,08 juta rupiah per tahun.
Kota Mojokerto
Persentase kemiskinan tercatat 5,05 persen dan berada di urutan 423 seluruh Indonesia. Wilayah ini mencatat penurunan angka kemiskinan sebesar 9,34 persen tahun lalu. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 630,96 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 66,24 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Sidoarjo
Urutan 456 nasional menjadi posisi persentase kemiskinan wilayah ini dengan nilai tercatat 4,40 persen. Penurunan angka kemiskinan hanya berjalan sebesar 2,87 persen, menjadi yang terkecil dibanding seluruh wilayah dalam daftar. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 145,53 juta rupiah per tahun, menempati urutan 50 nasional.
Kabupaten Tulungagung
Berada di urutan 386 nasional untuk indikator persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 5,96 persen. Penurunan angka kemiskinan berjalan sebesar 5,10 persen pada periode tahun terakhir. Garis kemiskinan tercatat 463,36 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 49,49 juta rupiah per tahun.