Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai PDRB ADHB Pertambangan dan Penggalian Provinsi Bengkulu pada kuartal kedua tahun 2025 sebesar 711,44 Rp miliar, mengalami penurunan sebesar 42,6% dibandingkan kuartal pertama tahun 2025. Nilai ini juga lebih rendah dibandingkan rata-rata tiga kuartal terakhir (sekitar 1.092,33 Rp miliar) dan rata-rata lima kuartal terakhir (sekitar 1.368,66 Rp miliar). Perkembangan data selama periode 2010-2025 menunjukkan pertumbuhan tertinggi terjadi pada kuartal ketiga tahun 2022 sebesar 42,7%, sedangkan penurunan terendah terjadi pada kuartal kedua tahun 2025. Dalam peringkat di Pulau Sumatera, Bengkulu tetap berada di posisi ke-10, sedangkan peringkat nasionalnya berada di posisi ke-29 pada kuartal ini.
(Baca: Nilai PDRB ADHB Jasa Pendidikan Periode 2013-2025)
DKI Jakarta
DKI Jakarta menempati peringkat ke-4 di Pulau Jawa dan peringkat ke-26 nasional untuk Nilai PDRB ADHB Pertambangan dan Penggalian pada kuartal terakhir. Nilai kuartal terakhirnya sebesar 1.184,33 Rp miliar, mengalami penurunan sebesar 13,45% dibandingkan kuartal sebelumnya dengan selisih nilai turun 184,07 Rp miliar. Dibandingkan nilai dua kuartal sebelumnya (1.345,37 Rp miliar), nilai kuartal terakhir masih lebih rendah. Perkembangan data selama periode terkini menunjukkan kondisi yang cenderung menurun, dengan pertumbuhan negatif yang signifikan pada kuartal ini.
Papua Barat Daya
Papua Barat Daya berada di peringkat ke-3 di Pulau Papua dan peringkat ke-27 nasional. Nilai PDRB ADHB Pertambangan dan Penggaliannya pada kuartal terakhir sebesar 979,76 Rp miliar, mengalami pertumbuhan sedikit sebesar 0,8% dibandingkan kuartal sebelumnya dengan selisih nilai sebesar 7,76 Rp miliar. Nilai dua kuartal sebelumnya sebesar 941,01 Rp miliar, sehingga nilai kuartal terakhir menunjukkan peningkatan dibandingkan periode tersebut. Perkembangan data ini menunjukkan stabilitas dengan pertumbuhan yang kecil pada kuartal ini.
Banten
Banten menempati peringkat ke-5 di Pulau Jawa dan peringkat ke-28 nasional. Nilai kuartal terakhirnya sebesar 844,78 Rp miliar, mengalami penurunan sedikit sebesar 1,29% dibandingkan kuartal sebelumnya dengan selisih nilai turun 11,08 Rp miliar. Nilai dua kuartal sebelumnya sebesar 848,58 Rp miliar, yang menunjukkan bahwa nilai kuartal terakhir hanya sedikit lebih rendah dibandingkan periode tersebut. Perkembangan data selama kuartal ini menunjukkan penurunan yang tidak signifikan, dengan nilai yang hampir stabil dibandingkan dua kuartal sebelumnya.
(Baca: PDRB Harga Konstan Total Periode 2013-2025)
Bali
Bali berada di peringkat ke-2 di Nusa Tenggara dan Bali serta peringkat ke-30 nasional. Nilai PDRB ADHB Pertambangan dan Penggaliannya pada kuartal terakhir sebesar 660,97 Rp miliar, mengalami pertumbuhan sebesar 4,34% dibandingkan kuartal sebelumnya dengan selisih nilai sebesar 27,49 Rp miliar. Nilai dua kuartal sebelumnya sebesar 655,88 Rp miliar, sehingga nilai kuartal terakhir menunjukkan peningkatan dibandingkan periode tersebut. Pertumbuhan positif ini menunjukkan perkembangan yang baik pada sektor pertambangan di Bali pada kuartal ini.
Sulawesi Barat
Sulawesi Barat menempati peringkat ke-5 di Pulau Sulawesi dan peringkat ke-31 nasional. Nilai kuartal terakhirnya sebesar 350,17 Rp miliar, mengalami pertumbuhan sebesar 17,66% dibandingkan kuartal sebelumnya dengan selisih nilai sebesar 52,57 Rp miliar. Nilai dua kuartal sebelumnya sebesar 388,29 Rp miliar, sehingga nilai kuartal terakhir masih lebih rendah dibandingkan periode tersebut. Meskipun nilai masih di bawah dua kuartal sebelumnya, pertumbuhan positif yang signifikan pada kuartal ini menunjukkan peningkatan sektor pertambangan di Sulawesi Barat.
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Timur berada di peringkat ke-3 di Nusa Tenggara dan Bali serta peringkat ke-32 nasional. Nilai PDRB ADHB Pertambangan dan Penggaliannya pada kuartal terakhir sebesar 344,99 Rp miliar, mengalami pertumbuhan sedikit sebesar 0,75% dibandingkan kuartal sebelumnya dengan selisih nilai sebesar 2,58 Rp miliar. Nilai dua kuartal sebelumnya sebesar 358,92 Rp miliar, sehingga nilai kuartal terakhir lebih rendah dibandingkan periode tersebut. Perkembangan data ini menunjukkan stabilitas dengan pertumbuhan yang sangat kecil pada kuartal ini, meskipun nilai masih di bawah dua kuartal sebelumnya.