Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat bahwa Anggaran Lain-Lain PAD yang Sah Kabupaten Sarolangun, Jambi pada tahun 2025 mencapai 45.23 Rp Miliar, mengalami pertumbuhan sebesar 55.38% dibandingkan tahun sebelumnya. Tren dari tahun 2018 hingga 2024 menunjukkan penurunan berturut-turut, dengan nilai tahun terakhir setiap tahun berkurang dari 69.32 Rp Miliar pada 2018 menjadi 29.11 Rp Miliar pada 2024. Namun, tahun 2025 terjadi perubahan arah dengan selisih kenaikan sebesar 16.12 Rp Miliar dibandingkan 2024, menjadi kenaikan tertinggi selama periode 2018-2025. Dibandingkan rata-rata nilai tiga tahun terakhir (2022-2024) yang sebesar 38.63 Rp Miliar, nilai 2025 lebih tinggi sebesar 6.6 Rp Miliar, sedangkan dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024) sebesar 47.57 Rp Miliar, nilai 2025 sedikit lebih rendah sebesar 2.34 Rp Miliar. Peringkat Kabupaten Sarolangun di pulau Sumatera naik dari posisi 106 pada 2024 ke 58 pada 2025, dan peringkat nasional meningkat dari 308 ke 169, menunjukkan peningkatan prestasi yang signifikan dalam satu tahun.
Kementerian Keuangan juga membandingkan data Anggaran Lain-Lain PAD yang Sah Kabupaten Sarolangun dengan enam daerah lain di berbagai pulau. Nilai 45.23 Rp Miliar pada 2025 berada di tingkat yang hampir sama dengan daerah-daerah tersebut, dengan nilai tertinggi di Kabupaten Aceh Singkil (45.78 Rp Miliar) dan terendah di Kabupaten Minahasa (44.31 Rp Miliar). Pertumbuhan Sarolangun sebesar 55.38% jauh melebihi rata-rata pertumbuhan daerah perbandingan yang bernilai -1.14%, menunjukkan bahwa kenaikan di Sarolangun adalah yang paling signifikan di antara semua daerah yang dibandingkan. Peringkat Sarolangun di pulau Sumatera (58) berada di bawah beberapa daerah Sumatera lain dalam perbandingan, seperti Kabupaten Aceh Singkil (55) dan Kabupaten Serdang Bedagai (56), namun masih lebih baik daripada Kabupaten Samosir (59). Di tingkat nasional, peringkat Sarolangun (169) berada di bawah semua daerah Sumatera dalam perbandingan, kecuali Kabupaten Samosir (171).
Kabupaten Aceh Singkil
Kabupaten Aceh Singkil, yang berada di pulau Sumatera, menempati peringkat ke-55 di pulau dan ke-166 di tingkat nasional untuk Anggaran Lain-Lain PAD yang Sah pada tahun 2025. Nilai tahun terakhir untuk indikator ini mencapai 45.78 Rp Miliar, sedikit lebih tinggi daripada Kabupaten Sarolangun (45.23 Rp Miliar) dan menjadi nilai tertinggi di antara semua daerah yang dibandingkan. Pertumbuhan dari tahun sebelumnya sebesar 36.62%, dengan selisih nilai sebesar 12.27 Rp Miliar, menunjukkan kenaikan yang signifikan meskipun tidak sebesar pertumbuhan Sarolangun. Rata-rata nilai tiga tahun terakhir (2023-2025) untuk daerah ini sebesar 31.01 Rp Miliar, menunjukkan bahwa pertumbuhan tahun 2025 telah membawa nilai ke tingkat yang jauh lebih tinggi daripada periode sebelumnya. Dibandingkan dengan Kota Pematang Siantar yang juga berada di pulau Sumatera, Kabupaten Aceh Singkil memiliki nilai lebih tinggi sebesar 0.4 Rp Miliar dan peringkat yang lebih baik di pulau (55 vs 57) serta nasional (166 vs 168), menunjukkan posisi yang lebih kuat dalam pengelolaan Anggaran Lain-Lain PAD yang Sah.
Kabupaten Serdang Bedagai
Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera, menempati peringkat ke-56 di pulau dan ke-167 di nasional pada tahun 2025 untuk Anggaran Lain-Lain PAD yang Sah. Nilai tahun terakhirnya sebesar 45.72 Rp Miliar, sedikit lebih rendah daripada Kabupaten Aceh Singkil tetapi masih lebih tinggi daripada Kabupaten Sarolangun. Pertumbuhan daerah ini turun 4.75%, dengan selisih nilai turun 2.28 Rp Miliar dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan penurunan sedikit dari tahun sebelumnya. Rata-rata nilai tiga tahun terakhir (2023-2025) sebesar 43.91 Rp Miliar, yang jauh lebih tinggi daripada rata-rata tiga tahun terakhir Kabupaten Sarolangun (38.63 Rp Miliar). Dibandingkan dengan Kota Pematang Siantar, Kabupaten Serdang Bedagai memiliki nilai lebih rendah sebesar 0.34 Rp Miliar tetapi peringkat yang lebih baik di pulau (56 vs 57) serta nasional (167 vs 168), meskipun pertumbuhannya negatif. Penurunan sedikit tahun 2025 disebabkan oleh nilai tahun sebelumnya yang mencapai 48 Rp Miliar, yang merupakan nilai tertinggi selama periode yang diamati untuk daerah ini.
Kota Pematang Siantar
Kota Pematang Siantar, Sumatera, menempati peringkat ke-57 di pulau dan ke-168 di nasional pada tahun 2025 untuk Anggaran Lain-Lain PAD yang Sah. Nilai tahun terakhirnya sebesar 45.38 Rp Miliar, sedikit lebih rendah daripada Kabupaten Serdang Bedagai tetapi lebih tinggi daripada Kabupaten Sambas. Pertumbuhan daerah ini turun 0.44%, dengan selisih nilai turun 0.2 Rp Miliar dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan penurunan yang sangat sedikit. Rata-rata nilai tiga tahun terakhir (2023-2025) sebesar 46.07 Rp Miliar, yang merupakan rata-rata tertinggi di antara daerah Sumatera dalam perbandingan. Dibandingkan dengan Kabupaten Samosir, Kota Pematang Siantar memiliki nilai lebih tinggi sebesar 0.47 Rp Miliar dan peringkat yang lebih baik di pulau (57 vs 59) serta nasional (168 vs 171), menunjukkan posisi yang stabil dalam pengelolaan indikator ini. Penurunan sedikit tahun 2025 tidak mengganggu posisi daerah ini sebagai salah satu daerah dengan nilai Anggaran Lain-Lain PAD yang Sah tertinggi di pulau Sumatera.
Kabupaten Sambas
Kabupaten Sambas, Kalimantan, menempati peringkat ke-34 di pulau dan ke-170 di nasional pada tahun 2025 untuk Anggaran Lain-Lain PAD yang Sah. Nilai tahun terakhirnya sebesar 45.2 Rp Miliar, sedikit lebih rendah daripada Kota Pematang Siantar dan hampir sama dengan Kabupaten Sarolangun. Pertumbuhan daerah ini turun 82.1%, dengan selisih nilai turun 207.34 Rp Miliar dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan penurunan yang sangat signifikan. Rata-rata nilai tiga tahun terakhir (2023-2025) sebesar 127.18 Rp Miliar, yang merupakan rata-rata tertinggi di antara semua daerah yang dibandingkan, meskipun nilai tahun 2025 turun drastis. Dibandingkan dengan Kabupaten Minahasa yang berada di pulau Sulawesi, Kabupaten Sambas memiliki nilai lebih tinggi sebesar 0.89 Rp Miliar tetapi peringkat nasional yang lebih baik (170 vs 172). Penurunan drastis tahun 2025 disebabkan oleh nilai tahun sebelumnya yang sangat tinggi (252.54 Rp Miliar), yang membuat pertumbuhan menjadi negatif secara signifikan meskipun nilai tahun terakhir masih berada di tingkat yang hampir sama dengan daerah lain dalam perbandingan.
Kabupaten Samosir
Kabupaten Samosir, Sumatera, menempati peringkat ke-59 di pulau dan ke-171 di nasional pada tahun 2025 untuk Anggaran Lain-Lain PAD yang Sah. Nilai tahun terakhirnya sebesar 44.91 Rp Miliar, sedikit lebih rendah daripada Kota Pematang Siantar dan lebih tinggi daripada Kabupaten Minahasa. Pertumbuhan daerah ini sebesar 25.83%, dengan selisih nilai sebesar 9.22 Rp Miliar dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan kenaikan yang signifikan. Rata-rata nilai tiga tahun terakhir (2023-2025) sebesar 37.76 Rp Miliar, yang merupakan rata-rata terendah di antara daerah Sumatera dalam perbandingan. Dibandingkan dengan Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Samosir memiliki nilai lebih rendah sebesar 0.32 Rp Miliar dan peringkat yang lebih buruk di pulau (59 vs 58) serta nasional (171 vs 169), meskipun pertumbuhannya positif. Kenaikan tahun 2025 telah membawa nilai daerah ini ke tingkat yang lebih tinggi daripada tahun sebelumnya, tetapi masih berada di bawah rata-rata nilai daerah lain dalam perbandingan, menunjukkan bahwa masih ada ruang untuk meningkatkan pengelolaan indikator ini.
Kabupaten Minahasa
Kabupaten Minahasa, Sulawesi, menempati peringkat ke-26 di pulau dan ke-172 di nasional pada tahun 2025 untuk Anggaran Lain-Lain PAD yang Sah. Nilai tahun terakhirnya sebesar 44.31 Rp Miliar, yang merupakan nilai terendah di antara semua daerah yang dibandingkan. Pertumbuhan daerah ini sebesar 18%, dengan selisih nilai sebesar 6.76 Rp Miliar dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan kenaikan yang signifikan. Rata-rata nilai tiga tahun terakhir (2023-2025) sebesar 38.3 Rp Miliar, yang lebih tinggi daripada rata-rata tiga tahun terakhir Kabupaten Sarolangun tetapi lebih rendah daripada rata-rata daerah lain dalam perbandingan. Dibandingkan dengan Kabupaten Sambas yang berada di pulau Kalimantan, Kabupaten Minahasa memiliki nilai lebih rendah sebesar 0.89 Rp Miliar dan peringkat nasional yang lebih buruk (172 vs 170). Kenaikan tahun 2025 telah membantu daerah ini meningkatkan nilai indikatornya, tetapi masih berada di posisi terendah di antara semua daerah yang dibandingkan, menunjukkan bahwa masih ada ruang untuk meningkatkan pengelolaan Anggaran Lain-Lain PAD yang Sah di Kabupaten Minahasa.