Bank Indonesia mencatat data volume ekspor karet mentah, sintetis dan pugaran SITC kode 23 untuk Provinsi Kepulauan Riau periode hingga Mei 2026 berada pada angka 15.460 ton. Sejak Agustus 2020, data ekspor komoditas ini menunjukkan tren turun secara keseluruhan dengan perubahan total mencapai minus 98,97 persen selama periode pengamatan. Pada bulan Mei 2026, nilai ekspor ini tercatat berada jauh di bawah rata-rata historis periode yang mencapai 1.062.431,45 ton.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Bangka Selatan | 2004 - 2025)
Selama 55 periode bulan yang tercatat, nilai ekspor tertinggi pernah dicapai pada Maret 2021 dengan volume 2.460.960 ton. Sebaliknya rekor nilai terendah terjadi pada Juli 2025 dengan volume hanya 140 ton. Rata-rata pertumbuhan 3 bulan terakhir tercatat sebesar 16,13 persen, sedangkan rata-rata pertumbuhan 5 bulan terakhir mencapai 83,10 persen. Ini menunjukkan periode 3 bulan terakhir memiliki pertumbuhan yang lebih lambat dan kondisi yang lebih buruk dibandingkan 5 bulan sebelumnya.
Untuk posisi peringkat, Kepulauan Riau pada bulan Mei 2026 menempati urutan ke-20 dari seluruh provinsi di Pulau Sumatera, dan urutan ke-34 secara nasional. Sebelumnya pada periode 2020 hingga awal 2025 provinsi ini secara konsisten berada di 3 besar nasional dan puncak peringkat 1 Sumatera untuk ekspor komoditas karet ini. Penurunan peringkat ini terjadi selaras dengan anjloknya volume ekspor sejak pertengahan tahun 2025.
(Baca: Harga Tembaga Naik Empat Hari Berurutan)
Sepanjang data historis tercatat 25 periode mengalami kenaikan nilai ekspor dan 29 periode mengalami penurunan, tanpa ada periode stagnan. Fluktuasi nilai ekspor terlihat sangat ekstrem, dimana pada satu periode pernah terjadi kenaikan hingga 8300 persen dan pada periode lain terjadi penurunan hingga 99 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Rata-rata pertumbuhan seluruh periode mencapai 183,64 persen yang menunjukkan adanya pergerakan nilai yang sangat dinamis antar periode bulanan.
Jawa Tengah
Provinsi Jawa Tengah sebagai pembanding mencatat volume ekspor karet mentah sebesar 610.740 ton pada periode yang sama. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 57,62 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dengan selisih penurunan mencapai 830.220 ton. Meskipun mengalami penurunan, provinsi ini tetap menempati peringkat pertama di Pulau Jawa dan urutan ke-31 secara nasional. Nilai ekspor Jawa Tengah tercatat 39,5 kali lebih besar dibandingkan nilai ekspor Kepulauan Riau pada bulan Mei 2026, menunjukkan kesenjangan performa ekspor komoditas karet yang sangat besar antar kedua wilayah.