Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) wilayah desa Provinsi Papua Barat per semester Maret 2026 berada pada angka 1,21 poin. Data historis sejak 2012 menunjukkan tren keseluruhan indeks ini terus turun, dengan total penurunan sebesar 66,67% selama 14 tahun periode pengamatan. Dibandingkan semester sebelumnya, indeks naik sedikit sebesar 0,36 poin atau setara pertumbuhan 42,35 persen. Rata-rata pertumbuhan 3 semester terakhir tercatat minus 8,82 persen, sedangkan rata-rata 5 semester terakhir tercatat minus 8,08 persen, yang menunjukkan 3 periode terbaru memiliki perbaikan kondisi lebih baik dibandingkan 5 periode sebelumnya.
(Baca: Jumlah Kabupaten dan Kota di Sulawesi Tengah 13 152 (2025))
Sepanjang catatan historis, nilai indeks keparahan kemiskinan desa Papua Barat pernah mencapai titik tertinggi sebesar 5,09 poin pada semester September 2017, dan menyentuh titik terendah sebesar 0,85 poin pada semester September 2025. Selama 28 periode pengamatan, indeks tercatat mengalami penurunan pada 15 semester, kenaikan pada 12 semester, dan tidak ada periode stagnan. Nilai indeks semester Maret 2026 saat ini tercatat berada di bawah nilai rata-rata seluruh periode yang mencapai 2,99 poin. Pada periode 5 semester terakhir, peringkat provinsi ini di wilayah Pulau Papua terus merosot dari peringkat 4 menjadi peringkat 6, demikian juga peringkat nasional yang jatuh dari peringkat 4 ke posisi 7.
Untuk semester Maret 2026, dibandingkan seluruh provinsi di Pulau Papua, Papua Barat menempati peringkat 6 terendah untuk indeks keparahan kemiskinan wilayah desa. Posisi ini berada dibawah Papua Pegunangan yang menempati peringkat 4 dengan nilai indeks 1,99 poin, dan Papua Selatan pada peringkat 5 dengan nilai 1,39 poin. Secara nasional, Papua Barat menempati urutan ke 7 dari seluruh provinsi di Indonesia untuk indikator yang sama.
Papua Pegunungan
Papua Pegunungan menempati peringkat 4 di wilayah Pulau Papua untuk indeks keparahan kemiskinan desa semester Maret 2026, dengan nilai akhir tercatat 1,99 poin. Indeks di wilayah ini naik sedikit sebesar 0,04 poin dibandingkan semester sebelumnya, dengan pertumbuhan sebesar 2,05 persen. Secara nasional provinsi ini berada pada peringkat 4, menjadikannya wilayah dengan tingkat keparahan kemiskinan desa tertinggi kedua di seluruh wilayah timur Indonesia periode ini. Nilai indeks ini tercatat 64 persen lebih tinggi dibandingkan nilai yang tercatat untuk Papua Barat pada periode yang sama.
Papua Selatan
Papua Selatan berada pada peringkat 5 di Pulau Papua dengan nilai indeks keparahan kemiskinan desa sebesar 1,39 poin per Maret 2026. Wilayah ini mencatatkan penurunan indeks sebesar 0,27 poin atau setara 16,27 persen dibandingkan semester sebelumnya, menjadi salah satu wilayah di timur Indonesia yang mencatatkan perbaikan kondisi kemiskinan paling konsisten periode terbaru. Secara nasional provinsi ini menempati urutan ke 5, hanya satu peringkat diatas Papua Barat. Nilai indeksnya tercatat 15 persen lebih tinggi dibandingkan angka Papua Barat periode sama.
Maluku
(Baca: PDRB Kabupaten Maluku Tenggara 2025: Rp4,67 Triliun, Tumbuh 4,57 Persen)
Maluku menempati peringkat pertama wilayah pulau Maluku untuk indeks keparahan kemiskinan desa, dengan nilai tercatat 1,37 poin semester Maret 2026. Wilayah ini mencatatkan penurunan indeks sebesar 0,32 poin atau 18,93 persen dibandingkan semester sebelumnya, menjadi wilayah dengan perbaikan kondisi tercepat diantara seluruh wilayah yang dibandingkan. Secara nasional Maluku berada pada peringkat 6, hanya terpaut satu peringkat diatas Papua Barat. Nilai indeks ini hanya berbeda 0,16 poin dibandingkan nilai Papua Barat periode ini.
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Timur menempati peringkat pertama wilayah Nusa Tenggara dan Bali untuk indeks keparahan kemiskinan desa dengan nilai 0,98 poin per Maret 2026. Indeks di wilayah ini naik sedikit sebesar 0,01 poin atau 1,03 persen dibandingkan periode sebelumnya, menunjukkan kondisi yang hampir stagnan. Secara nasional provinsi ini berada pada peringkat 8, satu peringkat dibawah Papua Barat. Nilai indeksnya tercatat 19 persen lebih rendah dibandingkan angka yang tercatat untuk Papua Barat pada semester yang sama.
Gorontalo
Gorontalo menempati peringkat pertama wilayah Sulawesi untuk indeks keparahan kemiskinan desa dengan nilai tercatat 0,88 poin semester Maret 2026. Wilayah ini mencatatkan penurunan indeks sebesar 0,19 poin atau setara 17,76 persen dibandingkan semester sebelumnya, menunjukkan perbaikan kondisi kemiskinan wilayah desa yang signifikan. Secara nasional provinsi ini berada pada peringkat 9, dua peringkat dibawah Papua Barat. Nilai indeksnya tercatat 27 persen lebih rendah dibandingkan nilai Papua Barat pada periode pengamatan yang sama.
Sulawesi Tengah
Sulawesi Tengah berada pada peringkat 2 wilayah Sulawesi untuk indeks keparahan kemiskinan desa dengan nilai 0,57 poin per Maret 2026. Wilayah ini mencatatkan kenaikan indeks sebesar 0,29 poin atau 103,57 persen dibandingkan semester sebelumnya, menjadi satu-satunya wilayah yang mencatatkan kenaikan indeks diatas 100 persen pada periode ini. Secara nasional provinsi ini berada pada peringkat 10, tiga peringkat dibawah Papua Barat. Nilai indeksnya tercatat 53 persen lebih rendah dibandingkan angka yang tercatat untuk Papua Barat.