Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDRB ADHB Sektor Perdagangan Besar dan Eceran serta Reparasi Mobil dan Sepeda Motor Provinsi Sumatera Barat pada tahun 2025 mencapai nilai 58.632,18 Rp miliar. Sepanjang periode 2010 hingga 2025, sektor ini mencatat tren naik secara konsisten dengan hanya satu kali penurunan yang terjadi pada tahun 2020 turun 1,72 persen. Rata-rata pertumbuhan keseluruhan periode mencapai 9,17 persen per tahun, dengan pertumbuhan 3 tahun terakhir rata-rata 7,60 persen, lebih rendah dibanding rata-rata 5 tahun terakhir yang tercatat 9,06 persen.
(Baca: Statistik Jumlah Pekerja di Sektor Real Estate Kategori Lapangan Pekerjaan Utama di Periode 2015-2025)
Sepanjang 16 tahun data historis, kenaikan tertinggi sektor ini terjadi pada tahun 2022 dengan pertumbuhan 17,45 persen, sedangkan satu-satunya penurunan hanya tercatat pada tahun 2020. Selama periode pengamatan, posisi ranking Sumatera Barat di lingkup Pulau Sumatera secara konsisten berada di peringkat 5, tanpa pergeseran posisi sejak tahun 2010. Untuk ranking nasional, posisi Sumatera Barat stabil berada di rentang peringkat 11 hingga 12 pada seluruh tahun pengamatan.
Untuk tahun 2025, nilai PDRB sektor perdagangan Sumatera Barat berada di atas rata-rata historis wilayah. Pertumbuhan tahun 2025 tercatat 6,65 persen, sedikit lebih tinggi dibanding pertumbuhan tahun sebelumnya yang mencapai 6,34 persen. Selisih penambahan nilai pada tahun 2025 mencapai 3.654,53 Rp miliar dibandingkan catatan tahun 2024. Sepanjang 5 tahun terakhir, tidak terjadi perubahan posisi ranking baik di tingkat pulau maupun tingkat nasional untuk Sumatera Barat.
Sumatera Selatan
Sumatera Selatan menempati peringkat 3 di Pulau Sumatera untuk sektor yang sama pada tahun 2025, dengan nilai total mencapai 103.021,33 Rp miliar. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 12,03 persen, menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi di kelompok wilayah perbandingan. Nilai PDRB sektor perdagangan Sumatera Selatan hampir dua kali lipat catatan Sumatera Barat pada periode yang sama, dengan selisih penambahan tahunan mencapai 11.062,63 Rp miliar. Di tingkat nasional Sumatera Selatan berada di peringkat 9.
Lampung
Lampung tercatat menempati peringkat 4 wilayah Pulau Sumatera dengan nilai PDRB sektor perdagangan sebesar 75.225,11 Rp miliar pada tahun 2025. Pertumbuhan tahunan wilayah ini mencapai 9,14 persen, dengan penambahan nilai tahunan sebesar 6.299,62 Rp miliar. Meskipun berada satu peringkat di atas Sumatera Barat, pertumbuhan Lampung masih berada di bawah rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir Sumatera Barat. Secara nasional Lampung menempati posisi peringkat 10.
(Baca: 4,52% Penduduk di Kota Banjarmasin Masuk Kategori Miskin)
Jambi
Jambi berada di posisi peringkat 6 wilayah Pulau Sumatera, satu peringkat di bawah Sumatera Barat dengan nilai PDRB sektor perdagangan sebesar 47.457,14 Rp miliar. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan 10,35 persen pada tahun tercatat, angka pertumbuhan ini lebih tinggi dibanding catatan pertumbuhan Sumatera Barat tahun 2025. Penambahan nilai tahunan Jambi mencapai 4.450,8 Rp miliar, sedangkan secara nasional provinsi ini menempati peringkat 13.
Aceh
Aceh menempati peringkat 7 wilayah Pulau Sumatera untuk sektor perdagangan tahun 2025, dengan total nilai tercatat sebesar 38.871,32 Rp miliar. Pertumbuhan tahunan Aceh mencapai 6,61 persen, hampir setara dengan catatan pertumbuhan Sumatera Barat pada tahun yang sama. Penambahan nilai tahunan Aceh tercatat 2.409,78 Rp miliar, dan secara nasional provinsi ini berada di peringkat 15, tiga tingkat di bawah posisi Sumatera Barat.
Kalimantan Timur
Kalimantan Timur meskipun berada di luar Pulau Sumatera, mencatatkan nilai PDRB sektor perdagangan sebesar 67.750,68 Rp miliar dengan pertumbuhan tahunan 14,26 persen, menjadi pertumbuhan tertinggi di seluruh kelompok perbandingan. Secara nasional provinsi ini berada di peringkat 11, satu tingkat di atas posisi Sumatera Barat. Penambahan nilai tahunan Kalimantan Timur mencapai 8.454,93 Rp miliar.
Kalimantan Barat
Kalimantan Barat mencatatkan nilai PDRB sektor perdagangan tahun 2025 sebesar 46.045,12 Rp miliar dengan pertumbuhan tahunan sebesar 6,62 persen. Angka pertumbuhan ini hampir identik dengan catatan Sumatera Barat pada periode yang sama. Secara nasional provinsi ini menempati peringkat 14, dua tingkat di bawah posisi Sumatera Barat, dengan penambahan nilai tahunan tercatat sebesar 2.857,22 Rp miliar.