Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis data Kredit Bank Umum Lapangan Usaha sektor Konstruksi untuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung periode April 2026 sebesar 209,4 Rp miliar. Data historis menunjukkan nilai kredit ini mengalami tren turun secara keseluruhan sejak pencatatan dimulai Maret 2015, dengan perubahan total turun 10,43% selama 11 tahun pencatatan. Pada bulan terakhir pencatatan, nilai kredit berada di bawah rata-rata historis sebesar 220,84 Rp miliar.
(Baca: Siang Hari, Harga CPO Diperdagangkan MYR 4.644 per Ton)
Rata-rata pertumbuhan 3 bulan terakhir tercatat positif sebesar 2,90%, berbalik arah dibandingkan rata-rata 5 bulan terakhir yang mencatatkan pertumbuhan negatif turun 1,10%. Hal ini menunjukkan terjadi perbaikan pertumbuhan kredit konstruksi dalam 3 bulan terakhir setelah periode pelemahan pada dua bulan sebelumnya. Sepanjang sejarah data, nilai kredit tertinggi pernah dicapai pada September 2023 sebesar 337,13 Rp miliar, sementara titik terendah tercatat pada Januari 2024 sebesar 62,49 Rp miliar.
Untuk posisi peringkat di wilayah Pulau Sumatera, Kepulauan Bangka Belitung menempati urutan ke-9 pada bulan April 2026. Secara nasional, provinsi ini berada di peringkat 30 dari seluruh provinsi di Indonesia. Dibandingkan provinsi lain di Sumatera, nilai kredit konstruksi Bangka Belitung masih berada di bawah Aceh yang mencatatkan 435,4 Rp miliar, namun lebih tinggi dibandingkan Bengkulu yang berada di peringkat 10 Pulau Sumatera dengan nilai 148,5 Rp miliar.
Aceh
Aceh menempati peringkat 8 wilayah Pulau Sumatera dan peringkat 27 nasional untuk nilai kredit konstruksi bulan terakhir dengan nilai tercatat 435,4 Rp miliar. Provinsi ini mencatatkan pertumbuhan negatif turun 2,34% dibandingkan bulan sebelumnya, dengan selisih penurunan nilai sebesar 10,45 Rp miliar. Nilai kredit konstruksi di Aceh menjadi yang tertinggi diantara seluruh provinsi yang tercatat dalam data perbandingan, hampir dua kali lipat lebih besar dibandingkan nilai kredit di Kepulauan Bangka Belitung.
Maluku
Maluku mencatatkan nilai kredit konstruksi sebesar 310,23 Rp miliar pada periode terakhir, menempati peringkat 1 wilayah Pulau Maluku dan peringkat 28 secara nasional. Provinsi ini mencatatkan pertumbuhan positif tertinggi diantara seluruh wilayah perbandingan yaitu sebesar 12,33% dibandingkan bulan sebelumnya, dengan kenaikan nilai sebesar 34,05 Rp miliar. Pertumbuhan ini menjadikan Maluku sebagai satu-satunya wilayah yang mencatatkan pertumbuhan dua digit pada periode pencatatan terakhir.
(Baca: Nilai PDRB ADHB Transportasi dan Pergudangan di Papua | 2026)
Kalimantan Utara
Kalimantan Utara berada di peringkat 5 wilayah Pulau Kalimantan dan peringkat 29 nasional dengan nilai kredit konstruksi tercatat 302,9 Rp miliar. Wilayah ini mengalami penurunan sedikit turun 1,11% dibandingkan bulan sebelumnya, dengan selisih penurunan nilai sebesar 3,39 Rp miliar. Nilai kredit di provinsi ini masih 44,7% lebih tinggi dibandingkan nilai kredit konstruksi yang tercatat di Kepulauan Bangka Belitung pada periode yang sama.
Bengkulu
Bengkulu menempati urutan terakhir yaitu peringkat 10 di wilayah Pulau Sumatera dan peringkat 31 secara nasional untuk indikator kredit konstruksi. Nilai kredit yang tercatat pada periode terakhir adalah 148,5 Rp miliar, dengan pertumbuhan positif sebesar 3,42% dibandingkan bulan sebelumnya. Meskipun mengalami pertumbuhan positif, nilai kredit di Bengkulu tetap 29% lebih rendah dibandingkan nilai kredit yang dicapai oleh Kepulauan Bangka Belitung.
Gorontalo
Gorontalo berada di peringkat 5 wilayah Pulau Sulawesi dan peringkat 32 nasional dengan nilai kredit konstruksi tercatat sebesar 144,58 Rp miliar. Provinsi ini mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 6,20% dibandingkan bulan sebelumnya, dengan kenaikan nilai sebesar 8,44 Rp miliar. Nilai kredit di Gorontalo menjadi yang terendah kedua diantara seluruh wilayah yang tercatat dalam data perbandingan periode ini.
Sulawesi Barat
Sulawesi Barat menempati peringkat 6 wilayah Pulau Sulawesi dan peringkat 33 secara nasional untuk nilai kredit konstruksi bulan terakhir. Nilai kredit yang tercatat adalah 107,75 Rp miliar, dengan pertumbuhan positif sedikit sebesar 2,34% dibandingkan bulan sebelumnya. Nilai ini menjadikan Sulawesi Barat sebagai provinsi dengan nilai kredit konstruksi terendah diantara seluruh wilayah yang tercatat dalam data perbandingan.