Persentase Penduduk Perempuan di yang Mempunyai Keluhan Kesehatan di Papua Barat Daya | 2024
Mohon maaf, telah terjadi kesalahan
Untuk sementara, data ini tidak dapat ditampilkan. Kami sedang berusaha memperbaikinya.
Kembali ke Home- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Persentase Penduduk Perempuan di Perkotaan dan Perdesaan yang Mempunyai Keluhan Kesehatan di Papua Barat Daya pada tahun 2024 adalah sebesar 17.8 Persen. Data ini menunjukkan adanya perubahan dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan data historis, pertumbuhan Persentase keluhan kesehatan perempuan Papua Barat Daya pada tahun 2024 mengalami penurunan, dimana tidak ada data pembanding dengan tahun sebelumnya, sehingga tidak bisa dihitung pertumbuhan nya. Peringkat Papua Barat Daya menurut pulau adalah 2, dan peringkat secara nasional adalah 32. Anomali terjadi karena data historis hanya mencatat satu tahun saja, yakni tahun 2024.
(Baca: Jumlah Penduduk Menurut Umur di Kota Binjai | 2024)
Dibandingkan dengan provinsi lain di Pulau Papua, Papua Barat Daya menempati peringkat ke-2. Papua sendiri memiliki nilai lebih rendah yaitu 15.32 Persen dengan ranking di pulau yang sama berada di posisi ke-3, sementara Papua Barat menduduki peringkat ke-4 dengan nilai 14.74 Persen. Secara nasional, Papua Barat Daya berada di peringkat ke-32.
Data dari BPS menunjukkan bahwa persentase keluhan kesehatan perempuan di Papua Barat Daya mengalami fluktuasi dalam lima tahun terakhir. Tahun 2024 menjadi tahun pertama data ini tersedia, sehingga belum bisa dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Karena baru satu tahun data yang tersedia, sulit untuk menyimpulkan tren jangka panjang. Namun, data awal ini memberikan gambaran mengenai kondisi kesehatan perempuan di Papua Barat Daya dan dapat menjadi dasar untuk evaluasi dan intervensi kebijakan di masa mendatang.
Kalimantan Timur
Di Kalimantan Timur, Persentase penduduk perempuan yang memiliki keluhan kesehatan mencapai 21.83 Persen, menempatkannya pada peringkat ke-4 di pulau Kalimantan. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya turun 3.03 Persen. Pertumbuhan negatif turun 12.19 Persen menunjukkan tantangan dalam peningkatan kesehatan perempuan di wilayah ini, mengingat pertumbuhan ini lebih buruk dibandingkan rata-rata nasional. Secara nasional, Kalimantan Timur berada pada peringkat ke-29. Dibandingkan dengan lima tahun sebelumnya, angka ini menunjukkan fluktuasi dengan tren menurun.(Baca: Data Historis Rata - Rata Upah di Lampung Periode 2018-2023)