Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDRB ADHK Sektor Peternakan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada akhir tahun 2025 mencapai nilai 649,41 Rp miliar. Nilai ini merupakan angka tertinggi sepanjang periode pencatatan sejak 2010, tumbuh sebesar 3,21 persen dibandingkan tahun 2024. Selama 16 tahun periode data, sektor ini tercatat mengalami kenaikan pada 14 periode, hanya sekali mengalami penurunan yaitu pada tahun 2020 turun 2,48 persen.
(Baca: PDB Menurut Daya Beli di Armenia 2024)
Selama 3 tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan sektor peternakan di provinsi ini berada di angka 1,75 persen, angka ini lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang mencapai 3,89 persen. Pertumbuhan tertinggi sepanjang sejarah terjadi pada tahun 2018 dengan kenaikan 9,15 persen, sedangkan satu-satunya kontraksi terjadi pada tahun 2020. Selama periode 2010 hingga 2024, posisi peringkat provinsi ini di lingkungan Pulau Sumatera secara konsisten berada di urutan ke 10.
Pada tahun 2025, peringkat nasional Kepulauan Bangka Belitung naik satu peringkat menjadi urutan 28 secara nasional dari sebelumnya peringkat 29 yang bertahan selama 13 tahun berturut-turut. Nilai PDRB sektor peternakan tahun 2025 juga tercatat berada di atas nilai rata-rata seluruh periode pencatatan sebesar 497,32 Rp miliar. Secara kumulatif selama 16 tahun, nilai sektor ini mengalami peningkatan total sebesar 105,51 persen dengan rata-rata pertumbuhan tahunan tetap sebesar 4,92 persen.
Gorontalo
Provinsi Gorontalo menempati urutan 25 secara nasional untuk PDRB ADHK sektor peternakan tahun 2025 dengan nilai tercatat 917,59 Rp miliar. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 0,75 persen pada tahun terakhir, dengan selisih kenaikan nilai sebesar 6,79 Rp miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Di lingkungan Pulau Sulawesi, provinsi ini berada di urutan ke 5, memiliki nilai PDRB sektor peternakan 41,3 persen lebih tinggi dibandingkan nilai yang dicapai Kepulauan Bangka Belitung pada periode yang sama.
Sulawesi Barat
Sulawesi Barat berada di peringkat 26 nasional dengan nilai PDRB ADHK sektor peternakan tahun 2025 sebesar 793,44 Rp miliar. Pertumbuhan tahunan wilayah ini mencapai 5,03 persen, dengan penambahan nilai sebesar 37,97 Rp miliar dari tahun sebelumnya. Di Pulau Sulawesi, provinsi ini menempati urutan ke 6, mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata 3 tahun terakhir Kepulauan Bangka Belitung, dengan nilai total masih 22,18 persen di atas nilai Kepulauan Bangka Belitung.
Kepulauan Riau
(Baca: Pengeluaran Informasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan di Tanjung Pandan Bulan Juni Naik 0,82%)
Kepulauan Riau sebagai satu-satunya provinsi lain di Pulau Sumatera pada daftar perbandingan menempati peringkat 27 nasional dengan nilai 748,51 Rp miliar. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan 6,33 persen pada tahun terakhir, berada di urutan ke 9 di seluruh wilayah Pulau Sumatera. Nilai sektor peternakan di Kepulauan Riau tercatat 15,26 persen lebih tinggi dibandingkan Kepulauan Bangka Belitung, dengan laju pertumbuhan tahunan yang dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan tahun 2025 Bangka Belitung.
Kalimantan Utara
Kalimantan Utara menempati posisi peringkat 29 nasional dengan nilai PDRB ADHK sektor peternakan tahun 2025 sebesar 479,69 Rp miliar. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,19 persen dengan penambahan nilai sebesar 19,27 Rp miliar pada tahun terakhir. Di lingkungan Pulau Kalimantan, provinsi ini berada di urutan ke 5, dengan nilai total sektor peternakan tercatat 26,13 persen lebih rendah dibandingkan nilai yang dicapai Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2025.
Papua Pegunungan
Papua Pegunungan menempati peringkat 30 secara nasional dengan nilai PDRB ADHK sektor peternakan tahun 2025 sebesar 477,38 Rp miliar. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 1,77 persen pada tahun terakhir, dengan posisi urutan pertama di seluruh wilayah Pulau Papua untuk indikator ini. Nilai total sektor peternakan di provinsi ini tercatat 26,49 persen lebih rendah dibandingkan nilai Kepulauan Bangka Belitung, dengan laju pertumbuhan yang hampir setara dengan rata-rata 3 tahun terakhir Bangka Belitung.
Papua
Provinsi Papua menempati urutan paling bawah yaitu peringkat 31 secara nasional untuk indikator PDRB ADHK sektor peternakan tahun 2025 dengan nilai tercatat 476,63 Rp miliar. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan tertinggi di antara seluruh provinsi pada daftar perbandingan yaitu sebesar 8,67 persen, dengan penambahan nilai sebesar 38,01 Rp miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Di lingkungan Pulau Papua, provinsi ini berada di urutan kedua tepat dibawah Papua Pegunungan, dengan nilai total 26,6 persen lebih rendah dibandingkan Kepulauan Bangka Belitung.