Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah Pegawai Negeri Sipil laki-laki di Provinsi Sumatera Utara pada akhir tahun 2025 tercatat sebanyak 72.820 orang. Selama 22 tahun periode pencatatan sejak 2004, angka ini merupakan nilai terendah yang pernah tercatat. Secara historis, jumlah PNS laki-laki di wilayah ini pernah mencapai puncak tertinggi pada tahun 2010 dengan total 115.931 orang, sebelum kemudian menunjukkan tren penurunan dominan sepanjang periode setelahnya.
(Baca: PDB Menurut Daya Beli di Nauru 2024)
Selama 3 tahun terakhir, jumlah PNS laki-laki Sumatera Utara mengalami penurunan rata-rata sebesar 3,51 persen per tahun. Angka penurunan ini menjadi lebih dalam untuk periode 5 tahun terakhir, yang tercatat memiliki rata-rata penurunan sebesar 4,17 persen setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan kondisi penurunan jumlah PNS laki-laki di wilayah ini mengalami percepatan dalam 3 tahun terakhir dibandingkan rata-rata 5 tahun sebelumnya.
Sepanjang sejarah pencatatan, Sumatera Utara secara konsisten menempati peringkat pertama jumlah PNS laki-laki di seluruh wilayah Pulau Sumatera. Untuk peringkat nasional, provinsi ini juga secara stabil menempati urutan ke-5 se-Indonesia selama lebih dari dua dekade periode data, tanpa ada pergeseran peringkat baik naik maupun turun pada seluruh tahun pencatatan.
Anomali penurunan paling tajam terjadi pada tahun 2015, dimana jumlah PNS laki-laki turun sebesar 17,77 persen dalam satu tahun. Sementara kenaikan tertinggi tercatat pada tahun 2016 dengan pertumbuhan 16,94 persen, yang menjadi satu-satunya kenaikan signifikan setelah periode puncak tahun 2010. Secara total selama 22 tahun, jumlah PNS laki-laki Sumatera Utara mengalami penyusutan sebesar 26,56 persen.
Jawa Timur
Jawa Timur menempati urutan pertama nasional jumlah PNS laki-laki tahun 2025 dengan total nilai 153.678 orang, lebih dari dua kali lipat jumlah yang tercatat di Sumatera Utara. Wilayah ini mencatat penurunan sebesar 4,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan tren penurunan yang juga terjadi pada tiga provinsi teratas nasional lainnya. Meskipun mengalami penurunan, selisih nilai Jawa Timur dengan provinsi di urutan kedua masih tercatat lebih dari 12 ribu orang, menjaga posisi teratas nasional tetap stabil.
Jawa Barat
Pada urutan kedua nasional, Jawa Barat memiliki jumlah PNS laki-laki sebanyak 141.641 orang pada akhir tahun 2025. Provinsi ini mencatat penurunan sebesar 5,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, merupakan penurunan paling dalam diantara lima provinsi dengan jumlah PNS laki-laki terbesar nasional. Selisih nilai Jawa Barat dengan Jawa Timur tercatat sebesar 12.037 orang, sedangkan selisih dengan provinsi urutan ketiga tercatat sebesar 7.127 orang.
(Baca: 100% Penduduk di Kabupaten Karanganyar Beragama Islam)
Jawa Tengah
Jawa Tengah menempati peringkat ketiga nasional dengan total jumlah PNS laki-laki 134.514 orang tahun 2025. Wilayah ini mencatat penurunan sebesar 4,63 persen dibandingkan tahun sebelumnya, angka penurunan yang sedikit lebih kecil dibandingkan dua provinsi diatasnya. Secara nilai absolut, jumlah PNS laki-laki di Jawa Tengah masih hampir dua kali lipat jumlah yang tercatat pada Sumatera Utara di urutan kelima nasional.
DKI Jakarta
DKI Jakarta menjadi satu-satunya provinsi dari lima besar nasional yang mencatat pertumbuhan positif jumlah PNS laki-laki tahun 2025, dengan peningkatan sebesar 5,17 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan total nilai 125.977 orang, provinsi ini menempati urutan keempat nasional, dan merupakan satu-satunya wilayah di kelima teratas yang tidak menunjukkan tren penurunan pada tahun pencatatan terakhir.
Sumatera Utara
Sumatera Utara menempati urutan kelima nasional dan urutan pertama Pulau Sumatera dengan jumlah PNS laki-laki 72.820 orang tahun 2025. Provinsi ini mencatat penurunan sebesar 1,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya, merupakan penurunan paling kecil diantara seluruh provinsi yang mengalami penurunan pada kelompok lima terbesar nasional. Selisih nilai Sumatera Utara dengan DKI Jakarta di urutan keempat tercatat sebesar 53.157 orang.