Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data triwulanan PDRB ADHB Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Sulawesi Utara periode sampai Kuartal I 2026 sebesar 10.945,53 Rp miliar. Pada kuartal terakhir ini tercatat penurunan sedikit sebesar 0,31 persen dibandingkan kuartal sebelumnya Desember 2025 yang menjadi nilai tertinggi sepanjang sejarah data sejak 2010 sebesar 10.979,94 Rp miliar. Rata-rata pertumbuhan 3 kuartal terakhir berada di 1,06 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata 5 kuartal terakhir yang mencapai 1,24 persen. Sepanjang 65 periode data sejak Maret 2010, nilai PDRB sektor ini mengalami tren naik secara keseluruhan dengan total peningkatan 304,97 persen.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Sabun Mandi Kab. Pangkajene Dan Kepulauan | 2025)
Sulawesi Utara secara konsisten menempati peringkat ke-4 di wilayah Pulau Sulawesi selama hampir seluruh periode data, hanya pernah satu kali menempati peringkat 3 pada akhir 2014 dan akhir 2015. Pada skala nasional, posisi Sulawesi Utara saat ini berada di peringkat 20, mengalami peningkatan satu peringkat dibandingkan 5 tahun sebelumnya yang selalu berada di urutan 21 sampai 22. Penurunan sedikit pada kuartal I 2026 ini merupakan periode turun ke-17 selama 16 tahun data berjalan, sementara 47 periode lain tercatat mengalami pertumbuhan positif.
Nilai terendah PDRB sektor pertanian Sulawesi Utara tercatat pada periode awal pencatatan Maret 2010 sebesar 2.702,81 Rp miliar, sedangkan kenaikan tertinggi sepanjang sejarah terjadi pada Kuartal II 2013 dengan pertumbuhan 13,41 persen. Sementara penurunan terparah tercatat pada Kuartal I 2014 dengan kontraksi mencapai 14,35 persen. Nilai PDRB pada 5 kuartal terakhir secara keseluruhan berada di atas rata-rata historis sebesar 6.286,87 Rp miliar.
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tenggara menempati peringkat 3 di wilayah Pulau Sulawesi dan peringkat 17 nasional untuk kuartal terakhir, dengan nilai PDRB sektor pertanian sebesar 12.265,95 Rp miliar. Wilayah ini mengalami penurunan 6,36 persen dibandingkan periode sebelumnya, dengan selisih nilai penurunan mencapai 833,52 Rp miliar. Nilai ini masih lebih tinggi sebesar 12 persen dibandingkan catatan Sulawesi Utara pada periode yang sama, menjadikannya salah satu kontributor PDRB pertanian terbesar di gugusan Pulau Sulawesi.
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Barat mencatatkan pertumbuhan tertinggi diantara seluruh wilayah perbandingan, yaitu sebesar 21,59 persen pada kuartal terakhir dengan nilai PDRB mencapai 11.697,69 Rp miliar. Wilayah ini menempati peringkat 18 secara nasional, satu peringkat di bawah Sulawesi Tenggara namun tetap dua peringkat di atas posisi Sulawesi Utara. Peningkatan sebesar 2077,05 Rp miliar ini menjadi kenaikan nilai absolut terbesar pada periode triwulanan yang sama di seluruh wilayah Indonesia bagian timur.
(Baca: Total Pendapatan di Sulawesi Tengah | 2025)
Bali
Bali menempati peringkat 19 nasional dengan nilai PDRB sektor pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 10.960,79 Rp miliar, nilai ini hanya berbeda kurang dari 15 Rp miliar di atas catatan Sulawesi Utara pada kuartal yang sama. Wilayah ini mengalami penurunan sedikit sebesar 1,04 persen dibandingkan periode sebelumnya, dengan selisih penurunan sebesar 115,72 Rp miliar. Posisi Bali hanya satu peringkat di atas Sulawesi Utara, dengan selisih nilai yang sangat kecil yang dapat berubah pada periode triwulanan berikutnya.
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Timur mencatatkan nilai PDRB sektor pertanian sebesar 10.734,99 Rp miliar pada kuartal terakhir, menempati peringkat 21 secara nasional satu peringkat di bawah Sulawesi Utara. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 1,51 persen dibandingkan periode sebelumnya, dengan selisih penurunan nilai mencapai 164,69 Rp miliar. Selisih nilai antara Nusa Tenggara Timur dengan Sulawesi Utara mencapai 210,54 Rp miliar pada periode triwulanan Maret 2026.
Bengkulu
Bengkulu menempati peringkat 22 secara nasional dengan nilai PDRB sektor pertanian sebesar 9.241,95 Rp miliar, merupakan satu-satunya wilayah dari Pulau Sumatera dalam daftar perbandingan ini. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 4,39 persen pada kuartal terakhir, dengan peningkatan nilai absolut mencapai 388,76 Rp miliar. Nilai ini sekitar 15,5 persen lebih rendah dibandingkan catatan PDRB pertanian Sulawesi Utara pada periode yang sama.
Sulawesi Barat
Sulawesi Barat menempati peringkat 5 di wilayah Pulau Sulawesi dan peringkat 23 secara nasional pada kuartal terakhir, dengan nilai PDRB sektor pertanian sebesar 8.405,35 Rp miliar. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 4,91 persen dibandingkan periode sebelumnya, dengan selisih penurunan nilai mencapai 434,28 Rp miliar. Posisi ini berada satu peringkat di bawah Sulawesi Utara di lingkungan Pulau Sulawesi, dengan selisih nilai mencapai 2540,18 Rp miliar.