Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data laju pertumbuhan PDRB Aceh atas dasar harga konstan 2010 untuk periode 2011 hingga 2025. Pada tahun 2025, nilai pertumbuhan tercatat sebesar 2,97 persen, terjadi penurunan sebesar 1,69 poin persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 4,66 persen. Sepanjang 15 tahun periode pengamatan, pertumbuhan PDRB Aceh bergerak fluktuatif dengan 8 kali periode penurunan dan 6 kali periode kenaikan, tanpa ada periode stagnan.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Papua Selatan 2025)
Nilai tertinggi pertumbuhan PDRB Aceh tercatat pada tahun 2024 dengan nilai 4,66 persen, sedangkan nilai terendah terjadi pada tahun 2015 dengan angka negatif turun 0,73 persen. Rata-rata pertumbuhan seluruh periode berada di angka 3,0193 persen, dimana nilai tahun 2025 berada sedikit di bawah rata-rata keseluruhan. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir tercatat minus 8,54 persen, sementara rata-rata 5 tahun terakhir tercatat minus 167,05 persen, menunjukkan kondisi 3 tahun terakhir relatif lebih baik dibandingkan kurun 5 tahun terakhir.
Dari sisi peringkat, pada tahun 2025 Aceh menempati urutan ke 10 dari seluruh provinsi di Pulau Sumatera, serta peringkat ke 37 secara nasional. Pada 5 tahun terakhir, peringkat Aceh sempat mencapai posisi terbaik ke 3 tingkat Sumatera dan peringkat 7 nasional pada tahun 2020, sebelum kembali turun secara bertahap hingga posisi terakhir di tahun 2025. Tren keseluruhan data menunjukkan arah turun untuk nilai pertumbuhan pada periode akhir pengamatan.
Papua Selatan
Provinsi Papua Selatan menempati peringkat ke 5 secara pulau dan peringkat 34 nasional untuk tahun terakhir, dengan nilai pertumbuhan PDRB tercatat 3,39 persen. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 1,7 poin persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan persentase pertumbuhan tahunan minus 33,4 persen. Jika dibandingkan dengan Aceh, nilai pertumbuhan Papua Selatan masih lebih tinggi sebesar 0,42 poin persen, dengan peringkat nasional 3 tingkat lebih baik dibandingkan posisi Aceh di tahun 2025.
Sumatera Barat
(Baca: Inflasi Tahunan Kabupaten Sorong Juni 2026 Mencapai 1,74%)
Sumatera Barat berada di peringkat ke 9 tingkat Pulau Sumatera serta peringkat 35 secara nasional pada tahun terakhir. Nilai pertumbuhan PDRB provinsi ini tercatat 3,37 persen, mengalami penurunan sebesar 1 poin persen dibandingkan periode sebelumnya. Persentase pertumbuhan tahunan Sumatera Barat tercatat minus 22,88 persen, nilai ini sedikit lebih tinggi dibandingkan Aceh, namun memiliki peringkat nasional yang hanya satu tingkat lebih baik dibandingkan posisi Aceh tahun 2025.
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Barat menempati peringkat ke 3 tingkat wilayahnya dan peringkat 36 secara nasional, dengan nilai pertumbuhan PDRB tercatat 3,22 persen. Provinsi ini mencatat penurunan sebesar 2,08 poin persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan persentase pertumbuhan tahunan minus 39,25 persen. Nilai pertumbuhan Nusa Tenggara Barat masih berada di atas angka Aceh, dengan peringkat nasional satu tingkat lebih unggul dibandingkan posisi Aceh di tahun pengamatan terakhir.
Papua Tengah
Papua Tengah menempati peringkat ke 6 tingkat wilayah Papua dan peringkat 38 secara nasional pada tahun terakhir, menjadi satu-satunya provinsi dalam daftar perbandingan yang memiliki nilai pertumbuhan negatif sebesar minus 21,8 persen. Penurunan nilai terjadi sangat dalam sebesar 26,16 poin persen dibandingkan periode sebelumnya, dengan persentase pertumbuhan tahunan mencapai minus 600 persen. Peringkat nasional Papua Tengah satu tingkat berada di bawah peringkat Aceh pada tahun 2025.