Data yang berasal dari instansi dengan kode 53974 menunjukkan, jumlah Bank Umum Perkreditan Rakyat (BPR) di Provinsi Maluku pada tahun 2025 mencapai 22 Unit. Dalam kurun waktu 9 tahun (2017-2025), perkembangan jumlah BPR ini mengalami fluktuasi: terjadi penurunan pada 2019 dan 2020, kemudian kembali meningkat hingga tahun 2025. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada 2021 sebesar 11,11 persen, sedangkan penurunan terendah terjadi pada 2020 turun 5,26 persen. Dibandingkan rata-rata 3 tahun terakhir (2023-2025) yang sebesar 21 Unit, nilai tahun 2025 lebih tinggi sebesar 1 Unit. Sementara rata-rata 5 tahun terakhir (2021-2025) adalah 20,4 Unit, sehingga tahun 2025 menunjukkan kondisi yang lebih baik dibandingkan rata-rata tersebut. Ranking Maluku menurut pulau tetap berada di posisi 1 selama 5 tahun terakhir, sedangkan ranking seindonesia berfluktuasi antara posisi 26 dan 27.
Pada tahun 2025, Provinsi Maluku tetap memegang peringkat 1 di pulau Maluku dengan jumlah BPR 22 Unit, sedangkan Provinsi Maluku Utara berada di peringkat 2 di pulau yang sama dengan 12 Unit. Dibandingkan provinsi lain di Indonesia, Maluku berada di peringkat 26 seindonesia, sementara provinsi seperti Jambi berada di peringkat 23, Sulawesi Tenggara di 24, dan Papua di 27. Pertumbuhan Maluku pada 2025 sebesar 4,76 persen, yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan provinsi lain seperti Papua yang mengalami penurunan turun 27,59 persen dan Jambi dengan penurunan -3,33 persen.
Provinsi Jambi
Provinsi Jambi berada di peringkat 23 seindonesia pada tahun terakhir dengan jumlah BPR sebesar 29 Unit. Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah BPR di Jambi mengalami penurunan sebesar 3,33 persen, dengan selisih nilai turun 1 Unit dari tahun sebelumnya yang mencapai 30 Unit. Rata-rata 3 tahun terakhir jumlah BPR di Jambi adalah 28 Unit, sehingga nilai tahun terakhir lebih tinggi sebesar 1 Unit. Dibandingkan provinsi lain di pulau Sumatera, Jambi memiliki peringkat 8 di pulau tersebut, yang menunjukkan posisi yang lebih baik dibandingkan Bengkulu dan Kepulauan Bangka Belitung yang berada di peringkat 9 dan 10. Pertumbuhan negatif yang terjadi pada tahun terakhir ini menjadi perbedaan dengan kondisi 5 tahun terakhir, di mana sebagian besar tahun menunjukkan pertumbuhan stabil atau positif.
Provinsi Sulawesi Tenggara
Provinsi Sulawesi Tenggara berada di peringkat 24 seindonesia pada tahun terakhir dengan jumlah BPR sebesar 24 Unit. Selama tahun terakhir, jumlah BPR di provinsi ini tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan sebesar 0 persen dan selisih nilai 0 Unit. Rata-rata 3 tahun terakhir jumlah BPR di Sulawesi Tenggara adalah 24 Unit, yang sama dengan nilai tahun terakhir, menunjukkan kondisi stabil. Di pulau Sulawesi, provinsi ini berada di peringkat 4, yang menunjukkan posisi yang lebih baik dibandingkan beberapa provinsi lain di pulau yang sama. Kondisi stabil ini berlanjut selama beberapa tahun terakhir, tidak ada penurunan atau kenaikan yang signifikan dalam jumlah BPR di provinsi ini.
Provinsi Kalimantan Tengah
Provinsi Kalimantan Tengah berada di peringkat 24 seindonesia pada tahun terakhir dengan jumlah BPR sebesar 24 Unit. Sama seperti Sulawesi Tenggara, jumlah BPR di provinsi ini tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan 0 persen dan selisih nilai 0 Unit. Rata-rata 3 tahun terakhir jumlah BPR di Kalimantan Tengah adalah 23 Unit, sehingga nilai tahun terakhir lebih tinggi sebesar 1 Unit. Di pulau Kalimantan, provinsi ini berada di peringkat 4, yang menunjukkan posisi yang cukup stabil dibandingkan provinsi lain di pulau tersebut. Kondisi stabil ini menunjukkan bahwa jumlah BPR di Kalimantan Tengah tidak mengalami fluktuasi yang signifikan selama beberapa tahun terakhir.
Provinsi Papua
Provinsi Papua berada di peringkat 27 seindonesia pada tahun terakhir dengan jumlah BPR sebesar 21 Unit. Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah BPR di Papua mengalami penurunan yang signifikan sebesar 27,59 persen, dengan selisih nilai turun 8 Unit dari tahun sebelumnya yang mencapai 29 Unit. Rata-rata 3 tahun terakhir jumlah BPR di Papua adalah 24,67 Unit, sehingga nilai tahun terakhir lebih rendah sebesar 3,67 Unit. Di pulau Papua, provinsi ini berada di peringkat 1, namun penurunan yang signifikan ini membuat posisinya turun di ranking seindonesia dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan terbesar ini terjadi setelah beberapa tahun stabil, sehingga menunjukkan perubahan yang drastis dalam jumlah BPR di provinsi ini.
Provinsi Bengkulu
Provinsi Bengkulu berada di peringkat 28 seindonesia pada tahun terakhir dengan jumlah BPR sebesar 13 Unit. Selama tahun terakhir, jumlah BPR di provinsi ini tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan 0 persen dan selisih nilai 0 Unit. Rata-rata 3 tahun terakhir jumlah BPR di Bengkulu adalah 12,67 Unit, sehingga nilai tahun terakhir lebih tinggi sebesar 0,33 Unit. Di pulau Sumatera, provinsi ini berada di peringkat 9, yang menunjukkan posisi yang lebih rendah dibandingkan Jambi dan provinsi lain di pulau tersebut. Kondisi stabil ini berlanjut selama beberapa tahun terakhir, dengan tidak ada perubahan yang signifikan dalam jumlah BPR di provinsi ini.