Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat untuk Kabupaten Labuhan Batu Utara, Sumatera Utara, pada akhir tahun 2025 persentase desa tanpa sinyal telepon mencapai 3,33 Persen. Dari catatan historis sejak 2018, nilai ini mengalami perubahan total sebesar 50% selama 7 tahun periode pencatatan. Tahun 2025 mencatatkan pertumbuhan sebesar 200% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penambahan nilai sebesar 2,22 poin persen. Sepanjang periode pencatatan, nilai terendah tercatat pada tahun 2021 sebesar 1,11 Persen, sementara nilai tertinggi sama dengan catatan tahun 2020.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Lubuk Linggau | 2004 - 2025)
Rata-rata pertumbuhan persentase desa tanpa sinyal di wilayah ini selama 3 tahun terakhir mencapai 44,44%, angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang hanya sebesar 36,67%. Kondisi ini menunjukkan peningkatan laju desa yang tidak terjangkau sinyal telepon semakin cepat dalam tiga tahun belakangan. Peringkat wilayah ini di tingkat pulau Sumatera mengalami lonjakan signifikan, dari peringkat 38 pada tahun 2024 menjadi peringkat 10 pada tahun 2025, sedangkan peringkat nasional naik dari posisi 135 menjadi posisi 66.
Seluruh periode pencatatan menunjukkan fluktuasi nilai yang jelas: setelah stagnan pada tahun 2018 dan 2019, terjadi kenaikan sebesar 50% pada tahun 2020, kemudian penurunan sebesar 66,67% pada tahun 2021. Selanjutnya nilai stagnan selama 3 tahun sebelum kembali mengalami kenaikan tertinggi sepanjang sejarah pencatatan pada tahun 2025. Nilai tahun 2025 saat ini tercatat berada di atas rata-rata keseluruhan periode yang sebesar 2,22 Persen.
Kabupaten Bolaang Mongondow Timur
Kabupaten ini berada pada peringkat 63 secara nasional dan peringkat 10 di wilayah pulau Sulawesi untuk kategori persentase desa tanpa sinyal telepon tahun 2025, dengan nilai akhir tercatat sebesar 3,7 Persen. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan 0% dibandingkan tahun sebelumnya, tanpa ada perubahan nilai sama sekali. Nilai ini menjadi yang tertinggi diantara seluruh 6 wilayah yang tercatat dalam daftar perbandingan, dengan selisih 0,37 poin persen diatas Kabupaten Labuhan Batu Utara.
Kabupaten Mandailing Natal
Berada di pulau Sumatera, Kabupaten Mandailing Natal menempati peringkat 9 di tingkat pulau dan peringkat 64 secara nasional pada tahun 2025. Nilai persentase desa tanpa sinyal di wilayah ini mencapai 3,69 Persen, tumbuh sebesar 15,38% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Labuhan Batu Utara, dan memiliki peringkat satu tingkat lebih baik di tingkat nasional.
(Baca: PDRB Kabupaten Mamberamo Raya 2025: Rp2,42 Triliun, Tumbuh 3,6 Persen)
Kabupaten Malinau
Kabupaten Malinau wilayah Kalimantan tercatat pada peringkat 65 nasional dan peringkat 10 di pulau Kalimantan, dengan nilai persentase desa tanpa sinyal sebesar 3,67 Persen. Wilayah ini mencatatkan lonjakan pertumbuhan tertinggi diantara seluruh wilayah perbandingan yaitu sebesar 300,01% dibandingkan tahun sebelumnya. Peringkat nasional wilayah ini hanya satu tingkat diatas Kabupaten Labuhan Batu Utara.
Kota Tual
Kota Tual wilayah Maluku menempati posisi peringkat 66 secara nasional dan peringkat 3 di tingkat pulau Maluku, dengan nilai persentase desa tanpa sinyal yang sama persis dengan Kabupaten Labuhan Batu Utara yaitu 3,33 Persen. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 66,67% dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi satu-satunya wilayah dalam daftar perbandingan yang mengalami penurunan nilai pada tahun 2025.
Kabupaten Toba Samosir
Kabupaten Toba Samosir Sumatera berada di peringkat 68 secara nasional dan peringkat 11 di tingkat pulau Sumatera, dengan nilai persentase desa tanpa sinyal sebesar 3,28 Persen. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 14,28% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan nilai sedikit lebih rendah dibandingkan Kabupaten Labuhan Batu Utara. Peringkat nasional wilayah ini dua tingkat dibawah Kabupaten Labuhan Batu Utara.
Kabupaten Bungo
Kabupaten Bungo Sumatera menempati posisi peringkat 69 secara nasional dan peringkat 12 di tingkat pulau Sumatera, dengan nilai persentase desa tanpa sinyal sebesar 3,27 Persen. Wilayah ini tidak mencatatkan perubahan nilai atau pertumbuhan 0% dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai ini menjadi yang terendah diantara seluruh 6 wilayah yang tercatat dalam daftar perbandingan tahun 2025.