Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pekerja sektor jasa perusahaan di Provinsi Maluku pada tahun 2025 mencapai 7556 pekerja. Nilai ini merupakan angka tertinggi sepanjang periode pencatatan sejak 2015. Sepanjang 11 tahun pengamatan, data menunjukkan tren naik secara keseluruhan dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 14,27 persen per tahun. Pada tahun 2025 terjadi kenaikan sebesar 1518 pekerja atau tumbuh 25,14 persen dibandingkan tahun 2024.
(Baca: Harga Beras Kualitas Super I (Per Kg) di Pasar Tradisional di Kalimantan Timur | 2026)
Selama periode historis, terjadi fluktuasi pertumbuhan dimana penurunan tercatat sebanyak 4 kali dan kenaikan sebanyak 6 kali. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2019 dengan pertumbuhan 229,97 persen, sedangkan penurunan terendah tercatat pada tahun 2017 dengan penurunan 67,12 persen. Nilai pekerja terendah sepanjang sejarah tercatat pada tahun 2018 yaitu hanya 1498 pekerja. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir mencapai 20,54 persen, angka ini lebih baik dibandingkan rata-rata pertumbuhan 4 tahun terakhir yang tercatat 8,74 persen.
Posisi Provinsi Maluku pada tahun 2025 menempati peringkat pertama di wilayah Pulau Maluku, posisi ini konsisten dipertahankan sejak tahun 2019. Secara nasional, Maluku berada pada peringkat 28 dari seluruh provinsi di Indonesia, mengalami kenaikan peringkat satu tingkat dibandingkan tahun 2024 yang berada di peringkat 29. Nilai pekerja tahun 2025 juga tercatat berada di atas nilai rata-rata keseluruhan periode yang mencapai 4406 pekerja.
Bengkulu
Provinsi Bengkulu menempati peringkat 25 secara nasional dan peringkat 9 di wilayah Pulau Sumatera untuk indikator jumlah pekerja sektor jasa perusahaan. Nilai pekerja di wilayah ini mencapai 11618 pekerja, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 25,37 persen. Besar selisih penambahan pekerja tahun ini mencapai 2351 pekerja dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai ini menjadi salah satu penambahan tertinggi di antara kelompok provinsi yang dibandingkan, dengan posisi peringkat nasional lebih tinggi 3 tingkat dibandingkan Provinsi Maluku.
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tenggara tercatat memiliki 11220 pekerja di sektor jasa perusahaan pada periode terakhir, menempati peringkat 26 secara nasional dan peringkat 4 di wilayah Pulau Sulawesi. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 19,77 persen dengan penambahan sebanyak 1852 pekerja dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai total pekerja di Sulawesi Tenggara masih lebih tinggi sekitar 48 persen dibandingkan nilai pekerja yang tercatat di Provinsi Maluku untuk periode yang sama.
Kepulauan Bangka Belitung
(Baca: PDRB Kabupaten Lombok Utara 2025: Rp6,37 Triliun, Tumbuh 4,16 Persen)
Kepulauan Bangka Belitung menempati urutan 27 secara nasional dan peringkat 10 di wilayah Pulau Sumatera untuk indikator ini. Jumlah pekerja sektor jasa perusahaan di wilayah ini tercatat 7820 pekerja, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 9,23 persen atau penambahan sebanyak 661 pekerja. Nilai total pekerja di provinsi ini hanya berbeda sekitar 264 pekerja lebih tinggi dibandingkan nilai yang dicapai Provinsi Maluku pada tahun 2025, dengan selisih peringkat nasional hanya 1 tingkat.
Papua
Provinsi Papua menempati peringkat pertama di wilayah Pulau Papua dan peringkat 29 secara nasional untuk jumlah pekerja sektor jasa perusahaan. Nilai pekerja di wilayah ini tercatat 7489 pekerja, hanya berbeda 67 pekerja lebih rendah dibandingkan capaian Provinsi Maluku. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan tertinggi di antara seluruh provinsi yang dibandingkan yaitu sebesar 57,4 persen dengan penambahan sebanyak 2731 pekerja pada periode terakhir.
Papua Tengah
Papua Tengah menempati peringkat 30 secara nasional dan peringkat 2 di wilayah Pulau Papua untuk indikator jumlah pekerja jasa perusahaan. Jumlah pekerja di wilayah ini tercatat 6915 pekerja, dengan pertumbuhan sebesar 4,93 persen atau penambahan sebanyak 325 pekerja dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai total pekerja di wilayah ini tercatat 641 pekerja lebih rendah dibandingkan capaian yang berhasil dicatatkan oleh Provinsi Maluku pada tahun 2025.
Gorontalo
Gorontalo menempati peringkat 31 secara nasional dan peringkat 5 di wilayah Pulau Sulawesi untuk indikator ini. Jumlah pekerja sektor jasa perusahaan di provinsi ini tercatat 5608 pekerja, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 7,04 persen atau penambahan sebanyak 369 pekerja dibandingkan periode sebelumnya. Nilai total pekerja di Gorontalo tercatat 1948 pekerja lebih rendah dibandingkan capaian Provinsi Maluku pada tahun 2025, menjadi nilai terendah di antara seluruh kelompok provinsi yang dibandingkan.