Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat untuk Kabupaten Jembrana, Bali pada akhir tahun 2025, jumlah desa yang sebagian besar keluarga menggunakan LPG 3kg untuk memasak tercatat sebesar 51 Desa. Selama periode catatan 2018 hingga 2025, nilai indikator ini menunjukkan tren stagnan, dengan hanya terjadi satu kali penurunan sedikit sebesar 2 desa pada tahun 2021 menjadi 49 Desa, dan kembali naik sebesar 2 desa pada tahun 2024. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir tercatat 0,0534 persen per tahun, lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang hanya 0,032 persen per tahun.
(Baca: Statistik Nilai Ekspor SITC Kode 11 Minuman Periode 2023-2026)
Sepanjang catatan historis, nilai terendah indikator ini terjadi pada tahun 2021 dengan jumlah 49 Desa, sedangkan nilai tertinggi tercatat sama sebesar 51 Desa sejak periode pertama tahun 2018. Peringkat Kabupaten Jembrana di wilayah Nusa Tenggara dan Bali mengalami penurunan peringkat dari urutan 10 pada tahun 2018 menjadi urutan 15 pada tahun 2025 dan tetap bertahan di peringkat tersebut sejak tahun 2021. Secara nasional, peringkat daerah ini juga mengalami penurunan dari urutan 312 tahun 2018 menjadi urutan 344 pada tahun 2025.
Untuk perbandingan dengan daerah lain pada tahun 2025, nilai 51 Desa yang dicapai Kabupaten Jembrana lebih rendah dibanding 3 wilayah perbandingan dari pulau Sumatera yang mencatatkan nilai 52 Desa. Seluruh wilayah perbandingan tidak mengalami penurunan sedalam yang terjadi pada Kabupaten Jembrana tahun 2021. Hanya 3 wilayah lain di Indonesia yang memiliki peringkat nasional sama dengan Kabupaten Jembrana pada tahun 2025.
Kota Pematang Siantar
Kota Pematang Siantar yang berada di wilayah Sumatera mencatatkan nilai indikator sebesar 52 Desa pada tahun terakhir. Selama periode pengamatan, wilayah ini tidak pernah mengalami perubahan nilai sama sekali, dengan pertumbuhan 0 persen sepanjang seluruh periode. Peringkat wilayah ini di pulau Sumatera berada di urutan 126, dan secara nasional berada di urutan 341. Nilai yang dicapai wilayah ini 1 desa lebih tinggi dibandingkan nilai yang dicapai Kabupaten Jembrana Bali pada tahun yang sama, menempatkan wilayah ini 3 peringkat lebih baik secara nasional.
Kabupaten Dharmasraya
Kabupaten Dharmasraya Sumatera mencatatkan nilai indikator 52 Desa pada tahun terakhir. Sama dengan Kota Pematang Siantar, wilayah ini juga tidak mengalami perubahan nilai selama seluruh periode pengamatan dengan pertumbuhan 0 persen secara konsisten. Peringkat wilayah ini sama persis dengan Kota Pematang Siantar yaitu urutan 126 di tingkat pulau Sumatera dan urutan 341 secara nasional, menunjukan tidak ada perbedaan performa antara kedua wilayah ini untuk indikator penggunaan LPG 3kg di tingkat desa.
Kabupaten Nias
(Baca: Harga CPO Naik Menjadi MYR 4.653 per Ton)
Kabupaten Nias Sumatera mencatatkan nilai indikator 52 Desa pada tahun terakhir, namun memiliki riwayat pertumbuhan paling drastis diantara seluruh wilayah perbandingan dengan peningkatan 100 persen pada satu periode pengamatan. Wilayah ini sebelumnya hanya mencatatkan 26 Desa pada tahun sebelumnya, dan berhasil menggandakan jumlah desa dalam satu periode. Peringkat wilayah ini berada di urutan 126 di tingkat pulau Sumatera dan urutan 341 secara nasional, performa ini jauh lebih baik dibandingkan Kabupaten Jembrana yang hanya mampu bertahan di nilai 51 desa selama hampir seluruh periode.
Kabupaten Bintan
Kabupaten Bintan Sumatera mencatatkan nilai indikator 51 Desa pada tahun terakhir, sama persis dengan nilai yang dicapai Kabupaten Jembrana Bali. Selama periode pengamatan wilayah ini tidak mengalami perubahan nilai sama sekali dengan pertumbuhan 0 persen secara konsisten. Peringkat wilayah ini berada di urutan 129 di tingkat pulau Sumatera dan urutan 344 secara nasional, memiliki peringkat nasional yang sama persis dengan Kabupaten Jembrana pada tahun 2025, menunjukan kesetaraan performa kedua wilayah ini untuk indikator ini.
Kabupaten Pakpak Bharat
Kabupaten Pakpak Bharat Sumatera mencatatkan nilai indikator 51 Desa pada tahun terakhir, sama dengan Kabupaten Jembrana dan Kabupaten Bintan. Wilayah ini mengalami penurunan sedikit sebesar 1 desa pada periode terakhir dengan pertumbuhan negatif 1,92 persen. Peringkat wilayah ini berada di urutan 129 di tingkat pulau Sumatera dan urutan 344 secara nasional. Penurunan yang terjadi pada wilayah ini lebih kecil dibandingkan penurunan yang pernah terjadi pada Kabupaten Jembrana pada tahun 2021 yang mencapai 3,92 persen.
Kota Banjarmasin
Kota Banjarmasin Kalimantan mencatatkan nilai indikator 51 Desa pada tahun terakhir, dan mengalami penurunan sedikit sebesar 1 desa dengan pertumbuhan negatif 1,92 persen pada periode terakhir. Wilayah ini memiliki peringkat terbaik di tingkat pulau yaitu urutan 41 di wilayah Kalimantan, namun secara nasional tetap berada di urutan 344 sama dengan tiga wilayah lainnya. Nilai ini menunjukkan walaupun performa di wilayah pulau sendiri cukup baik, secara nasional wilayah ini masih berada pada tingkatan yang sama dengan Kabupaten Jembrana Bali.