Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat untuk Kabupaten Aceh Timur, persentase desa tanpa sinyal telepon pada akhir tahun 2025 berada di angka 0,97 persen. Nilai ini merupakan titik terendah sepanjang periode pencatatan sejak 2018, dengan tren penurunan konsisten selama 5 tahun terakhir. Sepanjang 6 tahun periode data, nilai tertinggi persentase desa tanpa sinyal terjadi pada tahun 2020 dengan angka 3,69 persen.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Aneka Barang dan Jasa Kab. Barito Selatan | 2024)
Seluruh periode pencatatan menunjukan rata-rata pertumbuhan negatif turun 13,16 persen per tahun, dengan penurunan paling tajam terjadi pada tahun 2025 yaitu turun 54,37 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata penurunan 3 tahun terakhir jauh lebih dalam yaitu turun 33,82 persen, menunjukan perbaikan akses sinyal berjalan jauh lebih cepat dibandingkan rata-rata 5 tahun terakhir.
Pada tahun 2025, Kabupaten Aceh Timur menempati peringkat 28 dari seluruh kabupaten/kota di Pulau Sumatera, dan peringkat 120 secara nasional untuk indikator ini. Dibandingkan tahun 2024, posisi peringkat daerah ini turun 5 tingkat dari peringkat 23 di tingkat pulau, seiring dengan penurunan nilai persentase desa tanpa sinyal yang terjadi lebih cepat dibandingkan daerah lain di pulau yang sama.
Kabupaten Kota Waringin Barat
Kabupaten Kota Waringin Barat mencatat nilai persentase desa tanpa sinyal telepon sebesar 1,03 persen pada tahun tercatat, menempati peringkat 21 di tingkat Pulau Kalimantan dan peringkat 118 secara nasional. Daerah ini tidak mencatat perubahan nilai dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan nol persen. Nilai ini sedikit lebih tinggi dibandingkan catatan Kabupaten Aceh Timur, dengan selisih 0,06 persen, dan menempati dua peringkat lebih baik secara nasional dibandingkan Aceh Timur.
Kabupaten Seram Bagian Timur
Berada di wilayah Pulau Maluku, Kabupaten Seram Bagian Timur memiliki nilai indikator sebesar 1,01 persen, dengan tidak adanya perubahan nilai dibandingkan periode sebelumnya. Daerah ini menempati peringkat 10 di tingkat pulaunya, dan peringkat 119 secara nasional. Nilai ini hanya terpaut 0,04 persen di atas catatan Kabupaten Aceh Timur, dan berada satu peringkat di atas Aceh Timur dalam daftar peringkat nasional seluruh kabupaten di Indonesia.
(Baca: Persentase Pengangguran 2025 di Kabupaten Dairi 1,21 Persen)
Kabupaten Barito Timur
Kabupaten Barito Timur dari Pulau Kalimantan mencatat nilai persentase desa tanpa sinyal sebesar 0,97 persen, sama persis dengan catatan Kabupaten Aceh Timur pada tahun yang sama. Tidak ada perubahan nilai yang tercatat pada daerah ini dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan nol persen. Daerah ini menempati peringkat 22 di tingkat pulau Kalimantan, dan berbagi peringkat 120 secara nasional bersamaan dengan Kabupaten Aceh Timur.
Kabupaten Lebong
Kabupaten Lebong merupakan satu-satunya wilayah perbandingan yang juga berasal dari Pulau Sumatera, dengan nilai indikator sebesar 0,96 persen pada tahun terakhir. Daerah ini mengalami penurunan nilai sebesar 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya, merupakan penurunan paling tajam diantara seluruh wilayah perbandingan. Kabupaten Lebong menempati peringkat 29 di tingkat Sumatera dan peringkat 122 secara nasional, memiliki nilai sedikit lebih baik dibandingkan Aceh Timur namun peringkat pulau lebih rendah.
Kabupaten Sidenreng Rappang
Berasal dari Pulau Sulawesi, Kabupaten Sidenreng Rappang mencatat nilai persentase desa tanpa sinyal telepon sebesar 0,94 persen, merupakan nilai terendah diantara seluruh wilayah yang dibandingkan. Tidak ada perubahan nilai yang tercatat pada daerah ini dibandingkan periode sebelumnya, dengan pertumbuhan nol persen. Daerah ini menempati peringkat 20 di tingkat Pulau Sulawesi dan peringkat 123 secara nasional, memiliki performa indikator sedikit lebih baik dibandingkan Kabupaten Aceh Timur.