Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai Indeks Demokrasi Indonesia Aspek Kebebasan untuk Provinsi Maluku Utara pada tahun 2025 mencapai 72,86 poin. Selama periode 5 tahun pengamatan sejak 2021, indeks ini menunjukkan tren turun secara keseluruhan dengan penurunan total sebesar 9,61 persen, namun mencatat kenaikan selama dua tahun berturut-turut sejak titik terendah pada tahun 2023. Pada tahun 2025, indeks mengalami kenaikan sebesar 5,44 poin atau tumbuh 8,07 persen dibandingkan tahun 2024, menjadi pertumbuhan tertinggi yang tercatat sepanjang periode pengamatan.
(Baca: Harga Komoditas Nikel untuk Kontrak 3 Bulan ke Depan Pagi Hari Diperdagangkan US$16.330 /Ton (Jumat, 03 Juli 2026))
Titik terendah indeks ini terjadi pada tahun 2023 dengan nilai 65,58 poin, setelah sebelumnya mengalami penurunan berturut-turut sejak tahun 2021 yang menjadi periode dengan nilai tertinggi sebesar 80,61 poin. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir tercatat positif sebesar 1,15 persen per tahun, berbanding terbalik dengan rata-rata pertumbuhan 4 tahun terakhir yang bernilai negatif turun 2,17 persen. Hal ini menunjukkan pemulihan kondisi aspek kebebasan di Maluku Utara mulai terjadi setelah periode penurunan di tahun 2022 dan 2023.
Untuk posisi peringkat, Maluku Utara berada di urutan 2 dari seluruh provinsi di wilayah Pulau Maluku pada tahun 2025, posisi ini tetap sama sebagaimana tiga tahun sebelumnya. Secara nasional, peringkat Maluku Utara membaik dari urutan 32 pada tahun 2023 menjadi urutan 29 di tahun 2025. Nilai indeks tahun 2025 juga tercatat berada di atas nilai rata-rata keseluruhan periode pengamatan yang sebesar 71,46 poin.
Kalimantan Selatan
Provinsi Kalimantan Selatan mencatat nilai IDI Aspek Kebebasan tahun 2025 sebesar 78,57 poin, dengan pertumbuhan sebesar 2,95 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini menempati urutan 4 di Pulau Kalimantan dan urutan 26 secara nasional. Pertumbuhan positif ini terjadi setelah penurunan yang tercatat pada periode sebelumnya, dengan selisih kenaikan senilai 2,25 poin dibandingkan tahun 2024. Nilai ini berada di atas rata-rata kelompok provinsi yang dibandingkan, dan menjadi salah satu wilayah dengan stabilitas pertumbuhan yang konsisten pada tiga tahun terakhir.
Kalimantan Utara
Kalimantan Utara mencapai nilai IDI Aspek Kebebasan 77,77 poin pada tahun 2025, tumbuh sebesar 7,05 persen dengan penambahan nilai 5,12 poin dari tahun sebelumnya. Wilayah ini berada di peringkat 5 di Pulau Kalimantan dan peringkat 27 secara nasional. Pertumbuhan di Kalimantan Utara menjadi salah satu yang tertinggi di kelompok wilayah Kalimantan untuk tahun 2025, meskipun posisi peringkat di wilayah pulau masih belum mengalami perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya.
(Baca: Harga Kopi Kontrak Tiga Bulan - US Coffee C Futures Turun Menuju Level 301,2 Pound (Kamis, 02 Juli 2026))
Papua
Provinsi Papua mencatat nilai IDI Aspek Kebebasan sebesar 73,79 poin tahun 2025 dengan pertumbuhan sangat tinggi mencapai 16,33 persen, menjadi pertumbuhan terbesar dibandingkan seluruh provinsi yang dibandingkan. Dengan penambahan nilai sebesar 10,36 poin dari tahun sebelumnya, Papua berhasil menempati urutan pertama di wilayah Pulau Papua dan peringkat 28 secara nasional. Angka pertumbuhan ini jauh melampaui rata-rata pertumbuhan nasional untuk indikator yang sama pada tahun yang sama.
Sulawesi Barat
Sulawesi Barat mencatatkan nilai IDI Aspek Kebebasan sebesar 71,34 poin pada tahun 2025, tumbuh sebesar 10,02 persen dengan penambahan nilai 6,5 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini berada di urutan 4 di wilayah Pulau Sulawesi dan menduduki peringkat 30 secara nasional. Pertumbuhan positif ini menjadi pemulihan setelah penurunan yang cukup dalam pada periode tahun sebelumnya, dan menempatkan Sulawesi Barat sebagai salah satu wilayah dengan perbaikan tercepat kedua setelah Papua pada tahun 2025.
Sulawesi Utara
Sulawesi Utara mencatat penurunan nilai IDI Aspek Kebebasan pada tahun 2025 menjadi 70,85 poin, mengalami penurunan sebesar 13,33 persen atau pengurangan nilai sebesar 10,9 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini berada di urutan 5 di Pulau Sulawesi dan peringkat 31 secara nasional. Penurunan ini menjadi yang terbesar diantara seluruh provinsi yang dibandingkan, dan menggeser posisi peringkat Sulawesi Utara turun dua tingkat dibandingkan posisi pada tahun 2024.
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Barat mencapai nilai IDI Aspek Kebebasan sebesar 67,75 poin pada tahun 2025, mengalami penurunan sebesar 7,43 persen dengan pengurangan nilai 5,44 poin dari tahun sebelumnya. Wilayah ini berada di urutan 3 di wilayah Nusa Tenggara dan Bali, serta menduduki peringkat 32 secara nasional. Penurunan ini terjadi setelah periode pertumbuhan positif pada tahun sebelumnya, dan menjadikan Nusa Tenggara Barat sebagai provinsi dengan nilai terendah di kelompok provinsi yang dibandingkan pada tahun 2025.