Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) Provinsi Sulawesi Tengah per semester Maret 2026 sebesar 0,46 poin. Pada periode ini, indeks mengalami kenaikan sebesar 0,18 poin atau 64,29 persen dibandingkan semester September 2025 yang sempat menyentuh titik terendah sepanjang catatan data sejak 2012 yaitu 0,28 poin. Secara tren jangka panjang sejak 2012, indeks ini menunjukkan arah penurunan total sebesar 30,3 persen, dengan rata-rata nilai seluruh periode sebesar 0,6543 poin. Nilai semester Maret 2026 ini tercatat berada di bawah rata-rata historis indeks wilayah ini.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Kepulauan Selayar | 2004 - 2025)
Berdasarkan catatan historis 28 periode semester, puncak tertinggi indeks keparahan kemiskinan Sulawesi Tengah terjadi pada September 2019 dengan nilai 1,15 poin, dengan lonjakan pertumbuhan sebesar 82,54 persen pada periode tersebut yang menjadi kenaikan tertinggi sepanjang catatan. Rata-rata pertumbuhan 3 semester terakhir mencapai 19,66 persen, angka ini jauh lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan 5 semester terakhir yang hanya 6,89 persen. Hal menunjukkan dalam tiga periode terakhir, pergerakan indeks mengalami peningkatan laju perubahan yang jauh lebih tajam dibanding lima periode sebelumnya.
Pada semester Maret 2026, Sulawesi Tengah menempati peringkat ke 2 dari seluruh provinsi di Pulau Sulawesi, dan berada di peringkat 10 secara nasional. Dibandingkan provinsi lain yang tercatat dalam data perbandingan, nilai indeks Sulawesi Tengah sama dengan nilai indeks Aceh, lebih tinggi dibanding Sulawesi Barat 0,40 poin dan Bengkulu 0,39 poin, namun lebih rendah dibanding Maluku 0,82 poin, Nusa Tenggara Timur 0,77 poin dan Gorontalo 0,50 poin. Pertumbuhan indeks Sulawesi Tengah pada semester terakhir juga merupakan salah satu tertinggi diantara wilayah perbandingan.
Maluku
Maluku menempati urutan pertama nilai Indeks Keparahan Kemiskinan pada kategori data perbandingan dengan nilai 0,82 poin. Wilayah ini mencatatkan penurunan indeks sebesar 16,33 persen pada periode terakhir, dengan selisih penurunan sebesar 0,16 poin dibanding semester sebelumnya. Secara peringkat, Maluku menempati urutan teratas di wilayah kepulauannya, dan berada di peringkat 7 secara nasional. Nilai indeks Maluku hampir dua kali lipat lebih besar dibanding nilai indeks Sulawesi Tengah pada periode yang sama, menunjukkan tingkat keparahan kemiskinan yang jauh lebih berat di wilayah ini.
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Timur mencatatkan nilai Indeks Keparahan Kemiskinan sebesar 0,77 poin pada semester tercatat. Wilayah ini mengalami kenaikan sedikit indeks sebesar 4,05 persen dengan selisih 0,03 poin dibanding periode sebelumnya. Peringkat wilayah ini adalah yang pertama di Pulau Nusa Tenggara dan Bali, serta menempati urutan 8 secara nasional. Nilai indeks Nusa Tenggara Timur 67 persen lebih tinggi dibanding nilai indeks Sulawesi Tengah pada periode Maret 2026.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Kota Baru | 2004 - 2025)
Gorontalo
Gorontalo memiliki nilai Indeks Keparahan Kemiskinan sebesar 0,50 poin pada semester Maret 2026. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 18,03 persen atau sebesar 0,11 poin dibandingkan semester sebelumnya. Secara peringkat, Gorontalo menempati urutan pertama di seluruh provinsi di Pulau Sulawesi, dan berada di peringkat 9 secara nasional. Nilai indeks Gorontalo sedikit lebih tinggi dibandingkan Sulawesi Tengah, yang mana Sulawesi Tengah berada satu peringkat dibawah Gorontalo untuk kategori wilayah pulau Sulawesi.
Aceh
Aceh mencatatkan nilai Indeks Keparahan Kemiskinan identik dengan Sulawesi Tengah yaitu sebesar 0,46 poin pada periode yang sama. Wilayah Sumatera ini mengalami penurunan sebesar 11,54 persen atau selisih 0,06 poin dibandingkan semester sebelumnya. Peringkat Aceh adalah yang pertama di wilayah Pulau Sumatera untuk indikator ini, dan menempati urutan yang sama dengan Sulawesi Tengah yaitu peringkat 10 secara nasional. Meskipun nilai indeks sama, arah pergerakan Aceh adalah penurunan sedangkan Sulawesi Tengah mengalami kenaikan pada periode terakhir.
Sulawesi Barat
Sulawesi Barat memiliki nilai Indeks Keparahan Kemiskinan sebesar 0,40 poin pada semester Maret 2026. Wilayah ini mencatatkan penurunan sebesar 25,93 persen atau sebesar 0,14 poin dibandingkan periode sebelumnya, yang merupakan penurunan terbesar diantara seluruh wilayah dalam data perbandingan. Secara peringkat, Sulawesi Barat menempati urutan ke 3 di Pulau Sulawesi, dan berada di peringkat 12 secara nasional. Nilai indeks ini 13 persen lebih rendah dibandingkan nilai yang tercatat untuk Sulawesi Tengah.
Bengkulu
Bengkulu mencatatkan nilai Indeks Keparahan Kemiskinan sebesar 0,39 poin pada semester tercatat, merupakan nilai terendah diantara seluruh wilayah dalam data perbandingan. Wilayah ini mengalami kenaikan sebesar 21,88 persen atau selisih 0,07 poin dibandingkan semester sebelumnya. Peringkat Bengkulu adalah urutan ke 2 di Pulau Sumatera, dan menempati urutan 13 secara nasional. Nilai indeks Bengkulu 15 persen lebih rendah dibandingkan nilai Indeks Keparahan Kemiskinan Sulawesi Tengah pada periode Maret 2026.